Oleh : Dahlan Abu Bakar

Hilman Syah, Pahlawan na Tauwwa PSM

10 April 2021 00:00
Hilman Syah, Pahlawan na Tauwwa PSM
Hilman Syah, Pahlawan PSM
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Berpenampilan tenang dengan tinggi 1,82m, Hilman Syah sangat patut dijuluki pahlawan atas kemenangan PSM 4-2 dalam adu penalti melawan PSIS Semarang, Jumat (9/4/2021) malam di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Betapa tidak, dengan terlebih dahulu berdoa, bagaikan membuat mental dua pemain PSIS Semarang yang melakukan tendangan penalti seolah “tersihir” atas gestur penjaga gawang kelahiran 25 Mei 1997 ini. Penyelamatan spektakuler yang dilakukan Hilman Syah terhadap dua petendang PSIS tersebut mengantar PSM sebagai tim pertama yang maju ke semi final Piala Menpora 2021.

Ketika Pratama Arhan sebagai petendang pertama dari PSIS menatap si kulit bundar yang diletakkan di titik putih di bawah tatapan mata Abdullah, yang bertindak sebagai pengadil pertandingan yang berakhir 0-0 pada 2 x 45 menit tersebut, mata Hilman Syah mengikuti gerak mata algojo petendang pertama dari tim berjuluk “Mahesa Jenar” tersebut. Benar juga, gerakan kaki Pratama terdeteksi dengan gerakan Hilman Syah yang menghadang bola. Posisi 0-0.

PSM menyorong Hasyim Kipouw sebagai algojo pertama. Tidak terlalu sulit bagi pemain asal Papua ini menaklukkan Jandia Eka Putra, pria gondrong yang berdiri di bawah mistar gawang PSIS Semarang. Tendangan kerasnya menggantung dan tidak tertahankan oleh Jandia, kedudukan 1-0 untuk PSM.

Komaruddin Hari Nur dari PSIS Semarang maju menghadapi si kulit bundar sebagai petendang kedua. Seperti dicekam waswas atas kegagalan rekannya Pratama Arhan, Komaruddin Hari Nur pun melepaskan tendangan datar. Halim Syah ternyata mampu membaca gerak mata sang eksekutor tendangan penelti PSIS ini. Betul, Kiper yang bergabung dengan PSM tahun 2017 mampu menghadang bola hingga kedudukan tetap menjadi 1-0 untuk PSM, sementara PSIS sudah melakukan dua kali tendangan.
Rasyid Bakri pun menjadi alogojo kedua penalti PSM. Tidak terlalu sulit bagi pemain yang spesialis petendang bola mati di pojok ini menaklukkan Jandia. Kedudukan berubah lagi 2-0 untuk PSM.
PSIS memperoleh kesempatan melepaskan tendangan ketiga. Yang dipercayakan sebagai algojo adalah Alfendra Dewangga yang ternyata mampu mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Abdul Rahman menjadi petendang ke-4 PSM. Pemain yang cukup lihai ini hanya melepaskan tendangan tipuan dalam gerak lambat yang dilepaskan lurus, sementara Jandia mengantisipasinya ke sebelah kiri rusuknya. Tendangan Abd. Rahman yang kemudian mengubah keunggulan PSM menjadi 3-1 ini meniru gaya Antonim Panenka saat terjadi adu penalti antara Cekoslowakia melawan Jerman Barat pada Piala Euro 1976 yang membuat Jerman Barat tersingkir.

Fredyan menjadi petembak ke-4 PSIS dalam posisi skor 1-3 dan mampu mengubah kedudukan menjadi 2-3. Tendangannya berhasil menyobek jala Hilman Syah, dalam kedudukan PSIS sudah empat kali menendang. Sutanto Tan yang menjadi petendang ke-4 PSM berhasil mengecoh Jandia, mengubah kedudukan menjadi 4-2, sekaligus mengakhiri adu penalti. Sebab, biar pun PSIS berhasil menaklukkan Hilman Syah pada tendangan terakhir, kedudukan menjadi 3-4 dan tidak akan menolongnya dari kekalahan. Sementara PSM masih peluang untuk menambah gol lagi melalui petendang terakhir.

Permainan tim asuhan Syamsuddin Batola dan Dragon Djukacovic ini pada 2 x 45 menit berakhir imbang tanpa gol. Kedua kesebelasan sama-sama memperoleh peluang mencetak gol. Beberapa kali Hilman Syah berhasil menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Begitu pun dengan Jandia, tercatat sekali berhasil melakukan penyelamatan yang dramatis, ketika satu tembakan keras pemain PSM yang sudah mengarah ke bawah mistarnya, berhasil dia tepis hingga menghasilkan tendangan pojok.

Jika melihat pertemuan “head to head”, kedua tim sama-sama mengantongi dua kali menang. Pada pertandingan di Semarang 16 Maret 2019, PSIS menang 1-0 atas PSM. PSM membalas menang 1-0 ketika berlaga di Stadion Mattoanging 11 September 2019. Namun PSIS kembali memetik kemenangan 1-0 saat menjamu PSM di kandang Tim Mahesa Jenar itu di Semarang. Terakhir, dalam adu penalti Piala Menpora 2021, PSM menang 4-2.

PSM menjadi tim pertama yang memperoleh tiket ke semi final dan lawannya menunggu pemenang antara Persija melawan Barito Putra yang dimainkan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (10/4/2021).
Persib vs Persebaya akan saling jajal Ahad (11/4/2021) di Stadion Mangunharjo di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, yang juga merupakan markas klub sepak bola PSS Sleman., sementara PSS Sleman sendiri akan berhadapan dengan Bali United, Senin (12/4/2021) di Stadion Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung.

Susunan Pemain:

PSM :Hilman Syah, Erwin Gutawa, Hasyim Kipouw, Zulkifli Syukur, Abd,Rahman, M.Arfan, M.Rizky Eka (Patrich Wanggai), Rasyid Bakri, Saldi (M.Rifky), Sutanto Tan, dan Jacob Sayuri.
PSIS: Jandia Eka Putra, Alfendra Dewangga, Santosa Wahyu Prasetya, Pratama Arhan, Fredyan Wahyu, Eka Febri, Finki Pasamba,Riyan, Ardiansyah, Fandi Eko Komaruddin Hari Nur. (MDA).


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya