Monumen Mandala Malam Hari Jadi ki Ikon ‘Sassang’ di Kota Makassar

14 April 2021 12:19
Monumen Mandala Malam Hari Jadi ki Ikon ‘Sassang’ di Kota Makassar
Monumen dengan menara setinggi 62 meter ini dibangun sejak Januari 1994, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI, Soeharto, 19 Desember 1995.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Jalan Jend Sudirman, depan Rumah Sakit Tentara (Rumkit) Pelamonia kini menjadi salah satu area titik gelap saat malam hari di kota Makassar.

Monumen dengan menara setinggi 62 meter ini dibangun sejak Januari 1994, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI, Soeharto, 19 Desember 1995.

Pembangunannya dimaksudkan guna mengabadikan peristiwa bersejarah perebutan kembali wilayah Irian Barat yang masih dikuasai Belanda.

Pemerintah RI melalui pergerakan Trikora (Tri Komando Rakyat) gagasan Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat tahun 1961 di kota Makassar. Panglima Komando Mandala kala itu ditunjuk Mayjen Soeharto untuk memimpin Operasi Militer merebut Irian Barat dari Negara Boneka bentukan kolonial Belanda kembali kepangkuan Bumi Pertiwi. Tahun 1962 Irian Barat berhasil direbut kembali masuk dalam Negara Kesatuan RI.

Sejumlah Pedagang Kaki-5 serta tukang becak yang beroperasi di jalanan-jalanan sekitar komplek Monumen Mandala yang luasnya kurang lebih 1 hektar tersebut, senada menginformasikan dalam beberapa waktu belakangan lampu-lampu penerangan malam hari dalam komplek monumen tidak dinyalakan.

“Kalau malam Sassangi,” ujar seorang tukang becak dalam logat Melayu Makassar. Sassang, bahasa Makassar yang berarti Gelap.
Dari observasi yang dilakukan BugisPos.com, Selasa (13/04/2021) malam, kondisi sekitar Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di kota Makassar memang tampak gelap tanpa ada lampu penerangan menyala di pagar-pagar pembatas dengan Jl Jend Sudirman (arah timur), Jl Amannagappa (arah utara), dan Jl Chairil

Anwar (arah Selatan). Demikian juga dengan lampu-lampu taman serta lampu di bangunan dan puncak monumen tak ada yang menyala sehingga suasana komplek dan sekitar monumen gelap. Beruntung ada bias lampu dari Rumkit Pelamonia dari arah timur serta bias lampu dari Hotel Novotel di arah selatan sehingga suasana gelap tapi tidak gelap-gulita di seputaran Monumen Mandala.
Awalnya Monumen Mandala dalam pengawasan dan pemeliharaan pihak Kodam VII/Wirabuana, kini menjadi Kodam XIV/Hasanuddin. Kemudian diserahkan menjadi aset Pemprov Sulsel.

Dalam masa Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo (SYL), selain lampu-lampu taman serta lampu puncak menara senantiasa menyala terang benderang di malam hari juga terdapat lampu sorot warna-warni silih berganti menyinari badan monumen. Indah.
Bahkan area Monumen Mandala selalu ramai dijadikan lokasi penyelenggaraan event promosi siang dan malam hari. Pengelola pun setiap hari membuka pintu monumen untuk dikunjungi warga, termasuk melayani mereka yang ingin naik ke lantai 4 merupakan puncak monumen untuk melihat suasana kota Makassar dari ketinggian 62 meter.

Bagian bawah Monumen Mandala 3 lantai terdiri atas bangunan untuk perkantoran, ruang rapat serta ruang pameran diaroma sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat dari tangan kolonial.

Monumen dibuat setinggi 62 meter sebagai simbol tahun keberhasilan pergerakan pembebasan Irian Barat 1962.
Di tangan Pemprov Sulsel, pemeliharaan dan pengelolaan Monumen Mandala berada dalam tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monumen Mandala dan Society de Harmonie.

Selain lampu-lampu penerangan tak menyala di malam hari, sejak beberapa waktu dikabarkan lift untuk naik ke puncak Monumen Mandala tidak berfungsi.

Tahun 2020 ada tersiar kabar dari Pemprov Sulsel akan merevitalisasi komplek Monumen Mandala, sebagai tempat pusat informasi wisata di tengah kota Makassar. Sekaligus akan dilengkapi fasilitas pameran untuk UMKM, dilengkapi tempat penjualan berbagai jenis kuliner tradisional Sulsel atau semacam food court, serta punya tempat pentas seni out door.

Rencana tersebut kemudian tak pernah terdengar lagi, kapan realisasinya. Justeru kenyataan di lapangan kondisi terkesan parah, karena Monumen Mandala yang telah menjadi salah satu ikon kebanggaan di kota Makassar. Kini, menjadi salah satu titik sunyi, menjadi lokasi gelap tanpa lampu penerangan di malam hari. (aji)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya