Syamsuddin Umar: Tidak Ada Pilihan Lain, Paentengi Siri’nu PSM Bidik Final Piala Menpora

15 April 2021 07:53
Syamsuddin Umar: Tidak Ada Pilihan Lain, Paentengi Siri’nu PSM Bidik Final Piala Menpora
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Bugispos— Laskar Ayam Jantan dari Timur PSM Makassar kembali akan berhadapan dengan Persija Jakarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta pada pukul 20.30 WIB Kamis (15/4/2021) malam.

Pada tanggal 19 April 2021, pada jam yang sama, Persija akan menjadi tuan rumah melawan PSM di Stadion Manahan Solo. Kedua pertandingan tersebut akan disiarkan langsung (“live”) oleh Stasion Indosiar dan “video live streaming”.

Syamsuddin Umar, pelatih yang pernah membawa PSM menjuara Divisi Utama PSSI 1992, memberikan komentar atas laga antara PSM Vs Persija. Melalui bincang-bincang ringan kepada awak media Rabu, 14/4/2021.

Saat perbincangan berlangsung, Syam panggilan akrab dari Syamsuddin Umar mengakui kalau baru saja ditelepon oleh manajemen dan pelatih PSM yang berlaga di Piala Menpora. Syam menyebutkan, tidak ada pilihan lain, kecuali PSM membidik final Piala Menpora.

PSM berhasil mengalahkan Persija 2-0 pada pertandingan pertama penyisihan babak Grup B. PSM mengukir gol pertama melalui Patrich Wanggai pada menit ke-45 dan gol kedua melalui solo run Yacob Sayuri pada menit ke-67.Dua tiket semi final lainnya diraih Persib yang mengalahkan Persebaya 3-2 dan PSS Sleman yang mengalahkan Bali United 4-2 dalam drama adu penalti.

Pelatih Persija Sudirman berjanji akan tampil lebih baik dan tidak ingin mengulangi kekalahan melawan PSM yang dialami timnya ketika berhadap dengan PSM pada pertandingan perdana.

Syamsuddin Battola, pelatih PSM pun tidak mau kalah. Dia sudah mengistruksikan pemainnya tampil semaksimal mungkin.\

“PSM akan tampil semaksimal mungkin dengan menghasilkan yang terbaik,”ujar mantan pemain PSM Makassar ini dalam keterangannya yang disiarkan Indosiar, Kamis (15/4/2021) dinihari.

Persija dalam pertandingan di babak penyisihan, selain kalah melawan PSM 0-2, juga mengantongi kemenangan melawan Borneo CF 4-0 dan atas Bhayangkara FC 2-1 dengan jumlah gol memasukkan 6 dan kemasukan 3 gol.

“Ya, mereka bertekad masuk final, tetapi saya tidak tahu sistemnya dua tim yang berhadapan harus bertemu dua kali di semi final,” Syam berkata dan mengakui juga bingung dengan model pertandingan dengan prinsip “home and away”.

Kata Syam, memang turnamen ini bagaimana melihat kompetisi sepakbola ini layak dipertandingkan pada saat liga I Indonesia.

“Jadi ini hanya semacam pertandingan uji coba/ Sekarang kita ingin ketahui, apakah pertandingan sudah boleh ditonton atau bagaimana ,” kata Syam.

Perihal adanya sistem pertandingan semi final yang mengharuskan dua tim saling berhadapan dua kali, Syam menilai aneh karena dilakukan setelah tim masuk semi final. Ada kesan, panitia sengaja hendak menciptakan klimaks pertandingan final antara Persija melawan Persib.

“Ada kemungkinan PSM kembali mengulangi prestasinya ketika mengalahkan Persija pada pertandingan babak penyisihan?,” tanya saya.

“Kedua tim ini pernah saling bertemu. Pada kompetisi lain lagi, juga sudah beberapa kali. Tetapi kondisi sesungguhnya yang dapat kita amati, Persija ketika berhadapan pertama dengan PSM, dia menganggap kesebelasan Juku Eja itu “anak bawang”,” sebut Syam.

Pada kondisi kedua ini, setelah kalah atas PSM, Persija mulai membehani barisan belakangnya. Ini adalah salah satu yang paling aneh. PSM hanya satu kali menang, dua kali seri. Sementara Persija dua kali menang, hingga dia lolos ke semi final.

Di sisi lain, PSM dari segi produktivitas gol mencetak sembilan bola yakni, menang 2-0 atas Persija, seri 1-1 atas Bhayangkara FC dan seri 2-2 atas Borneo FC, menang 4-2 atas PSIS Semarang dalam drama adu penalti, dengan total memasukkan 9 gol dan kebobolan 5 gol. Persija memasukkan 6 gol dan kemasukan 3 gol.

Menurut Syam, dari seluruh tim yang mengikuti Piala Menpora, tim yang minim kebobolan adalah PSM, 3 gol..Jika dianalisis dari produktivitas, PSIS di atas kertas akan mampu mengalahkan PSM karena dia panen 9 gol dan kemasukan 6 gol. Namun hasilnya seri 0-0 kemudian kalah 2-4 atas PSM dalam drama adu penalti.

Syam mengatakan, kita melihat personel PSM, individunya, ada Zulkifli Syukur yang sudah berumur 37 tahun, Hasim Kipouw 34 tahun, Abd.Rahman 33 tahun. Satu yang 27 tahun, Renaldi stoppernya. Pertahanan PSM ada 5. Satu bek kanan, dua stopper, satu penjaga gawang dan satu bek kiri.

Apa yang menyebabkan PSM bisa solid, sepakbola itu bukan hanya fisik, bukan hanya teknik, juga skill, melainkan juga pengalaman. Dari lima pemain PSM itu, rata-rata berpengalaman. Kemudian koordinasi pertahanan selama ini tidak ingin kebobolan, sangat solid di belakang. Buktinya, tiga kali pertandingan itu, Zulkifli Syukur tidak pernah melewati garis tengah. Jika Persija melihat realitas ini, itu dia akan ragu. Sebab jika dia (Zulkifli Syukur) naik, jelas area belakangnya terbuka.

“Kalau saya pelatih Persija, akan beri ruang Zulkifli Syukur naik, meninggalkan daerahnya bersama dengan Hasyim Kipouw,” Syam berandai.

Jika kedua pemain ini meninggalkan daerahnya dan Persija melempar bola di belakang daerah yang ditinggalkan kedua pemain itu, akan menghasilkan kondisi yang lain. Jika pun masih ada stopper yang berusia 33 tahun itu, Renaldi, memotong, maka daerah tengah akan kosong.

Bagi PSM, kalau dia mau, harus tetap bertahan seperti ketika melawan Persija pada pertandingan pertama. Pemikiran pertama kita mau menang. Tetapi kalau tidak bisa menang, berusaha seri. Dengan pertimbangan bahwa kualitas pemain PSM dan dengan pemain lawan, secara logika, mungkin bisa kalah. Jadi harus menang dengan strategi.

PSM harus melakukan konsep dan strategi bermain, pertahanan itu adalah penyerangan yang efektif. Sebab, Persija memiliki pemain sekelas Marco Simic yang haus gol. Kalau dia masuk, PSM dapat menerapkan serangan balik, seperti yang dilakukan pada pertandingan pertama. Sebab, PSM dari segi produktivitas cukup bagus.Terutama melalui serangan balik memanfaatkan Jacob Sayuri yang memiliki kemampuan “sprint” (lari) yang kencang.

Di lapangan tengah, PSM jangan terlalu emosional. Gelandang PSM adalah para pemain yang spartan (tinggi, tegas, dan berani) Di situ ada Rasyid Bakrie, mereka adalah pemain yang spartan dan militan. Jika keras bisa jadi kasar, dapat berujung dengan kartu.

Syam menilai, Piala Menpora ini merupakan turnamen yang tidak dirancang jauh sebelumnya. Ini dirancang secara mendadak karena kondisi Covid-19. Oleh sebab itu, turnamen ini hanya dimanfaatkan untuk melihat apakah dengan kondisi Covid-19 ini, Liga I layak dilaksanakan dan bisa ada penonton atau tidak, Tetapi dari segi prestasi dari semua tim, sulit diukur. Sebab, ada tim yang bagus tiba-tiba hilang. Kurang konsisten.

Tetapi yang bagus dari empat kesebelasan semi final ini, PSM satu-satunya tim tanpa pemain asing dan murna menggunakan pemain Indonesia. Ini merupakan kesempatan baik bagi PSM memperlihatkan bahwa para pemain lokal juga dapat memperlihatkan kemampuannya.

Rekam jejak “head to head” kedua kesebelasan, PSM-Persija, 2-0 (6/8/2019), 0-0 (28/8/2019), 0-1 (20/10/2019), Piala Indonesia leg 1, 0-1 dan leg 2 PSM 2-Persija 0.

Persija di Piala Menpora: Persija-Barito 1-0, Persija-Bhayangkara FC Solo 2-1, Persija-Borneo Putra 4-0. Pada Liga I 2020, Persija-Bhayangkara 1-1.

Kita berharap banyak pada Hilman Syah, kiper PSM menghadapi Perisja. Dia diharapkan mampu mementahkan serangan pemain lawan. Hilman Syah, 23 tahun, tampil gemilang dalam 32 kali debutnya di Liga Indonesia sejak 2018 dengan membuat sedikitnya 12 kali penyelamatan di fase grup Piala Menpora. Yang paling spektakuler, Hilman Syah tampil sebagai pahlawan menyelamatkan gawangnya dua kali ketika menghadapi dua algojo yang bertindak sebagai eksekutor tendangan adu penalti yang berakhir 4-2 bagi kemenangan kesebelasan “Juku Eja” tersebut pada 9 April 2021. (D’Palallo)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya