Bentengi Masyarakat dari Perpecahan, Aleg Provinsi Haslinda Sebut ki Perlu Nilai Pancasila

19 April 2021 00:34
Bentengi Masyarakat dari Perpecahan, Aleg Provinsi Haslinda Sebut ki Perlu Nilai Pancasila
Menurut politisi PKS itu, faktor pemicu pertengkaran karena terbentur dengan agama dari kelompok tertentu yang memliki kepentingan politik dan bertujuan memecah bela. Padahal fakta sejarah
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Makassar – Hj. Haslinda, S.Sos, M.Si, anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tentang toleransi antar ummat beragama untuk membentengi masyarakat dari pesatnya kemajuan teknologi yang kerap kali menjadi korban berita bohong atau hoax dan menyebabkan pertengkaran di tengah masyarakat, di Aula SMP 8 Kec.Manggala. Minggu (18/04/21)

Menurut politisi PKS itu, faktor pemicu pertengkaran karena terbentur dengan agama dari kelompok tertentu yang memliki kepentingan politik dan bertujuan memecah bela. Padahal fakta sejarah, telah membahas secara tuntas bagaimana tokoh-tokoh di masa lalu, merupakan representasi dari berbagai pemahaman, baik dari sisi agama, sosial maupun budaya.

“Pancasila adalah bentuk ideal sebagai penyangga konstitusi negara Indonesia yang sudah dibahas oleh pendiri bangsa kita. Tapi, sering kita dengar banyak di sana oknum mengatasnamakan agama tertentu dan memberikan pemahaman-pemahan yang keliru, apalagi cenderung keras dan radikal,” ungkap Haslinda.

Menurut Haslinda, sosialisasi kebangsaan seperti ini, diperlukan sebagai modal pengetahuan masyarakat dalam menjaga diri dari pengaruh paham keliru dan bertentangan dengan ideologi negara.

“Saya berharap ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan yang hari ini dilaksanakan dapat menjaga diri masyarakat dari pengaruh yang bertentangan dengan ideologi negara kita,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Manggala yang diikuti oleh kalangan pemuda, tokoh masyarakat maupun orangtua yang peduli terhadap generasi muda.

Sementara itu, Ilham Usman, S.Pd, narasumber kegiatan, menegaskan setiap orang berhak memeluk agamanya masing-masing, lakum diinukum waliyadin. Menurutnya, banyak paham terorisme tersebar di masyarakat karena adanya iming-iming surga. Ia menampik, bahwa hal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam sesungguhnya.

“Pancasila ini sudah sesuai dengan nilai-nilai Islam, mulai dari sila 1 sampai sila 5 tidak ada yang bertentangan dengan Islam. Justru ketika ada yang ingin menentang Pancasila, maka silakan bikin negara sendiri. Karena itu sama saja dengan tidak mau diatur negara,” terangnya.

Ustad Ilo, sapaan akrabnya, menerangkan kehidupan Nabi Muhammad serta Nabi terdahulu yang selalu menjaga hubungan silaturahmi, namun tetap menjaga batas-batasan terhadap non muslim. Ia mengajak semua peserta, untuk mempelajari agama secara tuntas. Sehingga diharapkan tidak terjadi hal yang merusak persatuan.


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya