Oleh : Usdar Nawawi

Mappakasiri’, Pejabat Narkoba di Bulan Puasa

26 April 2021 04:14
Mappakasiri’, Pejabat Narkoba di Bulan Puasa
Oleh : Usdar Nawawi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Dari para penceramah agama seringkali kita dengar penjelasan, bahwa selama bulan sucu ramadhan berlangsung, maka semua setan atau iblis diikat, agar mereka tidak punya kemampuan untuk datang menggoda manusia yang sedang menjalankan ibadah, termasuk ibadah puasa.

Atas penjelasan tersebut, pemuda sahabat saya, anak remaja mesjid, Husain, kepada saya bertanya, bila penjelasan para penceramah agama itu benar adanya, maka dapat dipastikan bahwa ke empat pejabat pemerintah kota yang ditangkap polisi itu karena penyalahgunaan nakoba jenis sabu, tidak mungkin nyabu karena godaan iblis. Lantas siapa yang menggoda mereka sampai seberani itu nyabu di bulan suci ramadhan pula ?

Mendengar omongan Husain itu, saya mengerenyitkan dahi. Bagaimana bisa menjawabnya dengan baik. Bagaimana saya bisa memberi jawaban yang masuk akal.

Saya bilang begini : Memang selama bulan puasa itu semua setan atau iblis dikerangkeng, biar istirahat dulu menggoda manusia ke jalan yang salah selama sebulan penuh. Persoalannya ialah, mungkin saja ke empat orang itu sudah tak perlu godaan iblis. Sudah tak perlu mendapatkan godaan setan. Sebab mereka itu sudah masuk golongan setan atau iblis. Jadi pelanggaran agama atau pelanggaran hukum buatan manusia yang sejalan dengan pelanggaran agama, itu bukan masalah bagi mereka. Mereka tidak lagi memerlukan godaan iblis. Godaan dari diri sendiri itu sudah cukup.

Kalau mereka tergoda oleh diri sendiri untuk mengkonsumsi sabu-sabu, itu telah menjadi hak prerogatif mereka untuk melakukannya, tanpa godaan pihak lain atau godaan dari pihak mana pun.

Heboh memang kasus narkoba pejabat pemerintah kota ini, yang sekejap menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Bahkan seantero negeri ini telah mengetahuinya.

Mereka para warga berceloteh bagaimana konyolnya ke empat orang itu. Mereka nyabu pada bulan puasa pula. Padahal, tentu saja, mereka mahfum bahwa narkoba itu telah menjadi musuh bangsa dan megara. Faktanya, pemerintah melalui kepolisian membentuk Satuan Narkoba di tiap Polres dan Polrestabes. Pemerintah juga membentuk Badan Narkotik Nasional (BNN) hingga BNP di provinsi. Semua itu sebagai upaya keras pemerintah memberantas narkoba.

Tetapi faktanya, kata seorang ibu-ibu, Mulyasari, justeri empat pejabat itu muncul mappakasiri’ (bikin malu) dengan menyalahgunakan narkoba di bulan sucu ramadhan pula. Otak mereka itu ditaruh dimana yaa ?

Data resmi milik Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pecandu segala jenis narkoba di Tanah Air melampaui empat juta jiwa. Itu pun yang tercatat, bayangkan apabila digabungkan dengan mereka yang masih berkeliaran, angkanya tentu fantastis.

Sebagian besar dari mereka adalah pecandu sabu-sabu. Mulai dari artis tersohor dalam negeri hingga pejabat pemerintah, sabu-sabu nampaknya selalu berhasil membuat korbannya ketagihan.

Narkoba jenis sabu-sabu menjadi favorit pengguna di Tanah Air. Durasi efek sabu-sabu tergolong lama dan mungkin yang paling panjang di antara lainnya. Satu atau dua isap saja mampu membuat seseorang terjaga lima hingga delapan jam. Untuk pengguna di kota-kota besar, ini merupakan suatu kelebihan untuk membantu mereka agar selalu aktif bekerja, bersosialisasi, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

Karakter perkotaan yang begitu sibuk membuat orang-orang di dalamnya termotivasi untuk menjadi sibuk juga. Namun sayangnya, sejumlah besar orang memilih menggunakan sabu untuk tetap sibuk dan menjadi bagian dari masyarakat yang aktif. Tentu saja ini adalah pilihan yang konyol, dan melanggar hukum negara.

Sebuah studi menjelaskan secara rinci bagaimana penggunaan sabu bisa mempengaruhi performa seksual kaum lelaku. Dikutip dari Popular-world.com, sebuah studi berjudul A Qualitative Study of the Relationship Between Methamphetamine Abuse and Sexual Dysfunction in Male Substance Abusers mengulik dampak penggunaan sabu bagi lelaki saat bercinta.

Dikatakan pada awalnya, penggunaan sabu bisa membuat lelaki bercinta lebih lama, orgasme yang lebih nikmat, serta peningkatan rasa senang secara keseluruhan.

“Anda juga akan punya kendali lebih besar atas hubungan seks tersebut. Dari 35 pria dalam penelitian yang merupakan pengguna metamfetamin, hanya satu peserta yang melaporkan, metamfetamin mengurangi hasrat seksualnya,” tulis peneliti Behrouz Dolatshasi dari University of Social Welfare and Rehabilitation Sciences, Iran, dilansir US National Library of Medicine National Institute of Health.

Namun efek ini tidak akan berlangsung lama. Semakin sering Anda menggunakan sabu, semakin cepat pula peningkatan kenikmatan dan performa seksual menurun.

Lama-kelamaan, peningkatan tersebut tidak lagi dirasakan, dan bercinta menjadi tidak menyenangkan. Dalam jangka panjang, lelaki pengguna sabu bisa mengalami disfungsi ereksi.

Bahkan peneliti percaya, penggunaan sabu akan membuat seseorang mengalami anhedonia, alias ketidak mampuan untuk merasakan senang dalam jangka panjang. Hal ini terjadi akibat tubuh memiliki tingkat kekebalan, yang membuat efek nikmat tidak bertahan lama.

Karena itu, peneliti menyarankan untuk tidak menggunakan sabu sebelum bercinta. Demi kenikmatan sesaat, sebab itu bisa berujung pada kehilangan kemampuan untuk memaksimalkan keintiman bersama pasangan. Matemija …. ***


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya