Ommale, Bertebaran Spanduk Sinis Sorot Stadion Mattoangin

27 April 2021 13:40
Ommale, Bertebaran Spanduk Sinis Sorot Stadion Mattoangin
Mau Memancing ke Mattoangin Maki saja. Begitulah tulisan di salah satu spanduk yang terpajang di pojok persimpangan Jl Andi Tonro dan Jl Kumala kota Makassar/Foto:Mahaji Noesa
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Tarik ulur rencana pembangunan kembali stadion di lokasi bekas Stadion Mattoangin diramaikan munculnya spanduk berkonten sinis di berbagai sudut kota Makassar, Senin, 26 April 2021.

Lokasi bongkaran bekas Stadion Mattoangin sebagian digenangi air membentuk bagai sebuah kolam saat terjadi hujan. Banyak warga kota Makassar memang datang memancing ke lokasi kolam dadakan tersebut/Foto: Mahaji Noesa

“Jangan Bongkar kalau tidak bisa membangun StadionG MattoanginG” Demikian salah satu tulisan hitam putih yang terpajang terang di dekat Traffic Light persimpangan Jl Cenderawasih dengan Jl Baji Minasa.

“Butuh Bukti Bukan Janji. Save Mattoangin.” Begitu kalimat spanduk terpampang mencolok di pagar Taman Pabaengbaeng, ujung Jl Veteran Selatan.

Spanduk terpajang di tepi persimpangan Jl Andi Tonro dengan Jl Kumala, justeru tulisannya lebih sinis: “Mau Memancing? Ke Mattoangin Maki Saja. Save Mattoangin.”

Salah satu tulisan protes tentang pembongkaran Stadion Mattoangin terpajang di pojok Jl Baji Minasa – Jl Cenderawasih kota Makassar. Entah siapa memasangnya/Foto: Mahaji Noesa

Kehadiran spanduk-spanduk tersebut, setelah sebelumnya ada tersebar penjelasan dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, bahwa akan melanjutkan progres pembangunan kembali stadion di lokasi bekas Stadion Mattoangin tetapi akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan anggaran dimiliki Pemprov Sulsel.

Sebagaimana diketahui, Stadion Mattoangin, venue kebanggaan PON IV tahun 1957 di kota Makassar telah dirobohkan oleh Pemprov Sulsel.

Setelah sebelumnya YOSS (Yayasan Olah Raga Sulawesi Selatan) selama puluhan tahun mengelola stadion ini pada Maret 2020 menyerahkan kembali aset tersebut ke Pemprov Sulsel.

Penyerahan aset yang bernilai sekitar Rp905 miliar dari YOSS ke Pemprov Sulsel disaksikan Wakil Ketua KPK Nurul Gufron.
Pemprov Sulsel saat masih dalam kendali kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah, sebelum ditangkap KPK Pebruari 2021, merencanakan membangun Sport Centre dengan stadion sepak bola standar FIFA di lokasi bekas Stadion Mattoangin.

DPRD Sulsel pun telah merestui pembangunan Sport Centre di lahan seluas lebih dari 79.000 meter persegi, dengan rencana anggaran Rp1,1 triliun.

Namun kemudian anggaran untuk pembangunan stadion yang diharapkan dari pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021 tidak cair.

Plt Gubernur Sulsel kemudian tidak akan menambah utang untuk pembangunan Sport Centre tersebut.
Diinformasikan, tahun sebelumnya Pemprov Sulsel telah berhutang tahap I dari PEN dan PT SMI sebesar Rp1,3 T untuk biaya pembangunan berbagai infrastruktur di Sulsel.
Andi Sudi, sapaan akrab Plt Gubernur Sulsel mengungkap, terdapat sekitar Rp 300 miliar hutang Pemprov Sulsel yang harus dibayar tahun 2021.

Dari DPRD Sulsel ada yang menyebut untuk pembangunan kembali stadion sebenarnya dapat dicari opsi lain untuk anggarannya. Tapi untuk proyek strategis semua diserahkan sebagai kewenangan pihak eksekutif mau atau tidak dilakukan.
Andi Sudi sendiri menyatakan tidak akan mengambil risiko, justeru terlebih dahulu akan menyelesaikan hutang yang ada tak hendak menambah utang baru.

Sebelum munculnya spanduk-spaduk bernada sinis di sudut-sudut kota Makassar terhadap rencana pembangunan kembali stadion di lokasi bekas Stadion Mattoangin, terlihat didahului kehadiran coretan-coretan mural di berbagai sudut kota yang menyatakan Save Stadion dan Makassar Butuh Stadion.

Spanduk-spanduk tentang Save Stadion yang kini ramai terlihat tanpa ada identitas pihak siapa yang membuat atau memasangnya.
“Spanduk liar,” komentar seorang warga kota, Senin siang setelah mengamati dan membaca tulisan sebuah spanduk terpajang di pojok Jl Andi Djemma (d/h Jl Landak Baru) dengan Jl Veteran kota Makassar.
Kalimat dalam spanduk tersebut menyatakan: “Semua Harapan Bisa Hilang Kecuali Save Mattoangin.” (aji)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya