Catatan Kecil Untuk Puang Dullah

Sikedde Rong Untuk Sahabat

01 May 2021 21:00
Sikedde Rong Untuk Sahabat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Penulis : Arwan D. Awing (Wapemred BugisPos.Com)

BugisPos — Hari ini, Sabtu 01 Mei 2021, saya terbangun pukul 10.00 Wita, bukan karena telat bangunnya, akan tetapi karena telat boboknya setelah semalaman begadang bergelut dengan lembaran-lembaran kalam ilahi yang setahun sekali ku buka itu (Semoga Allah Mengampuni). Saya memang terbangun memang tepat jam segitu karena ketika membelalakkan mata, mataku tertuju pada layar gadget yang menunjukkan itu.

Saya terbangun karena ribut-ribut tetangga yang berbicara tentang “ada demo”, karena insting “sotta” kewartawananku muncul maka aku ingin cari tahu demo apa gerangan ?, ternyata baru saya sadari hari ini bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia.

Tiba-tiba saya teringat dengan salah satu sahabat yang dini hari tadi masih sempat saya uploadkan berita tentangnya. Saya kemudian mengambil gadget untuk mencoba membuat catatan-catatan kecil tentangnya.

Saya kenal dengannya diawal pemerintahan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, kebetulan dia sebagai Kadis Kominfo SP Sulsel menelpon Pemred BugisPos.Com Usdar Nawawi agar menjalin kerja sama pemberitaan. Kemudian dari itulah, Boss ka (Usdar Nawawi) mengarahkan saya untuk membackup pemberitaan-pemberitaan dan menjalin komunikasi. (Catatan 1 : Memiliki kepekaan serta naluri tajam)

Sejak itulah saya menjalin komunikasi intens lewat dunia maya (WA) kami begitu akrab walaupun belum pernah bersua. Saya mulai bertemu langsung ketika Kominfo SP Sulsel mengadakan acara pertemuan bertajuk Sahabat Kominfo. Saya masih ingat isi pesan singkatnya, “Pak Awing, saya undangki besok di Sahabat Kominfo”. (Catatan 2 : Memiliki Social Network)

Pada acara itu, saya mengambil kursi yang agak pojokan bukan karena sering mojok, cuma karena saya anggap itu adalah tempat yang paling strategis untuk melihat seluruh audiens yang hadir. Setelah moderator membuka acara dan memperkenalkan para pembicara, dia kemudian memulai pembahasan tentang seputar Kominfo SP Sulsel sebagai corong Pemprov Sulsel, bagaimana membuat kemitraan dengan media serta bagaimana membuat wajah Pemprov Sulsel dikenal melalui Kominfo SP Sulsel. Para audiens cukup terpukau dengan pemaparannya. “Cukup ahli juga ini beliau di bidang komunikasi publik,” benakku. Padahal berdasarkan telaahku tentangnya, dia berlatar belakang pertanian dengan gelar “Ir” didepan namanya. (Catatan 3 : Komunikatif)

Pada sesi tanya jawab, saya menjadi penanya yang terakhir, dari titik itulah dia kemudian memperkenalkan diriku ke audiens bahwa kami sering berkomunikasi tapi baru bertatap muka saat itu. “Ini Pak Awing, sering komunikasi intens lewat WA cuma baru ketemu hari ini, ternyata orangnya gagah ternyata,” godanya membuka jawaban dari pertanyaanku. Kalau tak salah ingat, saya mengusulkan bagaimana Sahabat Kominfo ini ikut bersama gubernur touring ke Seko Lutra, yang kemudian disambut aplaus oleh audiens. Dari pihak Kominfo Sulsel kemudian merespon dengan menyediakan beberapa mobil yang segala tetek bengeknya ditanggung Kominfo Sulsel, cuma karena sesuatu dan lain hal saya tidak sempat ikut, padahal mobil untuk berangkat telah siap semuanya. (Catatan 4 : Responsif).

Setelah acara tersebut, saya tak pernah nongol lagi dihadapannya, akan tetapi komunikasi lebih intens melalui jaringan pribadi (japri) WA. Hampir semua kegiatan gubernur pada waktu itu tak ada yang luput dari pemberitaan, karena dia sendiri yang membuat rilis kegiatan gubernur yang kemudian dikirimkan keseluruh media partner. (Catatan 5 : Pandai ).

Dia kemudian dimutasi untuk menahkodai Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, sempat beberapa saat kami hilang kontak karena ditempat barunya kerja sama untuk media dihilangkan, “jadi mungkin dia merasa sungkan untuk melaporkan kegiatannya kepada media” pikirku.
Hingga suatu saat, berita tentang kegiatannya di japrikan ke saya, dari situlah kami intens kembali berkomunikasi. Beberapa kali, dia mengundang kami (media) untuk bertandang ke ruangannya atau ke kantin untuk sekedar minum kopi, sehingga DPLH ditangannya layaknya.
Kominfo saja. Dia menjalin komunikasi dengan media untuk melaporkan kegiatannya dengan caranya tersendiri. Menurutnya, “kita bekerja ini, selain kita lapor ke pimpinan, harus kita lapor juga kepada masyarakat, bagaimana caranya masyarakat tahu kalau bukan media yang memberitakan,” jelasnya padaku suatu ketika. “Selain pimpinan, masyarakat harus tahu apa yang kita kerjakan, bagaimana masyarakat mau tahu kalau media kita tidak libatkan. Media ini yang menjadi jendela bagi masyarakat untuk tahu apa saja yang kita kerjakan, jadi kalau pimpinan OPD alergi pada media, maka masyarakat bisa curiga apa yang kita kerjakan, begitu Pak Awing,” katanya. (Catatan 6 : Kreatif).

Selama di Kominfo dan di DPLH, sangat sering rasanya saya mengangkat pemberitaan tentang penganugerahaan penghargaan baik itu skala lokal maupun nasional, apalagi menjelang masa purna tugas di tahun 2021 ini, kurang lebih 3 atau 4 kali kalau saya tidak salah dia mendapatkan award. (Catatan 7 : Berprestasi)

Ada cerita yang mungkin patut juga saya tuangkan disini, sewaktu gempa di Mamuju Sulbar terjadi, kami di BugisPos dibackup oleh beberapa media dan komunitas membuat BugisPos & Collaboration Pray for Sulbar untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Sulbar. Dengan cepat, dia ikut berperan menyokong kami di BugisPos & Collaboration untuk menjalankan misi kemanusiaan berupa bantuan dana kemanusiaan dari kocek pribadinya dan dia tak mau ini diumbar. (Catatan 8 : Peka terhadap Kemanusiaan).

Pernah suatu ketika, saya di telepon sangat pagi sekali, terbaca saat HP saya On kan, terlihat panggilan tak terjawab darinya. “Ada yang penting dan mendesak ini,” pikirku. Saya kemudian berinisiatif untuk menghubunginya kembali, ternyata ada rilis berupa jawabannya dari tuduhan suatu pemberitaan yang tidak terkonfirmasi yang diarahkan kepadanya. Dia dengan apik membalas berita dengan jawaban berita pula dengan meminta tolong kepadaku agar segera memuat jawaban dari tuduhan dari salah satu media yang belum terkonfirmasi. “Ini menyangkut soal integritas, Pak Awing,” tegasnya kepadaku. Hari itu juga dia bersurat kepada inspektorat agar lembaga dibawahnya agar segera diaudit secara menyeluruh agar tercipta transparansi dalam tata kelola di dinas yang dipimpinnya. Walhasil setelah berita jawabannya muncul, tidak sampai 24 jam, wartawan dari media tersebut meminta maaf secara pribadi kepadanya karena langsung memuat berita dari kiriman LSM yang katanya menginvestigasi itu. Walaupun masalah itu telah selesai, dia tetap meminta inspektorat untuk memeriksa lembaganya secara resmi. Walaupun hasilnya tak ada temuan, namun dia mengajarkan transparansi dalam pemerintahan. (Catatan 9 : Transparan)

Jelang Purna Tugas

Diawal tahun 2021, saya ditemani dinda Zulfikar bertandang ke ruangannya dalam upaya pembuatan video Milad BugisPos yang ke 22, sebelum sesi rekaman kami mulai, dia menyampaikan bahwa diawal Mei 2021 ini, dia sudah purna tugas sebagai ASN. Katanya,” Awal Mei terhitung 1 Mei 2021 saya sudah pensiun sebagai ASN, Pak Awing”. Saya sempat bertanya, “Cepatnya itu Puang, ka masih muda jaki saya liat, masih bugar jaki”. “Sudah 60 tahun mi nanti Pak Awing,” timpalnya.

Menurutnya, usianya yang ke 60 dan masih terlihat muda karena dia bekerja apa adanya dan mengalir saja serta tak ada yang ditutupi kepada bawahan. Selama mengabdi 35 tahun menjadi ASN dia tak pernah mengambil cuti pribadi, dia cuma sekali mengambil cuti ketika menjalankan ibadah haji. “Itu saja, saya ambil cuti Pak Awing, kita digaji oleh negara ini untuk bekerja jadi kita harus bekerja semaksimal mungkin, penilaian nanti datangnya dari pimpinan dan masyarakat,” ujarnya. “Saya sudah bertugas di Mamuju, Tommo, Baras hingga di Pasangkayu, pernah juga di Lutra dan sempat ikut Pilkada namun belum rezeki dan akhirnya berlabuh di Pemprov, Pak Awing, itu kita lakukan dengan ikhlas akan enak semua itu dijalani,” ucapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu stafnya, menurutnya,”Bapak itu tidak pernah alpa, biar sakit masuk ji juga, baru beliau tidak mau konsumsi obat kimia, dia lebih dia suka konsumsi herbal ji, itu mi mungkin fisiknya beliau masih bagus diusianya yang ke 60″. “Saya juga kukira usianya masih 55 tahun, ternyata 60 mi pale, padahal fisiknya masih kuat, daya ingatnya juga masih bagus. Biasanya kalau umur 60 tahun mi orang, lalod-lalod (lambat loading = kurang baik responnya) mi orang,” jawabku yang disambut gelak tawa para staffnya.

Para staffnya juga bercerita, bahwa selama menahkodai DPLH, rata-rata staffnya berkesempatan merasakan kunjungan kerja ataupun study banding di pulau Jawa. “Jadi beliau mengutus kami secara merata, jadi para bawahan merasakan keadilan serta kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri.(Catatan 10 = Profesional).

Pak Awing, Saya Pamit

Hari itu Jumat, 30 April 2021, saya mencoba mengirim pesan, “Puang, apakah masih berkantor ki,” . Tiba balasannya, “iya dinda, saya tunggu ki sudah shalat Jumat”.

Selepas shalat Jumat saya menuju kantor Gubernur, tepatnya di lantai 3 Kantor DPLH Sulsel, setibanya disana para staffnya yang sudah kadung akrab padaku menyapaku, “masukki, ada ji Bapak,”. “Iye, janjian jaka,” jawabku. Saya sempat melirik sejenak kedalam ruangannya, nampak dia mengumpulkan para bawahannya kepala bidang maupun kepala seksi, mungkin sekedar berpamitan, batinku. Nampak juga beberapa staf dari berbagai bidang datang membawa beberapa dokumen yang akan ditanda tangani olehnya.

Tak lama kemudian, setelah ruangannya kosong saya diarahkan masuk.
“Assalamu Alaikum Puang,” salamku membuka pintu. “Walaikum Salam, sini Pak Awing,”balasnya seraya memberikan kursi untuk duduk. Dia membuka percakapan, “Alhamdulillah, akhirnya tiba sudah hari yang ditunggu-tunggu Pak Awing. Tahun demi tahun, minggu demi minggu hingga hari demi hari hingga tiba juga waktunya untuk kita pergi. Barang-barang saya sudah saya kemas semua, mobil dinas saya sudah kembalikan, semua pekerjaan sudah saya bereskan, Alhamdulillah akhirnya tiba juga di penghujung Pak Awing”.
“Tapi kita telah lewati selama 35 tahun menjadi ASN dengan selamat Puang,” jawabku.
“Itu yang menjadi salah satu kesyukuran buatku, karena banyak teman-teman kita yang terjerat dengan masalah hukum sebelum pensiun Pak Awing,” ucapnya.

Kamipun larut dalam percakapan yang lebih serius, tentang bagaimana tata kelola birokrasi yang baik, bagaimana membuat transparansi dalam kegiatan pembangunan sehingga tidak ada namanya proyek siluman serta bagaimana memajukan Sulsel dengan sumber daya yang ada, baik itu pengelolaan melalui perusahaan daerah dan lain-lain.

“Brillian tong ide-idenya ini Puang,” pikirku.
“Kalau ide-ide kita semua itu Puang diterapkan maju ki Sulsel itu,” selaku tiba-tiba.
“Saya siap membantu Bapak Plt. Gubernur Pak Awing baik didalam maupun diluar pemerintahan, karena gaya kepemimpinan yang diterapkan sangat modern,” balasnya.

Sesekali pembicaraan terpotong dengan suara HPnya yang berbunyi, ternyata telepon dari istrinya dan teleponnya selalu ditutup dengan kata “sayang” diujungnya.

“Luar biasa ini Puang, sudah 60 tahun mi tapi masih sering kata “sayang” untuk istri, sudah jarang-jarang saya dengarmi yang demikian itu Puang,” godaku tiba-tiba.
“Ahhh.. biasa itu Pak Awing, kata itu merajut harmoni dalam keluarga.

Tak terasa waktu jam pulang kantorpun tiba, dia kemudian memanggil seluruh staff honorernya kedalam ruangan yang kemudian kami kembali ikut hanyut dalam hangatnya suasana kekeluargaan di DPLH Sulsel, dia kemudian membagikan THR kepada seluruh staf honorernya yang disambut gembira oleh mereka.

Dua orang stafnya mengangkat 1 dos besar miliknya dan staf wanita membawa barang-barang tentengannya, saya berjalan mendampinginya turun dari ruangannya, beberapa pegawai yang bertemu dengannya menyapa dan memberi selamat kepadanya.

Kamipun tiba ke parkiran mobil, selanjutnya dia menunjukkan kembali, “ini mobil pribadi saya, Pak Awing”. Para stafnya memasukkan barang-barangnya kedalam bagasi mobilnya. Sebelum masuk ke mobilnya,

dia kemudian pamit kembali kepadaku,
“Saya pamit Pak Awing, sampaikan salam kepada teman-teman semua,” ucapnya sembari memberikan salam corona, dari sorot matanya, tampak sedikit berkaca-kaca menandakan keharuan yang mendalam. (Catatan 11 : Familiar, Romantis dan Open Minded)

“Dari sorot matanya, saya lihat masih banyak ide-ide di kepalanya yang akan disumbangkan untuk kemajuan daerahnya. Walaupunpun usianya menghalanginya untuk memberikan sumbangsih bagi Pemprov Sulsel dan Indonesia namun dari kemampuannya serta kemauannya dia masih bisa berkarya, bukan untuk kepentingan pribadinya akan tetapi lebih jauh dari itu, untuk menyalurkan ide-ide kemajuan di kepalanya,” pikirku.

“Selamat dan sukses 35 tahun mengabdi untuk bangsa buat Bapak Ir. H. Andi Hasdullah, M.Si, selamat menjalani purna tugas Puang Dullah, salam dari kami Sahabatmu,” Arwan D. Awing.


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya