Peringati ki Hardiknas dan Buruh di Enrekang, Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, Matinya Demokrasi

04 May 2021 04:17
Peringati ki Hardiknas dan Buruh di Enrekang, Diwarnai Aksi Unjuk Rasa, Matinya Demokrasi
Aksi tersebut digelar, oleh puluhan pemuda mahasiswa dengan secara bergantian melakukan orasi dengan grand isu "matinya demokrasi di dunia pendidikan dan klas buruh yang tertindas" .
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Pergerakan Koalisi Rakyat ( PERKARA ) menggelar aksi unjuk rasa. Dalam rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh di depan gedung DPRD Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin ( 3/05/2021).

Aksi tersebut digelar, oleh puluhan pemuda mahasiswa dengan secara bergantian melakukan orasi dengan grand isu “matinya demokrasi di dunia pendidikan dan klas buruh yang tertindas” .

Harmin selaku kordinator lapangan mengungkapkan bahwa, demokrasi didunia pendidikan tidak lagi bisa didapat, karna persoalan birokrasi didalam kampus sudah membatasi kebebasan berekspresi dari pada mahasiswa itu sendiri.

Padahal perguruan tinggi harusnya mengedapankan prinsip-prinsip demokrasi dan tidak menekan akitivitas mahasiswa yang ingin menuntut hak-hak demokrasinya di dalam kampus.

“Kami dari PERKARA, yang didalamnya adalah rata-rata mahasiswa, sangat menginginkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan berpihak terhadap rakyat.

Sebab situasi pendidikan tidak terlepas dengan tertindasnya kaum buruh yang dilakukan oleh korporasi yang tidak memikirkan nasib rakyat.

Dan mahasiswa tidak menuntut kemungkinan akan berada pada bagian buruh itu sendiri, sehingga sudah seharusnya pemuda mahasiswa mendukung perjuangan buruh yang di rampas haknya oleh korporasi yang tidak bertangung jawab.

“Sehingga kami dari pemuda Enrekang, mendesak DPRD Kabupaten Enrekang untuk bagaimana menindak lanjuti upah minimum provinsi yang sudah ditetapkan oleh gubernur untuk diterapkan dan juga membuat perda pemberdayaan tenaga kerja lokal dan perlindungan buruh di kabupaten Enrekang, ” tegas harmin dalam orasinya, “kemudian-

Diruang rapat Aula, ketua DPRD Kabupaten Enrekang ‘Idris Sadik, mengatakan persoalan aspirasi pemuda ini, akan kami tindak lanjut agar bagaiman bisa membuat perda pemberdayaan tenaga kerja dan juga UMP (Upah Minimum Provinsi), yang sudah di tetapkan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, agar ditindak lanjuti dan diterapkan di kabupaten enrekang.

“Untuk itu kami akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) yang melibatkan beberapa instansi terkait dan komisi yang membidangi, supaya bisa kita diskusikan secara bersama ” ungkapnya.

Aksi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan satpol PP sampa selesai dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

sumber : syafar


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya