Air Menggenangi Jalan, Warga Manggala Protes, “Kotoranaji Na Kasiki”

23 May 2021 12:23
Air Menggenangi Jalan, Warga Manggala Protes, “Kotoranaji Na Kasiki”
Genangan air di depan BTN Ranggoon Permai Jalan Tamangapa Raya.

BugisPos — Sejumlah warga di depan BTN Ranggoon Permai Jalan Tamangapa Raya Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala melakukan protes.

Mereka mengeluhkan akses jalanan yang tergenang air dan tidak ada perhatian dari pihak Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel.

Menurut salah satu warga, mereka sangat kecewa karena Kecamatan Manggala ini, hanya dijadikan tempat pembuangan saja, tanpa ada kompensasi pembangunan dari pemerintah.

“Dari dulu Kecamatan Manggala jadi tempat pembuangan. Sekarang apa sumbangsihnya pemerintah kepada Manggala, dari lahir hingga mati jadi tempat pembuangan, mulai dari pembuangan sampah sampai pembuangan tinja, tapi apa yang didapat Kecamatan Manggala, tidak ada !,” protesnya.

“Kotoranna ji na kasiki,” timpal yang lain.

“Dari kedua-duanya, baik Pemprov maupun Pemkot tidak ada kompensasinya kepada Manggala, Kotoranna ji na kasiki,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal ini, Lurah Bangkala, H.A.Zulfiqar Kamaruddin,S.STP, M.Ap ketika dihubungi BugisPos, Minggu (23/5/2021) mengatakan hal ini sudah ditangani.

“Ini masalah sudah bertahun-tahun tapi masyarakat saya kena dampak tentang genangan air, tapi Alhamdulillah permasalahan ini sudah ada solusi baik dari pihak dinas PU Provinsi dan dinas PU kota Makassar, untuk sementara alat berat dinas PU kota akan turun dari hasil koordinasi dengan dinas terkait,” singkatnya.

Senada, Camat Manggala, Drs. Anshar Umar, M.Si mengatakan bahwa lokasi tersebut menjadi prioritas dari Satgas drainase dan sering dikerjakan berulang-ulang cuma terbatas karena memakai alat manual.

“Kalau Satgas sudah berulang-ulang juga. dikerja, cuma kalau 2,3 kali penuh lagi karena kemiringan tanah yg mudah terkikis, sehingga sedimentasi cepat sekali,” ulasnya.

“Bahkan sudah masuk program hari ini dan 10 hari ke depan di TKP fokus utama,” imbuhnya.

“Waktu bulan puasa, 2 minggu lalu saya ketemu pengawas penggalian drainase sudah masuk juga prioritas utama penggalian karena harus ada alat berat, kalau untuk manual kami sudah rutin kerjakan cuma sangat terbatas,” tambahnya.

Dia juga berharap agar kasus ini menjadi keluhan warganya yang terakhir.

“Mudah-mudahan ini yang terakhir aspirasi warga,” pungkasnya.

Terpisah, Humas PU Kota Makassar, Hamka Darwis menyampaikan bahwa telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat dan saat ini telah mengirimkan alat berat untuk mengatasi hal tersebut.

Dalam aksi protes tersebut, warga sempat memblokade jalan dengan memasang ban bekas yang dipakai untuk berorasi. Untuk menenangkan warga, Kapolsek Manggala, sempat turun untuk mberikan pemahaman kepada warga dan mengajak seluruh RT, RW serta parah tokoh masyarakat untuk berembuk dan menyampaikan aspirasi.

“Saya siap mengawal aspirasi bapak-bapak semua,” tegasnya.


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya