Tingkatkan Pengelolaan Whistleblowing System, Bank Sulselbar Tauwwa Gandeng KPK

01 July 2021 10:45
Tingkatkan Pengelolaan Whistleblowing System, Bank Sulselbar Tauwwa Gandeng KPK
FGD Bank Sulselbar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

BugisPos – Langkah spektakuler sedang dilakukan PT Bank Sulselbar dalam konteks meningkatkan kewaspadaan usaha dari segi hukum.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan good corporate governance (GCG), PT Bank Sulselbar menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan efektivitas pengelolaan Whistleblowing System (WBS).

Hal tersebut dilakukan melalui pelaksanaan FGD yang dihadiri jajaran direksi Bank Sulselbar, di antaranya Direktur Utama Amri Mauraga, Direktur Operasional dan IT Irmayanti Sulthan, Direktur Pemasaran dan Syariah Rosmala Arifin, dan Direktur Kepatuhan Dian Anggriani Utina. Turut hadir pula, Komisaris Independen Bank Sulselbar, Prof Marsuki dan Adlinsyah M Nasution.

Diketahui, WBS merupakan serangkaian prosedur yang disusun untuk menerima dan menangani informasi terkait dugaan tindak pidana tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi yang melibatkan pegawai dan orang lain yang yang dilakukan dalam organisasi atau lingkungan tempat bekerja.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Amri Mauraga menjelaskan penerapan WBS di Bank Sulselbar sudah dilakukan sejak lama. Hal tersebut merupakan sistem antifraud yang wajib diterapkan oleh perbankan.

“Jadi Whistleblowing System itu memang di perbankan sudah wajib. Kita sejak penerapan antifraud beberapa tahun lalu, memang sistem kita sudah mapan, jadi sudah kita atur sedemikian rupa termasuk perlindungan kepada pelapor. Itu memang harus diatur kerahasiaan informasinya,” jelas Amri, dilansir dari SINDOnews, Senin, 14/6/21.

Untuk meningkatkan pengelolaan Whistleblowing System, Amri menyebut pihak Bank Sulselbar menggandeng KPK agar informasi atau pelaporan dapat terintegrasi langsung ke KPK. Hal tersebut diyakini bisa meningkatkan kualitas dari sistem Whistleblowing System, utamanya dalam menindaklanjuti informasi yang masuk.

“Sekarang ini dengan kerja sama KPK, bagaimana setiap informasi yang dimasukkan dalam WBS itu terintegrasi ke KPK sehingga memudahkan kontrol dan tindak lanjutnya. Sehingga diharapkan ke depan penerapan WBS yang terintegrasi dengan KPK dengan sendirinya meningkatkan tata kelola atau penerapan good governance di Bank Sulselbar,” urai Amri.

Dia optimistis, tahun ini sistem yang dimiliki oleh Bank Sulselbar sudah bisa diintegrasikan dengan KPK. Apalagi dalam waktu dekat, akan ada penandatanganan kerja sama (MoU) antara Bank Sulselbar dengan KPK untuk mempertegas komitmen keduanya. “Targetnya mudah-mudahan tahun ini bisa dirampungkan,” sebut Amri.

Whistleblowing System dinilai penting untuk mewujudkan good corporate governance sebagai upaya Bank Sulselbar untuk meningkatkan kepercayaan kepada nasabah. Tata kelola manajemen risiko serta penanganan antifraud yang baik sangat penting, apalagi Bank Sulselbar merupakan institusi perbankan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sekarang kan berbisnis tidak semata-mata menghasilkan keuntungan finansial, tapi yang paling utama adalah memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” ujarnya (adv)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya