Pemerintah Maros Berikan ki Tauwwa Perhatian Bagi Pasien Covid-19

06 July 2021 23:19
Pemerintah Maros Berikan ki Tauwwa Perhatian Bagi Pasien Covid-19
Bupati dan Wakil Bupati Maros di Tribun Utama Pelantikang kantor Bupati Maros, Selasa (06/07/2021).

BugisPos — Pemerintah Kabupaten Maros lakukan penyerahan bantuan logistik bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 se-kabupaten Maros.

Dalam memberikan perhatian, Pemerintah Kabupaten Maros serahkan bantuan logistik bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara simbolik di Tribun Utama Pelantikang kantor Bupati Maros, Selasa (06/07/2021).

Bantuan ini dengan tujuan untuk peningkatan imun bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Penyerahan bantuan logistik ini berupa obat, vitamin C, minuman vitamin C, susu, serta makanan-makanan yang dapat meningkatkan imun.

Melihat peningkatan kasus, Bupati Maros HAS Chaidir Syam yang turut hadir didampingi Wakil Bupati Maros Hj Suhatina Bohari kembali menyampaikan apa yang ditekankan oleh Plt Gubernur SulSel Andi Sudirman Sulaiman.

“Untuk masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan sebaiknya melakukan tes COVID-19 (testing) dulu sebelum kembali beraktivitas,” tungkas Chaidir.

Dirinya menyebut, klaster tertinggi berasal dari klaster perjalanan. Inilah sebab pentingnya orang-orang yang telah melakukan perjalanan harus di testing, harus dipastikan mereka tidak membawa virus Covid-19.

Kasus konfirmasi positif di kabupaten Maros yang aktif sampai senin (05/07) malam kemarin tercatat ada 57 orang. Satu diantaranya dirawat di RSUD dr. Palaloi dan 56 orang lainnya Isolasi Mandiri (Isman) di rumah.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Maros dr Muhammad Yunus, Pasien yang terkonfirmasi ini tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros. Hanya tersisa dua kecamatan yang masih dalam zona hijau, yakni kecamatan Camba dan kecamatan Tompobulu.

“Untuk kasus tertinggi ada di kecamatan Turikale dengan 12 kasus, disusul Mandai ada 11 kasus, Simbang 8 kasus, dan Bantimurung 5 kasus. Kasus terendah ada di kecamatan Cenrana dan Mallawa, yakni masing-masing satu kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya dr Yunus.

Setelah dilakukan penelusuran kontak erat (tracing) terhadap pasien yang terkonfirmasi positif, ternyata belum ada yang melakukan vaksinasi. Rata-rata pasien yang terkonfirmasi adalah klaster perjalanan, baik dari DKI, Surabaya juga wilayah lainnya. Klaster selanjutnya ialah klaster pedagang dan klaster Mahasiswa.

Tidak berhenti sampai disini, usai pemberian secara simbolik, Bupati beserta rombongan akan langsung melakukan kunjungan ke pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Editor : Syahrul

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya