Ditegur Tak Mau Kenduri Bede, Ketua MUI Labura Tewas Dibantai, Tangannya Putus

28 July 2021 13:13
Ditegur Tak Mau Kenduri Bede, Ketua MUI Labura Tewas Dibantai, Tangannya Putus

BugisPos — Seorang korban ditemukan tewas didalam selokan warga dengan tangan terputus di jalan Utama Lingkungan II Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Korban diketahui bernama H. Aminul Rasyid Aruan yang menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Labuhanbatu Utara (MUI Labura) H Aminul Rasyid Aruan.

Tak berselang lama, polisi akhirnya membekuk pelaku pembunuhan. Tersangka pembunuh H Aminul Rasyid Aruan berinisial A alias Anto Dogol berhasil ditangkap pada Selasa (27/7/2021).

Motif awalnya, karena tokoh agama ini dibunuh gara-gara sering menegur pelaku karena tidak pernah ikut kenduri.

Dalam video yang berhasil terekam kamera warga terlihat awalnya pelaku yang bertelanjang dada sudah telungkup di teras rumah, Selasa malam.

Petugas Polres Labuhanbatu langsung mendatangi pelaku dan memborgol tangannya.

Pada video lainnya yang beredar di media sosial, terlihat pelaku yang berambut gondrong tersebut dibawa polisi dan dikerumuni warga.

Terlihat amarah warga mulai tidak terkontrol dan nyaris menghakimi pelaku.

Seperti dilansir dari Tribun, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu AKP Parikesit membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan.

“Sudah diamankan,” cetusnya.

Ia menyebutkan bahwa pelaku bernama Suprianto alias Anto Dogol.

Saat ini masih pengembangan kasus, mencari barang bukti parang yang digunakan,” bebernya.

Parikesit menyebutkan bahwa tubuh korban penuh dengan luka. Tangan korban bahkan sampai putus.

“Banyak luka-luka di kepala, di badan, di tangan. Infonya tangannya sampai putus,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa kejadian terjadi pada sekitar pukul 17.30 WIB, dimana Aminul meninggal akibat kehabisan darah.

“Penyebab kematian kehabisan darah akibat dibacok. Kejadiannya jam 17.30 WIB di Labuhan Batu Utara,” tuturnya.

Lebih lanjut, Parikesit menuturkan bahwa kematian korban tidak ada kaitan dengan jabatan yang diemban.

“Benar Ketua MUI Labura, tapi enggak ada hubungannya dengan peran dan jabatannya. Ini masalah pribadi,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa dugaan sementara motif pelaku akibat sakit hati ditegur tidak pernah kenduri.

“Karena ditegur sebelumnya jarang kenduri, tapi enggak bisa dipertanggungjawabkan. Karena kabar burung,” jelasnya.

Terpisah, seperti dilansir oleh Detik.Com, Rabu (28/7/2021),

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas meminta pihak kepolisian untuk dapat sesegera mungkin membongkar motif dari pembunuhan ini dan memprosesnya untuk diseret ke pengadilan bagi dijatuhi hukuman yang seadil-adilnya yang setimpal dan sepadan dengan tindakan yang telah dilakukannya tersebut.

Pembunuhan tentu tidak dibenarkan. MUI mengutuk keras pembunuhan sadis itu. Anwar Abbas menyebut tindakan itu sebagai ‘sangat terkutuk’ dan ‘terlaknat’.

“Perbuatan ini benar-benar merupakan sebuah perbuatan dan tindakan yang sangat biadab dan terlaknat yang tidak boleh ditolerir sama sekali. Untuk itu bagi tegaknya keadilan yang bersangkutan harus dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya,” tutup Anwar Abbas.

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya