Kodong, Kapalnya Tertahan Karena PPKM, Penumpang KM. Amukti Palapa Menjerit Kehabisan Uang di Makassar

31 July 2021 18:46
Kodong, Kapalnya Tertahan Karena PPKM, Penumpang KM. Amukti Palapa Menjerit Kehabisan Uang di Makassar 
Sakka dan keluarga disalah satu rumah kos di Villa Mutiara Jalan Tol Ir. Sutami

BugisPos — Kapal Perintis Amukti Palapa dengan rute Liukang Tangaya – Makassar – NTB tertahan di Bima, Nusa Tenggara Barat karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Imbas tertahannya KM. Amukti Palapa di Bima, membuat puluhan penumpangnya yang turun di Kota Makassar terlunta-lunta.

Salah satu penumpang KM. Amukti Palapa atas nama Sakka (35) dan istrinya Muniah (35) mengadukan nasibnya ke redaksi BugisPos, Sabtu (31/7/2021).

Sakka asal pulau Tinggalungan Kelurahan Sapuka Kecamatan Liukang Tangaya sudah hampir satu bulan di tertahan di Makassar akibat dihentikannya pengoperasian Kapal Perintis Amukti Palapa.

Sakka yang mengantarkan istrinya ke rumah sakit di Makassar untuk menjalani operasi terpaksa tertahan di Makassar karena KM. Amukti Palapa tertahan di Bima akibat PPKM.

Menurutnya, dia sekarang sudah kehabisan uang dan sudah merasa berat tinggal menumpang di rumah kerabat yang juga masih kost.

“Cappu ni doi ku, Pak. Masiri tona ko keluargae, ka alena makkost mupi kasi’ (Habis sudah uangku, Pak, saya juga sudah malu dengan keluarga disini, yang juga masih kos-kosan disini),” keluhnya dengan bahasa bugis yang kental.

“Masih ada puluhan orang yang senasib dengan Sakka ini Pak, semua tertahan di Makassar. Mereka semuanya menunggu rute balik KM. Amukti Palapa yang tertahan di Bima,” timpal Darmawan, salah satu keluarga yang mendampingi Sakka.

Menurut Sakka, KM. Amukti Palapa adalah satu-satunya kapal perintis yang menuju rute ke Liukang Tangaya Pangkep. Dia berharap agar KM. Amukti Palapa dapat berlayar lagi dan mereka dapat segera pulang ke kampung mereka atau bagaimana caranya agar mereka diberi solusi.

Salah satu warga Liukang Tangaya, Ramlan (30) meminta kepada Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut agar dapat mengizinkan beroperasinya KM. Amukti Palapa karena sangat vital bagi kehidupan masyarakat pulau di kecamatan Liukang Tangaya Pangkep.

“Selain nasib Sakka dan puluhan penumpang KM. Amukti Palapa yang terlunta-lunta di Makassar, juga masih ada ratusan warga di Liukang Tangaya yang mengenyam pendidikan tertahan di pulau,” ucapnya.

“Selain itu, kami warga pulau juga akan mengalami kesulitan kebutuhan pokok, karena KM. Amukti Palapa ini, selain memuat penumpang juga mendistribusikan kebutuhan pokok ke pulau-pulau,” jelasnya lagi.

“Seperti diketahui Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut mengeluarkan surat nomor AL.016/2/7/DJPL/2021 tentang Pengoperasian Kapal Perintis terkait PPKM, didalamnya juga memuat kapal perintis dapat beroperasi kembali apabila dalam keadaan darurat, kebutuhan kami di pulau dan keadaan penumpang seperti Sakka di Makassar itu sangat darurat bagi kami,” tambahnya lagi.

“Jadi saya minta solusinya,” tanyanya berharap. (Awing)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya