Pencabut Nyawa di Gunung Bawakaraeng

24 August 2021 11:04
Pencabut Nyawa di Gunung Bawakaraeng 
Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Hipotermia adalah keadaan darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang bisa menghasilkan panas, sehingga menyebabkan suhu tubuh sangat rendah. Suhu tubuh normal adalah sekitar 37 derajat Celsius. Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius.

Ketika suhu tubuh turun, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat bekerja normal. Jika tidak diobati, hipotermia pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan total jantung dan sistem pernapasan dan akhirnya mati.

Hiportemi inilah yang selalu menjadi alasan penyebab kematian seseorang di gunung Bawakaraeng. Mereka meninggal karena kedinginan. Mereka meninggal karena tubuhnya tak mampu melawan rasa dingin. Peristiwa nahas seperti ini, banyak terjadi di saat musim hujan. Apalagi gunung Bawakaraeng ini menjadi sumber mata air bagi sejumlah daerah yang mengelilingi gunung Bawakaraeng, seperti Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Jeneponto. Maka pastilah perut gunung Bawakaraeng mengandung hawa dingin yang tak terkira.

Kematian tiga pendaki gunung Bawakaraeng yang datang kesana merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2021, yakni Steven Wiliam, Zaenal dan Muhammad Rian, sesunggunya telah menjadi korban Hipotermia. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Dan tak menutup kemungkinan ada sebab-musabab lainnya yang ikut andil dalam peristiwa ini.

Makanya kalau aparat melarang naik ke Bawakaraeng, baiknya diindahkan. Kalau memaksakan diri, itu bisa berarti memang nyawa Anda sedang dinantikan di Bawakaraeng untuk dicabut. Hawa dinging gunung Bawakaraeng adalah jembatan kematian yang menyedihkan. Nauzubillah ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya