Bang Maman : Sentuh ki Hatinya Orang Sulsel dengan Budaya

07 September 2021 20:37
Bang Maman : Sentuh ki Hatinya Orang Sulsel dengan Budaya
Rahman Rumaday atau akrab disapa Bang Maman

BugisPos — Rahman Rumaday atau akrab disapa Bang Maman telah mewakafkan dirinya untuk pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Selatan.

Melalui Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), lebih kurang sebelas tahun ini, Maman fokus dengan perbedayaan masyarakat dengan mengedepankan budaya-budaya lokal masyarakat Sulsel.

Pria berkacamata tebal ini, aslinya dari Seram, Maluku namun dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan selalu memasukkan unsur budaya lokal.

Mulai dari acara Toeng-Toeng (menidurkan bayi ala Makassar), Tilawah dengan bahasa Makassar, puisi dengan bahasa bugis, Tarang Ati (kenaikan tingkat untuk mengaji), hingga jamuan makan dengan makanan dan peganan khas Sulsel wajib disajikan disetiap acaranya.

Menurutnya, dalam mengambil hati masyarakat, sebaiknya perlu sentuhan budaya lokal yang telah melekat pada keseharian mereka. Jadi mereka tidak menjadi asing karena ini juga keseharian mereka.

“Selama 11 tahun ini, K-Apel tetap pada prinsipnya selain pendidikan anak, pendidikan agama serta pemberdayaan masyarakat, selalu tak lepas menampilkan budaya lokal Sulsel,” ucapnya ketika ditemui BugisPos, Selasa (7/9/2021) di salah satu cafe di Jalan Skarda N 1.

“Kenapa saya selalu selipkan budaya itu Om, karena pada dasarnya masyarakat yang berbudaya tentu merasa memiliki rasa bangga dan rasa memiliki apabila budaya daerahnya ditampilkan. Jadi mereka tidak asing ditengah-tengah pembelajaran yang kami terapkan, karena ada rasa memiliki komunitas itu,” tambah founder K-Apel.

“Sentuh ki hatinya orang Sulsel dengan budaya, maka kita akan diterima sebagai keluarga. Apalagi ada peribahasa, Dimana Langit Dijunjung, Disitu Bumi Dipijak,” tutup Bang Maman

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya