Ternyata Mantap ki Laboratorium DPLH Sulsel Tauwwa, Sumbang PAD Tiap Tahun

07 September 2021 14:24
Ternyata Mantap ki Laboratorium DPLH Sulsel Tauwwa, Sumbang PAD Tiap Tahun
Plt. Kadis PLH Sulsel, Ir. Andi Hasbi, MT

BugisPos — Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Laboratorium Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Sulawesi Selatan telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Bahkan untuk pengujian lingkungan hidup hingga 46 item pengujian. Bukan itu saja setiap tahunnya dapat menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Pemprov Sulsel.

Untuk tahun 2020, target 432 jt dapat direalisasikan sebesar Rp.580.962.100 atau sebesar 134,48 % dari target yang diberikan.

Sedangkan target tahun 2021 sebesar 650 jt, pada semester 1 tahun 2021 telah mencapai 50,5 % dari target. Atau sebesar Rp. 328.415.000. Capaian ini akan terus digenjot sesuai target yang diberikan.

Hal ini diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Ir. Andi Hasbi, MT ketika ditemui BugisPos di ruang kerjanya, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, Laboratorium DPLH Sulsel yang telah tersertifikasi dan terakreditasi oleh KLHK itu sejak 2010 lalu.

Laboratorium DPLH Sulsel telah terakreditasi ISO 17025 oleh BSN sebagai laboratorium uji dan telah tersertifikasi oleh KLHK sebagai laboratorium pengujian kualitas lingkungan hidup. Selain itu juga telah memiliki sertifkasi ISO 14001 dan Oshas 18001.
“ini menjadi patokan bagi penyusun dokumen amdal, bila sebelumnya boleh melakukan pengujian di laboratorium mana saja namun saat ini seluruh pengujian yang dilakukannya terkait kualitas air, udara dan yang lainnya, sudah harus dilakukan pada laboratorium yang telah teregistrasi sebagai laboratorium lingkungan oleh KLHK salah satunya di laboratorium Lingkungan DPLH Sulsel,” ungkap Andi Hasbi.

“Jadi kalau tidak salah pada tahun 2008, saya sendiri yang menjadi kepala UPT Laboratorium, alat yang ada sejak tahun 1995 ini tidak pernah diperbaharui. Saya kemudian membuat pelatihan selama 2 tahun untuk standarisasi dan penggunaan alat-alat laboratorium kepada para pegawai, akhirnya pada tahun 2010 yang lalu kami bisa mendapatkan sertifikasi dan akreditasi dari KLHK,” kisah Andi Hasbi.

“Dari awal kita cuma bisa melakukan pengujian cuma 24 item sekarang kita bisa melakukan pengujian hingga 46 item,” ungkapnya.

‘Apabila kita mengacu kepada UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, setiap pengajuan Amdal, maka harus diuji di laboratorium lingkungan hidup. Ini menjadi patokan kita untuk pengujian kualitas air, udara dan lainnya untuk Amdal,” terangnya lagi.

“Bukan itu saja, standarisasi Laboratorium DPLH Sulsel itu telah sesuai Peratursn Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.23/MENLHK/SETJEN/KOM.I/10/2020 tentang Laboratorium Lingkungan,” tambahnya.

“Jadi untuk melakukan pengujian kualitas air, udara dan lainnya sesuai standar lingkungan hidup dapat dilakukan di UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup DPLH Sulsel. Saat ini kami melayani bukan hanya di kabupaten kota di Sulsel akan tetapi telah melayani Sulteng, Sultra, Sulbar hingga Papua. Di Laboratorium DPLH bukan saja melayani pengujian instansi pemerintah maupun swasta akan tetapi perorangan juga bisa. Dan pengujiannya cukup simpel, setelah melakukan pengujian, akan diberikan tanda bukti uji untuk kemudian biaya langsung dibayarkan ke Bank untuk masuk ke kas daerah,” pungkas Magister Teknik di bidang Teknik Civil ini. (Awing)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya