Bunga Telang, Banyak Tong Manfaatnya

13 September 2021 20:44
Bunga Telang, Banyak Tong Manfaatnya
Clitoria ternatea, kerajaan: Plantae, divisi: Magnoliophyta, famili: Fabaceae, kelas: Magnoliopsida, ordo: Fabales, spesies: C. ternatea.

BugisPos — Bunga atau kembang telang adalah tumbuhan merambat yang biasa ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia tropis, tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika.

Adapun nama ilmiahnya adalah Clitoria ternatea, kerajaan: Plantae, divisi: Magnoliophyta, famili: Fabaceae, kelas: Magnoliopsida, ordo: Fabales, spesies: C. ternatea.

Penamaan nama latin dari bunga Telang sendiri, bermula pada pelayaran ke Pulau Ternate abad 17, Jacob Breyne seorang pelaut yang juga botani dari Polandia, terpesona pada tanaman merambat berbunga ungu. Mahkota bunga melebar seperti sayap kupu-kupu. Biji mirip kedelai. “Flos clitoridis ternatensibus,” kata Breyne. Bunga clitoris dari Ternate!

Selanjutnya, tanaman ini dinamai Clitoria ternatea, karena spesimen berasal dari Ternate. Merujuk pada taksonomi Linnaeus, lokasi ditemukan tanaman menjadi penanda spesifik dari genus clitoria ini.

Indonesia sendiri beragam nama untuk penyebutan bunga telang. Di daerah Sumatera disebut bunga biru, bunga kelentit, bunga telang; sedangkan di Jawa disebut kembang teleng atau menteleng. Di Betawi/Jakarta disebut dengan teleng. Sedangkan di daerah Sulawesi disebut bunga talang, taman lareng, dan di Maluku disebut bisi, atau seyamagulele.

Di India dinamai Aparajita, Marathi menamai Gokarna, di Inggris menamai dengan Butterfly pea, Blue pea vine, Pigeon wings, Malaysia memberi nama Bunga telang, Thailand :Dok anchan, Kannada :nagar hedi dan Sankhupushpam di daerah Malayalam

Bunga telang merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh dan hidup bertahun-tahun (perennial), tingginya dapat mencapai 5 meter, berambut halus, dan bagian pangkal berkayu. Daunnya majemuk menyirip trifoleat (seperti daun kacang-kacangan pada umumnya), bunganya tunggal seperti kupu-kupu yang keluar dari ketiak daun, warna bungannya biru terang dengan warna putih kekuningan di bagian tengah, tetapi ada juga bunga yang berwarna putih. Bunga telang juga memiliki polong dengan biji yang berbentuk seperti ginjal pipih.

Tidak hanya untuk mempercantik pekarangan dan sebagai pewarna makanan, ternyata bunga telang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Dilihat dari tinjauan fitokimia, bunga telang memiliki sejumlah bahan aktif yang memiliki potensi farmakologi. Potensi farmakologi bunga telang antara lain adalah sebagai antioksidan, antibakteri, anti inflamasi dan analgesik, antiparasit dan antisida, antidiabetes, antikanker, antihistamin, immunomodulator, obat diabetes, menyembuhkan radang pada mata, pengobatan mata, anti-depresant, kesehatan hati dan potensi berperan dalam susunan syaraf pusat, Central Nervous System (CNS).

Kandungan fitokimia bunga telang yaitu tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, fenolmfavanoid, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antisianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Komposisi asam lemak meliputi asam palmitat, stearat, oleat lonoleat, dan linolenat. Biji bunga telang juga mengandung asam sinamat, finotin dan beta sitosterol. Sedangkan biji bunga telang juga mengandung asam sinamat, finotin dan beta sitosterol.

Di negara India, pada metode pengobatan ayurveda, akar kembang telang lebih sering digunakan secara luas. Akarnya ini memiliki rasa yang pahit, tapi dapat memberikan efek dingin, pencahar, tonik, dan biasanya digunakan untuk pengobatan dementia, bronkitis, TBC paru, asma, peradangan, demam, dan rasa terbakar.

Berikut disampaikan kandungan kimia yang terdapat pada mahkota bunga telang:
Konsentrasi (mmol/mg bunga), Flavonoid, Antosianin, Flavonol glikosida, Kaempferol glikosida, Quersetin glikosida, Mirisetin glikosida

Selain untuk kesehatan manusia, ternyata batang dan daun bunga telang ini baik untuk hewan ternak.

Hal ini dikemukan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Endang Sutedi, peneliti dari Balai Penelitian Ternak Bogor yang menyimpulkan bahwa bunga telang dapat berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak jenis ruminansia karena tanaman bunga telang mengandung mengandung protein berkisar 21-29%, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7%, kecernaan energi 66,6% dan energi termetabolis pada ruminan 12,4 MJ/kg. Sedangkan kandungan protein kasar, lemak kasar dan gula pada biji masing masing adalah 25-38, 10 dan 5%.

Sehingga tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia. Tanaman kembang telang dapat diberikan ke ternak berupa hijauan segar, hay ataupun campuran di dalam konsentrat. (**/Awing)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya