Matemija, Terkait Kasus Pencurian di Dispora Makassar, Dewan Sebut Kelalaian Satpol PP

15 September 2021 11:52
Matemija, Terkait Kasus Pencurian di Dispora Makassar, Dewan Sebut Kelalaian Satpol PP
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad

BugisPos, Makassar– Anggota Komisi A DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad angkat bicara Terkait pencurian sejumlah barang berharga di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar.

Ray Suryadi Arsyad menilai sistem pengawasan di Balaikota Makassar sangat lemah.

Pengawasan yang dilakukan Satpol PP tidak ketat sehingga kebobolan. Bahkan Ray Suryadi menilai, lemahnya pengawasan oleh Satuan Polisi Pamong Praja menjadi catatan tersendiri.

“Itu yang harus ditelusuri data apa yang dicuri, apa yang menjadi penting bagi mereka. Itu harus difikirkan secara matang-matang. Ini kelalaian sistem kerja dari pengaman Satpol PP. Kecurigaan kita diperbesar mungkin ada orang dalam, ada yang terlibat disana. Ada orang yang berusaha menjatuhkan Pemkot melalui pencurian data. Data itu tidak didapatkan begitu saja ini perlu ditelusuri lebih penting,” pungkasnya.

Ray Suryadi juga menduga kuat, pelaku pencurian tersebut merupakan orang dalam. Menurutnya, ada sejumlah data yang ingin diamankan bersama sejumlah dokumen penting yang ada di SKPD tersebut.

“Memang perlu ada penjagaan ekstra karena banyak beberapa aset, bukan hanya barang tapi data yang dicuri. Dengan kasus ini, kita tercoreng karena kurang pengawasan yang dilakukan Satpol. Meeka punya tugas yang jelas untuk mengamankan aset, tapi kenapa bisa kebobolan,” tegas Legislator Demokrat ini, Selasa 14 September 2021.

Ray juga mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan. “Ini masih termasuk pencurian yang kecil, karena masih dalam keadaan fisik. Bayangkan kalau digital, ada yang mencoba meng-hack data kita. Kita ini terlalu mementingkan hal-hal yang tidak terlalu penting dan mengabaikan suatu hal yang penting,” katanya

Dia juga menyebut, bahwa Satpol PP Makassar harus segera menelusuri kasus ini. Bukan hanya mengurusi warga, tapi penting menjaga aset pemerintah.

“Saya lihat dalam proses pencurian itu, ada data yang diamankan. Kita harap dalam proses identifikasi merujuk ke sesuatu hal politis. Ini ada modus lain yang bersifat menyabotase. Nngapain pencuri mau mencuri data, kan tidak ada artinya. Kalau memang pencuri, pasti orientasinya hanya mencuri saja barang berharga saja,” terangnya.(Wi)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya