Palukka’ Gerayangi Balai Kota Makassar

15 September 2021 11:16
Palukka’ Gerayangi Balai Kota Makassar 
Gedung Balai Kota Makassar

BugisPos – Gedung Balai Kota Makassar di Jl.Ahmad Yani, ternyata sudah tak aman dari aksi pencurian. Padahal gedung di dijaga ketat oleh Satpol PP.

Maling, atau pencuri, atau palukka’ (bahasa Makassar), menggondol sejumlah barang berharga di beberapa ruang kantor OPD yang terletak di Tower Balai Kota.

Ratusan barang milik OPD berhasil digondol palukka’ yang mengakibatkan Pemkot Makassar mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp100 jutaan.

Sekretaris Dinas Keluarga Berencana, Ita Anwar, mengatakan, di kantornya ikut kebobolan maling.

“Kira-kira total kerugian sekitar Rp 100 juta itu di tempatku,” kata dia, Selasa, 14/9/2021), dikutip oleh sejumlah media.

“Kamera harganya Rp 30 juta diambil, kemudian laptop 2, wireless, kertas dan tinta 70 botol. Soal laporan polisi nanti saya coba tanya staf,” kata dia.

Bukan hanya di ruangan Dinas KB, tapi Plt Kadispora Makassar, Husni Mubarak, juga mengonfirmasi tempatnya yang terletak di lantai 4 turut dibobol.

“Kalau saya itu sekitar 30 jutaan yang hilang barang. Itu semua barang milik kantor. Jadi waktu saya masuk, saya tanyakan keberadaan barang, ternyata hilang,” kata Plt Kadispora Makassar, Husni Mubarak.

Seperti di ruang kerja Dinas Keluarga Berencana, barang yang raib di Dispora Makassar nyaris sama dengan SKPD lainnya. Pelaku dengan mudah beraksi pada hal kantor Balaikota Makassar sudah dijaga oleh Satpol PP Makassar.

“Mungkin bukan saya, ada beberapa SKPD lainnya juga. Kalau saya itu mulai laptop, kertas, printer. Bahkan piala juga dibawa kabur,” jelasnya.

Belum diperoleh informasi apakah maling yang beraksi ini bekerja sendirian atau beberapa orang. Plt Kasatpol, Iqbal Asnan, belum berjasil dimintai penjelasan, apalah kasus ini sudah dilaporkan ke Polisi atau bagaimana (darna)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya