HTTP Status[404] Errno [0]

Danny Pomanto: Boleh ji Demo, Tapi Jangki Memfitnah

16 September 2021 08:24
Danny Pomanto: Boleh ji Demo, Tapi Jangki Memfitnah
Danny Pomanto

BugisPos – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, menyatakan unjuk rasa atau demo adalah bagian dari hak rakyat menyampaikan aspirasinya.

Hanya saja, kata Wali Kota dua periode ini, kalau dalam aksi demo lantas menuduh orang tanpa bukti, itu fitnah namanya.

Danny Pomanto, melalui til hukum yang dikomandoi Beni Iskandar, telah melaporkan Akbar Muhammad ke Polrestabes Makassar, 13/9/21 lalu, karena nama baiknya merasa dicemarkan oleh fitnah yang tidak berdasar.

Akbar Muhammad yang menggelar demo di Kejati Sulsel, menuduh Danny Pomangto terlibat dalam korupsi PDAM Makassar senilai Rp31 miliar.

“Jelas sekali dia bilang menuduh dan terlibat, ini kan kelihatan tendensius dan ada yang suruh. Kita hargai itu pendapat, tapi buktikan secara hukum,” kata Danny, Rabu, 15/9/2021.

Dikatakan, kalau setiap warga punya hak untuk menyampaikan pendapatnya termasuk dalam berunjuk rasa. Namun dengan menyebut nama dan jabatan dirinya terlibat dalam pusaran korupsi, tanpa ada pembuktian, disebut sebagai fitnah serta pencemaran nama baik.

Semua tudingan itu tidak mendasar.

Sementara itu, Beni Iskandar mengatakan, pelaporan ke Polisi dilakukan agar mereka dapat membuktikan apa yang telah dituduhkan.

Dikatakan, pelaporan tersebut terkait dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) hingga pencemaran nama baik. Terlapor AM secara terang-terangan menyebut Danny Pomanto terlibat dalam dugaan korupsi pada proyek PDAM Makassar.

“Jadi kronologinya itu ketika dilakukan aksi oleh Saudara AM, dalam orasi dan dalam rilis yang disebarkan ke media. Beliau itu sudah menuding dan menyebut nama klien saya, Bapak Mohammad Ramdhan Pomanto yang juga sekaligus Wali Kota Makassar yang menyatakan diduga terlibat,” kunci Beni Iskandar (yanti)

221 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya