HTTP Status[404] Errno [0]

Tidak Mau mi di PHP, PT. Primanru Jaya Akan Gugat RSUD Lanto Dg. Pasewang Je’neponto

29 September 2021 12:03
Tidak Mau mi di PHP, PT. Primanru Jaya Akan Gugat RSUD Lanto Dg. Pasewang Je’neponto
Gambar Ilustrasi RSUD

BugisPos — PT. Primanru Jaya mengeluhkan manejemen RS. Lanto Dg Pasewang Je’neponto Sulsel.

Hal ini dikeluhkan, karena pihak RSUD Lanto Dg. Pasewang hingga kini melunasi hutang jasa pengangkutan limbah medis B3 non covid sebesar lebih kurang Rp. 450 juta.

Ini terungkap pada jumpa pers PT. Primanru Raya pada Selasa malam (28/9/2021) di rumah kediaman H. Janwar yang dihadiri beberapa media dan LSM.

Menurut H. Janwar, piutang PT. Primanru Jaya kepada RSUD Lanto Dg. Pasewang berdasarkan kontrak kerja sama keduanya pada Juni 2020 dan berakhir pada Juni 2021, namun hingga akhir September ini belum juga dibayarkan oleh pihak RSUD.

“Kami tak mau lagi di PHP (Pemberi Harapan Palsu) sudah cukup kesabaran kami menanti kepastian pembayaran dari RSUD Lanto Dg. Pasewang Je’neponto,” ungkapnya.

“Bayangkan saja, sejak bulan Juni, kami.sudah dijanjikan berdasarkan Surat Jaminan Utang dengan nomor 000/3862/RSUD-LDP/JP/VI/2021 yang ditanda tangani oleh Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang drg. Bustamin, M.Kes namun itu ternyata diabaikan,” sesalnya.

“Maka pada tanggal 16 September 2021 dibuat lagi Surat Komitmen Bayar nomor: 000/7658/RSUD-LDP/JP/IX/2021 yang ditandatangani oleh Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Andi Renianti Arif, S.Si dan PPTK BPJS Fitriany.S, S.Sos dan diketahui oleh Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang, drg. Bustamin, S.Kg, M.Kes, namun surat komitmen pembayaran utang yang kedua ini, ada lagi permainan kata-kata prioritas, yang kami anggap tidak jelas lagi prioritas itu hanya ada di telinga, tapi tidak terealisasi makanya kami kami menolak surat tersebut dan kami lebih memilih penyelesaian jalur hukum agar permasalahan ini menjadi terang benderang,” ulasnya panjang lebar.

“Dari dua komitmen pembayaran utang yg dibuat oleh RSUD Lanto dg Pasewang dimana pada 06 Juni 2021 di point 3. Di mana ada prioritaskan pembayaran kepada Primanru Jaya bila ada pencairan dana BPJS Kesehatan dan Dana Covid 19 namun setelah ada pencairan beberapa kali dari dana BPJS Kesehatan dan dana Covid masuk terakhir, ada pembayaran tanggal 20 Agustus 2021 sebesar 5,7 millyar dan Primanru Jaya tidak mendapat jatah pembayaran jasa pengelohan limbah medis non covid padahal berdasarkan Surat Jaminan Utang. Pihak RSUD berjanji prioritaskan Primanru Jaya mana janjinya,” tegasnya.

Sementara itu pihak Direktur RSUD Lanto Dg. Pasewang, drg. Bustamin, S.Kg, M.Kes ketika dihubungi BugisPos, Rabu (29/9/2021) mengatakan bahwa mereka telah rapat kemarin dan berencana menyelesaikan pembayaran bulan ini.

“Iye, untuk pembayaran Primanru Jaya, dijadwalkan ini bulan, apabila sudah masuk dananya ke rumah sakit,” jawab drg. Bustamin ketika dipertanyakan komitmen bayarnya.

“Jadi sementara berproses ini bulan dan sesuai kesepakatan sewaktu kami bertemu akan kami bayar 50 % dulu dan sisanya nanti dibulan Desember,” tambahnya.

“Kalau bisa kita telepon Beliau (H. Janwar) agar sabar-sabar karena kita sudah sikapi,” pungkasnya.

Menanggapi jawaban Direktur RSUD, mengaku tidak mempercayai kata-katanya karena tidak tanggal pasti untuk pembayaran tersebut.

“Saya tidak percaya kalau tidak ada tanggal pastinya, jangan sampai PHP ji lagi,” tutupnya. (Dg.Awing)

1101 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya