HTTP Status[404] Errno [0]

Pakakkala, Pohon Tumbuh Menembus Atap Kontainer Makassar Recover Centre

30 September 2021 22:50
Pakakkala, Pohon Tumbuh Menembus Atap Kontainer Makassar Recover Centre
Tampak batang sebuah pohon menembus atap kontainer Makassar Recover Centre (MRC) Kelurahan Bontorannu kecamatan Mariso/Foto: Mahaji Noesa

BugisPos – Sebuah pohon tumbuh lebat menjulang setinggi lebih 5 meter, batangnya menembus atap sebuah kontainer Makassar Recover Centre (MRC). Aneh tapi nyata.

Hal tersebut terlihat di kontainer MRC Kelurahan Bontorannu kecamatan Mariso kota Makassar.

Kontainer MRC Kelurahan Barabaraya menggunakan dua jendela, mengesankan seperti bentuk kedai kopi/Foto: Mahaji Noesa

Kontainer bernomer 120 tersebut baru saja dibangun di tepi kanal Lette, sekitar 100-an meter di arah timur kantor Kelurahan Bontorannu Jl Anggrek, Mariso.

Banyak warga yang menyaksikan pohon menembus atap kontainer tersebut lantas termehek-mehek. Pakakkala (Bhs.Makassar, berarti: lucu membuat tertawa), ucap seorang warga kepada BugisPos.com tatkala memotret batang pohon menembus atap kontainer tersebut.

Sebagian warga menganggap lucu dan unik, lantaran kontainer setinggi 2,5 meter meter baru saja dibuat, tetapi batang pohon yang menembus atap bagian pucuknya yang bercabang rapat serta berdaun lebat setinggi lebih 5 meter. Menandakan pohon telah tumbuh berusia tahunan.

Sejumlah pemilik lapak jualan di Jl Bungaeja, tepi kanal Lette menyebut, lokasi penempatan kontainer MRC Kelurahan Bontorannu sebelumnya merupakan jalan inspeksi semacam pedestrian di tepi kanal. Banyak pohon pelindung ditanam di situ dan telah tumbuh subur. Salah satu pohon yang tumbuh di lokasi kontainer tidak ditebang, batang menempel di dinding kontainer menjulang ke arah atap. Sehingga pembuatan atap kontainer disesuaikan dilubangi bagian yang dilewati batang pohon. Jadilah terlihat nyata batang pohon menembus atap kontainer MRC Kelurahan Bontorannu.

Kontainer MRC merupakan bagian dari sarana yang disiapkan di tiap kelurahan dalam program Makassar Recover gagasan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dalam upaya penanggulangan Covid-19 dengan semua dampaknya di ibukota Provinsi Sulsel.

Banyak pengamat menilai, pembuatan kontainer MRC di tiap kelurahan kota Makassar merupakan ide brilian serta sangat visioner dari Danny Pomanto, panggilan akrab walikota Makassar tersebut.

Alasannya, belajar dari pengalaman untuk mengatasi suatu masa pandemi menjadi endemik dibutuhkan proses waktu sekitar 4 hingga 5 tahun. Bahkan lebih lama dari itu.

Justeru kehadiran kontainer MRC di tiap kelurahan dalam kota Makassar dinilai akan berperan penting dalam membantu menjaga upaya penurunan penyebaran Covid-19 hingga menjadi endemik.

“Hanya lurah kurang cerdas yang tidak dapat memanfaatkan kontainer Recover Centre dalam upaya menekan Covid-19 dengan semua dampaknya,” kata Danny Pomanto saat menanggapi sejumlah kontainer MRC kelurahan yang telah dibuat tapi hanya dipajang tak difungsikan.

Lantaran keterbatasan lahan, sejumlah kontainer MRC memilih lokasi dibangun di trotoar, seperti kontainer MRC Kelurahan Maradekayya, kelurahan Maricaya, kelurahan Barabaraya dan kelurahan Barabaraya Timur di kecamatan Makassar.

Idealnya, tiap kontainer MRC tersebut berdiri di lahan 20 x 20 meter.

Sulitnya lahan menyebabkan banyak kontainer ditempatkan di lahan-lahan terjepit di pojok jalan seperti terlihat untuk lokasi kontainer MRC kelurahan Jongaya, kelurahan Bongaya, dan kelurahan Maccini Sombala kecamatan Tamalate. Bahkan kontainer MRC kelurahan Pabaengbaeng harus dibuat di halaman sebuah pertokoan dan perkantoran di Jl Sultan Alauddin.

Kontainer MRC ukuran standarnya 20 feet, 3 x 6 meter tinggi 2,5 meter. Umumnya menggunakan kontainer bekas.

Kontainer MRC Kelurahan Mattoangin tak menggunakan konstruksi atap/Foto: Mahaji Noesa

Dalam amatan BugisPos.com di lapangan, kontainer MRC kelurahan Maradekaya justeru merupakan kontainer produk tahun 1999.

Anehnya, ada juga terlihat kontainer MRC dimodifikasi tak standar, tidak menggunakan atap, seperti kontainer MRC Kelurahan Sambungjawa dan kontainer Kelurahan Mattoangin.

Bahkan kontainer Kelurahan Barabaraya di trotoar sudut ujung barat Jl Abubakar Lambogo dengan Jl Veteran, dibuatkan semacam jendela. Bentuknya mengesankan seperti kontainer kedai kopi.

Anggaran pengadaan sebuah kontainer MRC kelurahan serta kelengkapannya disebut-sebut Rp100 juta tiap kontainer. Kota Makassar memiliki 153 kelurahan. Paket standar kontainer MRC kelurahan dilengkapi sambungan aliran listrik tersendiri, WiFi, tivi, dan AC. (aji)

612 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya