HTTP Status[404] Errno [0]

Di Bulukumba Jumlah Anak Putus Sekolah Mencapai Kurang Lebih ki 8.688. Ini Harapan Bupati

04 October 2021 18:16
Di Bulukumba Jumlah Anak Putus Sekolah Mencapai Kurang Lebih ki 8.688. Ini Harapan Bupati

BugisPos.– Sebagai upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bulukumba menggelar Rapat Koordinasi terkait Rencana Aksi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah (RA-PPATS), Senin (4/10/2021) di Grand 99 cafe & resto.

Rakor ini dihadiri Bupati Bulukumba H. A. Muchtar Ali Yusuf, bersama Anggota DPRD Bulukumba Muhammad Bakti, para Kepala OPD terkait, para Camat, Kepala Desa, pengurus Dewan Pendidikan Kab. Bulukumba, pengurus TP-PKK Bulukumba, para Koordinator Pendamping Desa, serta Koordinator USAID Madani Kabupaten Bulukumba.

Sekretaris Bappeda Amran Syaukani dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut untuk memastikan kesiapan seluruh stakeholder dalam mengimplementasikan program PPATS di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya PPATS merupakan sebuah program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama UNICEF, sebagai respon atas tingginya ATS di Sulawesi Selatan termasuk Bulukumba.

Kabupaten Bulukumba seperti disampaikan Amran, merupakan salah satu lokasi pilot project PPATS tahun 2020 dan tahun 2021, dimana pada tahun 2020 terdapat 2 Desa yang menjadi lokus yaitu Desa Tanah Harapan dan Desa Darubiah, serta di tahun 2021 bertambah 2 Desa yakni Desa Dampang dan Desa Balong.

Bupati Bulukumba A. Muchtar Ali Yusuf menyebutkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba saat ini masih berada di angka 68,99 persen, menempati urutan ke 15 dari 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan dimana hal tersebut menurut Bupati jauh dari yang diharapkan.

” Komitmen dan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan pendidikan di Kabupaten Bulukumba, harus dibenahi seiring dengan tuntutan dan kebutuhan layanan pendidikan itu sendiri, serta harus dilaksakan secara profesional, menyeluruh, bermutu, dan merata,” sebut Andi Utta, sapaam akrab Bupati Bulukumba.

Dan menurutnya, penting dilakukan upaya identifikasi persoalan dan perencanaan yang baik di sektor pendidikan dalam upaya peningkatan kualitas tersebut, yang juga akan berdampak pada peningkatan IPM nya.

Bupati menegaskan, dalam meningkatkan dan mengembangkan pendidikan, terdapat tantangan tersendiri dalam implementasinya, termasuk tantangan saat ini banyaknya anak-anak di Bulukumba yang putus sekolah, yang angkanya cukup fantastis yaitu mencapai kurang lebih 8.688 anak mulai usia 7 hingga 18 tahun yang di sebabkan berbagai macam faktor, salah satunya ekonomi.

” Untuk itu program saya kedepan adalah bagaimana ekonominya kita meningkat di berbagai sektor. Kalau kita punya finasial yang cukup, maka SDMnya kita bisa meningkat, karena kebanyakan anak putus sekolah itu karena masalah finasial,” ungkap Andi Utta.

Bupati mengajak kepada seluruh stakeholder terkait, untuk bersama-sama berkomitmen untuk memiliki tanggungjawab agar anak-anak tersebut, dapat kembali bersekolah dengan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing anak tersebut, demi mewujudkan generasi emas Bulukumba kedepan sesuai denga visi misi Bupati dan Wabup.

Serta diharapkan pula Pemerintah Desa dan Lurah untuk terus lebih proaktif terlibat dalam mensukseskan program tersebut untuk memastikan setiap warganya mendapatkan hak pendidikan sehingga terjadinya anak-anak putus sekolah dapat dicegah.-( Rls/ Suaedy )

496 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya