HTTP Status[404] Errno [0]

Dukung ki Program Prioritas Bidang Pendidikan Literasi Kitab Suci Plt. Gubernur Sulsel, Dr. Basri Harap Lulusan SMA LB Hafal Kitab Suci

05 October 2021 11:25
Dukung ki Program Prioritas Bidang Pendidikan Literasi Kitab Suci Plt. Gubernur Sulsel, Dr. Basri Harap Lulusan SMA LB Hafal Kitab Suci
Dr. Basri memberikan penjelasan kepada Plt. Kadisdik Sulsel Ir. H. Imran Jausi, M.Pd

BugisPos –– Kabid Pendidikan Khusus/Layanan Khusus Bahasa dan Sastra Daerah, Dr. Basri, S.Pd., M.Pd mengharapkan agar setiap lulusan SMA Luar Biasa (LB) khusus dapat menghafal atau mengkhatamkan kitab sucinya masing-masing.

Hal ini disampaikan Dr. Basri saat mendampingi Plt. Kadisdik Sulsel Ir. Imran Jausi, M.pd dalam kunjungan kerjanya ke SLB (SMA LB) Negeri 1 Makassar, Selasa (5/10/2021).

Menurutnya, lulusan SMA LB ini tak kalah dengan SMA-SMA umum, apalagi dibekali skill dengan menghafal kitab suci.

“Jadi saya selaku Kabid dan juga pendidik mengharapkan setiap siswa lulusan SMA LB di Sulsel agar kiranya dapat menghafal kitab sucinya masing-masing. Apabila siswa itu beragama Islam, setelah lulus dari SMA LB ini, mereka dapat menghafal Alquran 30 juz. Demikian pula siswa yang beragama lain dapat menghafal dan memahami kita suci mereka masing-masing, itu adalah program pertama kami di Disdik Sulsel,” terangnya kepada BugisPos.

“Hal ini sejalan dengan program Plt. Gubernur yakni literasi kitab suci yg sudah berjalan selama ini, khusus untuk SLB kami mencoba dengan di tingkatan SMA LB dengan tuna netra dengan menghafal Al Quran 30 juz bagi yg beragama Islam setelah tamat SMALB dan begitu juga dengan siswa yang beragama lain menyesuaikan agama yang dianutnya,” lanjutnya memaparkan.

“Bayangkan saja SMA LB di Sulsel itu ada 85 sekolah, jadi apabila setiap tahun 1 orang saja anak didik kita yang menghafal Alquran, maka akan ada 85 orang tuna netra yang menjadi hafiz quran. Itu kalau satu, bagaimana kalau dua orang siswa setiap tahunnya, tentu semakin banyak lulusan SMA LB kita yang jadi hafiz,” lanjutnya memaparkan.

“Program kedua, saya harapkan agar setiap SMA LB (SLB) memiliki karakteristik khusus atau program khusus setiap sekolah. Jadi setiap sekolah memiliki ciri tersendiri dan itu yang menjadi karakteristik mereka, misalnya ada sekolah yang mengajarkan menjahit, ada yang mengajarkan melukis atau mungkin karakteristik lainnya sesuai minat dan bakat siswa,” tambah peraih gelar Doctor dengan predikat Cum Laude ini.

“Jadi inovasi dan kreativitas setiap sekolah SLB bisa diukur dengan alumni yang memiliki keterampilan dan karakter dengan ciri tersendiri setiap sekolah. Inilah ukuran kemampuan setiap kepala sekolah menjalan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),” tutupnya.

455 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya