Wabup A.Edy Manaf, Ajak Kembangkan ki Tanaman Manggis

13 October 2021 15:13
Wabup A.Edy Manaf, Ajak Kembangkan ki Tanaman Manggis

BugisPos. – Buah Manggis yang merupakan salah satu komoditas holtikultura, juga memiliki prospektif dalam mendukung perekonomian, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Bulukumba.

Rabu (13/10) siang tadi, Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Makassar menggelar sosialisasi Peraturan Karantina Pertanian dan Persyaratan Ekspor Buah Manggis di ruang pola kantor Bupati Bulukumba, dibuka Wakil Bupati HA.Edy Manaf.

Sekedar diketahui, jumlah populasi tanaman manggis di Kabupaten Bulukumba kurang lebih 116.272 pohon yang ditaman pada 1.162 hektarare.

Menyikapi hal itu, Wabup Andi Edy Manaf menilai, potensi komoditas manggis di Kabupaten Bulukumba sangat besar.

Manfaat buah manggis menurut Wabup Edy Manaf, banyak memiliki khasiat jika dikonsumsi, dimana hal tersebut dapat dijadikan tren untuk menjaga kesehatan, serta potensi lainnya dapat dijadikan bahan baku dalam berbagai industi, baik minuman, kosmetik, dan biofarma.

” Saya melihat manggis adalah tanaman yang sampai kulitnya bisa di manfaatkan, dan sayapun salah satu pengkonsumsi saripati manggis,” sebu Edy Manaf.

Wabup mengungkapkan, jumlah populasi tanaman manggis yang sudah berproduksi di Kabupaten Bulukumba berjumlah 76.707 pohon, sementara untuk ekspor buah manggis di Bulukumba pada tahun 2019 sebanyak 937 kilogram, dan pada tahun 2021 ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi yakni sebanyak 8.037 kilogram.

” Saya mengajak untuk bersama-sama mengembangkan tanaman Manggis, merupakan potensi perekonomian melalui peningkatan produktivitas komoditas unggulan di bidang pertanian dan pengembangan perdagangan industri sehingga Kabupaten Bulukumba dapat menjadi daerah yang mandiri,” ajak Wakil Bupati.

Sementara itu, Kepala BBKP Makassar H. Lutfi Nasir menyampaikan, komoditas Nanggis di Kabupaten Bulukumba sangat luar biasa, lahan areal tanaman manggis cukup luas.

Namun produksi manggis di kabupaten Bulukumba kata Lutfi, banyak yang tidak layak ekspor, disebabkan dengan berbagai macam tidak terpenuhnya persyaratan ekspor, baik hal teknis maupun kelengkapan dokumen.

Adapun persyaratan untuk memenuhi ekspor buah yaitu harus berasal dari kebun yang teregistrasi, rumah kemas yang sudah teregistrasi dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti lala buah,kutu putih, semut, dan tungau.

Syarat lainnya yakni pengemasan dan pelabelan harus dilakukan di rumah kemas yang teregistrasi serta sesuai dengan SOP ekspor, serta harus dilakukan pemeriksaan karantina tumbuhan untuk keperluan penerbitan Phyosanitary Certificate atau Sertifikat Kesehatan Tumbuhan.

” Kedepannya, kami bersama PT. Tanto Dynamic International selaku satu satunya ekspotir di Sulawesi selatan akan terus melakukan pendampingan kepada petani-petani kita,” kata Lutfi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri para Kepala OPD terkait, Pimpinan dan jajaran PT. Tanto Dynamic International, para pendamping tani, serta sejumlah petani manggis di Bulukumba.-(*/ Suaedy)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya