Pengerjaan Proyek Rehabilitasi Sekolah Di Wajo Dari DAK Diduga Asal Jadi ji

16 October 2021 21:21
Pengerjaan Proyek Rehabilitasi Sekolah Di Wajo Dari DAK Diduga Asal Jadi ji

BugisPos – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menggelontorkan dana anggaran yang begitu besar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi tercapai nya tujuan Pendidikan itu sendiri.

Hal ini patut disoroti jikalau ada salahsatu bangunan sarana dan prasarana sekolah pendidikan yang rehabilitasi bangunan ditemukan tidak sesuai

Namun itulah faktanya kadang sangat disayangkan masih ada ada saja ulah oknum-oknum yang masih berani mempermainkan anggaran tersebut kuat dugaan untuk kepentingan pribadi.

Salahsatu temuan ini yang diduga telah terjadi penyalahgunaan anggaran sebuah proyek rehabilitasi ruang kelas yang terdapat di SMP Negeri 1 Kel. Tancung Kec. Tanasitolo Kab. Wajo dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) 2021 dengan nilai anggaran 1 Miliar lebih secara keseluruhan.

Sebagaimana dari Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat ( LIRA ) Sulawesi Selatan, Ahmad menyayangkan adanya pekerjaan rehabilitas sekolah di duga tidak dikupas plesteran lama lalu di plamir.

Plamir yang sudah di pasang pada dinding sekolah tersebut masih kelihatan cat dasar lama, menandakan bahwa plesteran lama tidak di kupas langsung di plamir,” Ujar Ahmad.

Terdapat juga yang sudah di plamir masih kelihatan cat dasar lama, serta bergelembung pada plamir yang sudah di pasang.

Selain itu terdapat juga sudah di plamir namun langsung terkelupas karena plesteran lama sudah lapuk alias perekat semen sama batu bata sudah pudar menyebabkan plesteran terkelupas,” jelas sekretaris LIRA itu.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wajo, Faisal, saat di konfirmasi mengatakan bahwa Nanti akan di sampaikan pengawasnya.

” Nanti kami akan sampaikan bagian pengawasannya, namun perlu juga di konfirmasi sama PPK nya,” kata Muh. Faisal, saat di konfirmasi lewat telpon genggamnya.

Lain halnya Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Yahya mengatakan selalu turun kelapangan untuk mengontrol.

“Kami sudah turun kelapangan untuk melihat pekerjaan dan semunya baik dan bagus,” ujar yahya lewat telpon selulernya, Sabtu, 16/10/21.

Kenyataan dilapangan sangat berbeda apa yang di sampaikan dengan PPK, ini membuktikan bahwa pengawasan pekerjaan penggunaan dana DAK pada Disdikbud kabupaten Wajo, hanya sebuah retorika yang menutupi ke Ambrudulan pekerjaan.

Hal ini sangat sangat di sayangkan, bantuan anggaran dari pusat bukan di upayakan pembangunan yang berkualitas akan tetapi bagaimana mendapatkan keuntungan yang melebihi standar wajar (red/a.baso)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya