Matemija, Limbah Rumah Tangga di Kompleks BBD Cemari Kanal PDAM

20 October 2021 23:01
Matemija, Limbah Rumah Tangga di Kompleks BBD Cemari Kanal PDAM

BugisPos – Daerah perkotaan dengan jumlah penduduk yang padat, memiliki permasalahan pada pembuangan limbah rumah tangga. Permukiman padat di perkotaan banyak yang tidak dilengkapi dengan sumur resapan untuk mengolah kembali air ataupun mengendapkan limbah cair rumah tangga yang dihasilkan dari berbagai aktivitas, seperti: mandi, buang air kecil, buang air besar, cuci tangan, cuci alat masak dan alat makan, cuci pakaian, cuci kendaraan ataupun aktivitas lainnya.

Limbah rumah tangga memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Banyak orang tidak menyadari besarnya pengaruh limbah rumah tangga terhadap kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Menyalurkan limbah rumah tangga ke alam bebas tanpa melalui proses pengolahan, akan membawa dampak buruk yang berkepanjangan bagi keberlangsungan hidup ekosistem.

Demikian diungkapkan Ir. Rusdin Muchtar, MM, tokoh masyarakat kelurahan Batua, kota Makassar.

Dikatakan, banyak rumah secara sengaja mengalirkan buangan limbah tersebut ke selokan ataupun Kanal PDAM yang ada disekitarnya.

Hal ini mengakibatkan munculnya kerusakan lingkungan yang akan membawa dampak buruk lain pada kehidupan di masyarakat. Bila limbah dibuang langsung ke kanal PDAM air akan tercemar oleh zat kimia dan berbagai bakteri berbahaya yang akan menyebar lebih luas. Dengan begitu air kanal PDAM tidak akan lagi bisa dimanfaatkan sebagai sumber air minum di masa yang akan datang.

Wakil Pemimpin Umum BugisPos ini lebih lanjut mengatakan, berbagai dampak yang dihasilkan dari proses pembuangan air limbah rumah tangga ke alam bebas, antara lain;

Dampak dari aspek kesehatan, air limbah yang berasal toilet mengandung bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan penyakit perut seperti diare, kolera. Bila tidak diolah secara memadai, limbah toilet bisa merembes ke dalam kanal PDAM (apalagi bila sengaja di alirkan ke kanal PDAM, seperti yang banyak ditemukan di permukiman padat). Bila air baku PDAM yang sudah tercemar tersebut dimasak, bakteri akan mati, tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses lain, seperti; cuci piring, mandi, gosok gigi, wudhu dan kegiatan penggunaan air kanal PDAM tanpa melalui proses.

Dikatakan, dampak dari aspek lingkungan, jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia deterjen yang dapat mempengaruhi tingkat keasaman/pH tanah. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke kanal PDAM dapat menimbulkan bibit penyakit yang bisa mematikan.

Menurut Rusdin, air mengandung kadar oksigen, dan bisa berkurang saat ada komponen lain masuk ke dalamnya. Jika kadar oksigen di dalam air berkurang, maka kualitas air pun bisa dikatakan buruk. Di dalam air terdapat ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

Jika air tercemar limbah seperti sampah ataupun bahan kimia, hal ini akan mengganggu kesehatan masyarakat.
. Tidak hanya manusia, binatang dan tanaman juga akan terganggu kelangsungan hidupnya oleh karena air berguna sebagai pembentuk protoplasma yang berperan dalam proses transpirasi dan fotosintesis.
Bugis Pos sudah berulang kali menghubungi pihak PDAM tapi tidak pernah di tanggapi. Begitu pula dengan pihak Lurah Tello Baru dan Camat Panakkukang, juga tidak ada respon.

Dampak dari Aspek estetika, seperti halnya limbah padat, air limbah yang tidak diolah dapat menimbulkan masalah bau yang tidak sedap dan menghadirkan lingkungan yang tidak elok dipandang.

Terdapat berbagai cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah limbah cair rumah tangga, salah satunya dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). IPAL adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari toilet, dari air cuci/kamar mandi). IPAL yang sangat dikenal oleh masyarakat luas adalah IPAL untuk limbah toilet atau lebih dikenal juga dengan sebutan Septic Tank Bio

IPAL dibangun secara komunal yang mengakomodir 70 kepala keluarga atau setara dengan 350 jiwa dalam setiap hektarnya dan dioperasikan secara swadaya oleh masyarakat penerima manfaat.

Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan (bak kontrol & sumur resapan) dan sambungan pipa dari rumah ke rumah warga. Dengan begitu, IPAL yang terbangun akan memiliki fungsi:

Membantu mitigasi persoalan gangguan kesehatan. Dengan adanya IPAL yang sesuai dengan standar, air bersih dapat terhindar dari bakteri dan kuman seperti E. Coli.

Memitigasi persoalan lingkungan yang lebih buruk. Dengan adanya IPAL, sumber-sumber air bersih dapat terjaga kualitasnya sebagai bahan baku pengolahan air bersih selanjutnya.

Dari segi estetika dan keindahan, IPAL membantu mengisolasi bau dan meminimalkan pemandangan yang tidak elok dilihat. Banyak IPAL yang sudah dibangun, dikreasikan sedemikian rupa dengan menghadirkan berbagai sarana lain yang bermanfaat bagi masyarakat dengan menyematkan warna-warni yang menarik. Pada akhirnya IPAL memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan juga IPAL dapat mempercantik lingkungan (Arul)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya