Andi Irwan Paturusi: Bosowa Ambil Tanahnya Kembali, Mantan Pj Wali Kota Harus ki Tanggungjawab

02 November 2021 01:10
Andi Irwan Paturusi: Bosowa Ambil Tanahnya Kembali, Mantan Pj Wali Kota Harus ki Tanggungjawab
Lahan Bosowa di Jl. Metro Tanjung Bunga

BugisPos — Lahan milik Bosowa yang dihibahkan ke Pemerintah Kota untuk mega proyek Jalan Metro Tanjung Bunga, kini diambil alih kembali.

Padahal Founder Bosowa Aksa Mahmud, sebelumnya, menyatakan menghibahkan lahannya tersebut sebagai bentuk partisipasi nyata dan kecintaannya terhadap Kota Makassar.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulsel, Andi Irwan Paturusi, menyebut ada kemungkinan pihak Bosowa sudah tidak cinta lagi terhadap Kota Makassar

“Dulu kan waktu diserahkan itu lahan disaksikan Gubernur nonaktif saat itu (NA), ada pak Pj Wali Kota, Rudy Djamaluddin, dan beberapa pejabat lainnya. Tetapi kok sekarang kembali dia kuasai, apa mungkin Bosowa tidak cinta lagi kepada Makassar,” ujar Irwan, Senin (1/11/2021).

Menurut Irwan, dua Professor yang merupakan guru besar itu sudah di ‘kadali’ oleh pihak pengusaha Bosowa. Pasalnya, lahan telah diterima kedua pejabat saat itu, lalu ditarik kembali.

Lebih jauh Irwan menjelaskan, bahwa dari awal pembangunan pedestrian Metro Tanjung Bunga itu bermasalah, sebab kedua guru besar yang memegang kuasa jabatan saat itu membangun di atas lahan bukan milik pemerintah

“Dua Guru besar ini sudah di ‘kadali’ sama pengusaha. Kalau seperti ini kan ada kerugian negara. Apalagi lahan hibah itu sudah dibangun pakai dana pemerintah, malah diambil kembali,” ungkapnya

Irwan menduga, lahan yang diserahkan dan gembor-gemborkan ke publik itu hanya dihibahkan dibawah tangan, pasalnya ada kepentingan terselubung di dalamnya.

“Jadi LIRA meminta mantan Pj Wali Kota Makasaar, Rudy Djamaluddin, bertanggung jawab atas kasus itu, termasuk Nurdin Abdullah, kenapa lahan hibah itu sudah dibangun pakai dana pemerintah tetapi diambil alih oleh pengusaha,” tanyanya

Olehnya, lanjut Irwan, LIRA Sulsel meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) turun mengusut adanya dugaan kerugian negara akibat pembangunan tersebut.

“APH harus turun tangan melakukan pengusutan adanya kerugian negara akibat pembangunan di atas lahan hibah yang diambil alih kembali oleh pihak Bosowa,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menerima penyerahan sertifikat lahan yang dihibahkan oleh para pengusaha, ditandai dengan pematokan jalan.

Para pemilik lahan yang menyerahkan sertifikatnya yakni, James TJahaja Riady (Lippi Group/ PT. GMTD), Prof Chairul Tanjung (CT Corp), Haji Fatimah (PT Kalla Group) dan HM Aksa Mahmud (PT Bosowa) (nra/arul)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya