Robert Tjowari Resmi mi Nahkodai Vox Point Indonesia DPD Sul-Sel

04 November 2021 16:32
Robert Tjowari Resmi mi Nahkodai Vox Point Indonesia DPD Sul-Sel  

BugisPos — Pengukuhan pengurus dan Moderator Vox Poin Indonesia (Vox Populi Institute) DPD Sulawesi Selatan resmi dilaksanakan di Aula Baruga Kare, Makassar,Rabu (03/11/21) malam.

Pengukuhan ini disaksikan langsung Sekjen DPN Vox Point Indonesia Ervanus Ridwan Tou secara virtual.

Dalam sambutannya, Ervanus Ridwan menyampaikan bahwa pengukuhan Ketua DPD Vox Point Indonesia SulSel yang baru menggantikan sebelumnya mengundurkan diri secara resmi. Hal ini merupakan bagian dari dinamika sebuah organisasi.

“Untuk itu, kita berharap kedepannya ketua yang baru bisa menjadi spirit dan terus membangun kolaborasi dan kerja – kerja organisasi dalam rangka memberikan karya nyata demi untuk memajukan sebuah organisasi serta bisa menjawab sebuah tantangan,” ujar sekjen DPN Vox Point Indonesia.

Ketua DPD Vox Point Sul-Sel Robert Tjowari memaparkan usai dirinya di kukuhkan secara resmi melanjutkan masa bakti periode sampai dengan tahun 2023. Untuk kedepannya kita mau lebih maju lagi berintegrasi sama umat – umat terutama dari katolik dan masyarakat.

DPD saat ini masih baru sekitar dua tahun terbentuk di Sulawesi Selatan. Sementara ini kita masih berusaha untuk membentuk DPW se Sulawesi Selatan.

“Saat ini kami mempunyai lima DPW. Yakni DPW Makassar, Maros, Gowa, Luwu Timur, dan Toraja. Sekarang ini dalam proses pembentukan pengurus DPW Toraja Utara,” pungkas Robert Tjowari.

Mudah-mudahan DPW Vox Point Indonesia Toraja Utara segera dapat terbentuk sehingga nanti kita kesana untuk meresmikan lagi.

”Jadi kami berharap bahwa DPD Vox Point Indonesia Sulawesi Selatan bisa hadir di tengah masyarakat untuk membantu masyarakat terutama umat katolik agar bisa maju dan memajukan bangsa dan negara,” tutur Ketua DPD Vox Point Indonesia SulSel

Selanjutnya, Moderator RD Albert Antonius Arina mengatakan bahwa pergantian pengurus dan pengukuhan khususnya Ketua Vox Point Indonesia DPD Sul-Sel menjadi spirit dan energi baru bagi Karawang pada umumnya terutama Vox Point.

Wadah ini bertujuan untuk kaderisasi, kajian, dan edukasi dalam rangka untuk bagaimana mengembangkan wawasan kebangsaan. Selain itu jugaVox point Indonesia bisa berkembang serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

“Karena gereja hadir bukan untuk dirinya sendiri, tetapi gereja hadir untuk negara dan masyarakat,” tandas Albert.

“Maka dari itu kita harapkan Vox Point bersama seluruh umat dan tentu saja masyarakat bahu membahu bersama – sama membangun bangsa dan negara yang kita cintai,” ujarnya.

Lanjut, Sementara mantan Ketua DPD Vox Point Sulsel Ir Aloysius Dharma Trigno mengungkapkan harapannya minimal sama dengan ke pengurusan yang lalu. Kalau bisa ditingkatkan.

Kata Dharma, sekarang ini Sulawesi ada enam provinsi. Vox Point itu baru ada empat provinsi. Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi tenggara. Jadi untuk di Sulawesi Barat dan Gorontalo belum terbentuk.

Mantan Ketua DPD Vox Point Sulsel ini yang sekaligus merupakan Direktur Khusus perwakilan dari DPN untuk Sulawesi sendiri itu targetnya Gorontalo dan Sulawesi Barat harus ada DPD.

Nah, Khusus DPD Sulawesi Selatan targetnya itu kita larinya ke 2024. Ini kita mau sebanyak mungkin kader – kader kita itu banyak duduk di dewan perwakilan ataupun kalau ada punya kesempatan eksekutif, yudikatif kenapa tidak. Tapi terget utamanya adalah legislatif. Nah, sekarang dari 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan itu baru ada lima DPW.

Dengan demikian, ini tugas ketua DPD baru dan jajarannya selain membentuk DPW di daerah juga bagaimana mengayomi DPW – DPW tersebut. Karena DPD itu tingkatan potensial.

DPW Makassar kita mau sosialisasi keseluruhan gereja. Sekarang baru satu gereja. Memang masalahnya ditengah covid-19, tapi melihat kondisi sekarang mulai membaik kita harapkan bisa lebih ditingkatkan lagi.

Jadi target kita sebagai perwakilan dewan pimpinan nasional di daerah khususnya Sulawesi itu kita mau supaya di percepat.

Lima DPW yang di bentuk oleh kepengurusan yang lama. Jadi untuk kepengurusan yang baru kita harapkan segera membentuk DPW – DPW yang baru otomatis di setiap DPW yang ada itu kita harapkan kader – kader kita itu banyak lebih maju.

“Hal senada juga Ia sampaikan bahwa Vox Point itu, adalah organisasi kaderisasi dan organisasi persinggahan. Kita tidak mau kader itu di Vox Point terus. Maunya setelah di kader masuk ke partai politik jadi dia langsung berkecimpung ke dunia politik. Apakah masuk pemerintahan kah atau politik. Jangan stagnan disitu,” ungkap Dharma.

“Karena kita mau menyuarakan suara umat. Jadi kepentingan umat katolik itu ada yang wakili. Tentu kita harus tegak lurus dengan gereja dan negara. Itu yang dibilang tadi slogan 100 Persen Indonesia 100 persen katolik,” terang Direktur Khusus Perwakilan Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia.(Sila).

640 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya