Oleh : Usdar Nawawi

Patompo yang Kasi ki Nama Ujung Pandang, Maula Kembalikan Nama Makassar

09 November 2021 19:53
Patompo yang Kasi ki Nama Ujung Pandang, Maula Kembalikan Nama Makassar

BugisPos — Penamaan Kotamadya Makassar dan Kota Makassar, punya sejarah panjang.

Hari ini, Selasa 9 November 2021, hari jadi Makasar ke-414 diperingati meriah di setiap RT dengan busana adat dan makanan tradisional.

Itu idenya Walikota Makassar ke-20 Danny Pomanto. Danny memang selalu membuat sesuatu yang berbeda dan tak terduga. Selalu ada kejutan.

Ihwal nama Makassar, itu berubah ke nama Ujung Pandang di zaman Wali Kota HM Dg Patompo (1962-1978).

Perubahan itu dilakukan Patompa saat melakukan perluasan kota, yang mengambil sebagian wilayah Gowa dan Maros.

Alasan Patompo, bupati Maros dan Gowa tak mau wilayahnya diambil bila tak mengubah nama Makassar.

Patompo berfikir cepat dan mengubah nama Makassar menjadi Ujung Pandang. Pertimbangannya macam-macam, tapi yang jelas hari jadi Kotamadya Ujung Pandang tanggal 1 April yang tiap tahun diperingati.

Dan siapa sangka ternyata hari lahir Patompo juga tanggal 1 April. Bahkan meninggalnya juga 1 April. Itulah misteri seorang Patompo yang menjabat wali kota Ujung Pandang selama 13 tahun.

Walikota Malik B Masry saat berkunjung ke beberapa negara di Eropa, jadi pusing sendiri saat ditanya, dimana itu Ujung Pandang, tidak ada di peta dunia. Yang ada adalah Makassar.

Wali kota Makassar ke-17 HB Amiruddin Maula (1999-2004), ternyata punya agenda khusus mengembalikan nama Makassar.

Maula mengumpul budayawan, seniman, ahli sejarah, wartawan dan sejumlah tokoh, di hotel MGH, merumuskan dasar dan pendapat untuk mengembalikan nama Makassar.

Simpulannya, hari jadi kota Makassar tanggal 9 November 1607, dan ditetapkan melalui Perda Kota Makassar No.1 tahun 2000.

Pilihan tanggal 9 November ini, didasarkan pada momentum Raja Tallo, Mangarang Dg Manrabbia yang bergelar Sultan Alauddin (1593-1639), yang pada tanggal 9 November 1607, melaksanakan shalat Jumat pertama di Tallo, setelah sang raja memeluk agama Islam.

Bahwa warga kota Makassar patut berbangga punya kota tempat tinggal bernama Makassar.

Kota yang penduduk aslinya adalah suku Makassar, yang legowo menerima suku-suku lainnya untuk ikut berdiam di Makassar, seperti suku Bugis, Toraja, Mandar, dan suku-suku lainnya dari luar Sulsel.

Dirgayu Makassar ke 414 ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya