Bahayana, Bekas Galian Proyek IPAL Makassar Merusak Jalanan

17 November 2021 23:42
Bahayana, Bekas Galian Proyek IPAL Makassar Merusak Jalanan
Papan Bicara ini menyatakan di Jl Nuri ada pengalihan dan penyempitan jalanan mulai Juni hingga Oktober 2021. Nyatanya masih terjadi hingga Nopember 2021/Foto: Mahaji Noesa

BugisPos – Proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di selatan kota Makassar merusak puluhan kilometer muka jalanan.

Proyek yang merupakan bagian dari Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSIP) atau Proyek IPAL Losari dimulai tahun 2020 hingga Nopember 2021 masih belum rampung.

Papan Bicara ini menyatakan di Jl Nuri ada pengalihan dan penyempitan jalanan mulai Juni hingga Oktober 2021. Nyatanya masih terjadi hingga Nopember 2021/Foto: Mahaji Noesa

Sejumlah pekerjaan instalasi masih menutup banyak ruas jalanan. Seperti di Jl Stadion, Jl Belibis, Jl Hati Mulia dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Beberapa jalanan tempat pembuatan instalasi dan penanaman pipa masih terjadi penyempitan seperti di Jl Nuri persimpangan Jl Hati Mulia, Jl Cenderawasih, serta di Jl Dahlia.

Sejumlah alur galian bekas penanaman pipa saluran limbah masih dibiarkan tidak diaspal kembali sehingga menyerupai selokan di muka jalan, dipenuhi air saat hujan, sangat membahayakan pengguna jalanan. Seperti terlihat di Jalan Nusa Indah dan Jl Hati Murni.

Sejumlah bekas galian sudah ditutup tetapi membuat jalan bergelombang, seperti di Jl Rajawali dan Jl KS Tubun. Penambalan bekas galian di badan jalanan banyak dilakukan menggunakan campuran beton

menyambung aspal sehingga terlihat janggal. Kurang nyambung aspal dan beton. Seperti di Jl Pajonga Dg Ngalle, Jl Cenderawasih, dan Jl Ratulangi.

Bahkan bekas galian pekerjaan IPAL yang membongkar muka jalanan yang disebut-sebut sebagai proyek strategis dikerjakan kontraktor BUMN tersebut banyak yang disambung dengan menggunakan paving sehingga bergelombang.

Sudah banyak pengendara yang jatuh di bekas galian instalasi IPAL yang disambung dengan susunan batu paving di Jl Rajawali depan RTM.

“Rata-rata pengendara motor yang jatuh malam hari akibat terantuk di jalanan yang tidak rata karena ditambal pakai paving. Ada yang sepeda motornya patah,” jelas seorang pemilik warung samping RTM Jl Rajawali.
Sejumlah ruas jalan yang dinyatakan hanya mengalami penyempitan dan penutupan sementara hingga Oktober 2021, ternyata masih terjadi hingga Nopember 2021.

Banyak warga berharap bekas galian IPAL di muka jalanan segera ditutup. Tidak dibiarkan berlama-lama setelah pipa ditanam agar tidak membahayakan pengguna jalan. Juga penambalan kembali jalanan yang telah digali dan dirusak aspalnya tidak dibuat asal jadi.
Proyek IPAL Losari areanya meliputi Kecamatan Ujungpandang, Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate.

Puluhan kilometer muka jalanan di keempat wilayah kecamatan ini diacak-acak, digali untuk penanaman lebih dari 80 km panjang pipa IPAL sebagai proyek penyaluran air limbah perkotaan terpusat yang pertama di Indonesia. (aji)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya