Oleh : Usdar Nawawi

Soal Ormas, ASS Netral ji Saja

20 November 2021 13:57
Soal Ormas, ASS Netral ji Saja

BugisPos — Andi Sudirman Sulaiman (ASS), Pelaksana tugas (Plt) Gubrnur Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi satu-satunya pejabat publik di daerah ini, bahkan mungkin di kawasan Indonesia Timur, yang tak ingin namanya dipasang menjadi pembina ataupun sebagai penasehat di organisasi kemasyarakatan, atau atau organisasi profesi.
Dua kali Saya ketemu ASS, dan pada dua moment tersebut, dia selalu menyatakan dirinya menolak jadi pembina organisasi ataupun pembina organisasi profesi.

Pertama saat pengurus PWI Sulsel audiens di rujab Jl. Daeng Ngawing menjelang pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2011-2016.

Saat itu ketua PWI Sulsel H. Agussalim Alwi Hamu menyampaikan permohonan kesediaan ASS menjadi pembina PWI Sulsel. Namun ternyata ASS menolak. ASS bilang, sebaiknya dirinya tidak terikat sebagai pembina di organisasi mana pun. Atas sikap ASS itu, pengurus PWI Sulsel dapat memaklumi. Dapat memahami jalan pikiran ASS sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin Sulawesi Selatan.

Beberapa waktu kemudian, Saya bersama ketua Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) Andi Badi Sommeng dan beberapa pengurus KKB lainnya, menemui ASS di kantor gubernur terkait remcana acara Halal bi Halal 2021.

Saat itu Andi Badi Sommeng minta ASS jadi pembina KKB. Namun ditolak. ASS mengatakan, ada beberapa ormas dari pusat dengan rekomendasi menteri, minta dirinya sebagai pembina, semua ditolak. ASS bilang, kalau aturannya dirinya bisa menolak. Maka pastilah menolak.

Sikap ASS yang menolak sebagai pembina, adalah cara yang tak biasa. Bagi ASS, dirinya ingin berposisi netral terhadap semua ormas yang ada, terhadap semua organisasi profesi yang ada. Itu artinya, dia ingin berlaku adil terhadap semua organisasi.

Bila dirinya menerima jadi pembina di beberapa ormas atau organisasi profesi, tetapi tidak menjadi pembina di organisasi lainnya, maka sulit baginya menjaga netralitas dan adil pada semua organisasi yang ada. Maka pilihannya ialah, memastikan diri untuk tidak menjadi pembina organisasi manapun.

Dengan posisi bebas seperti itu, adik kandung mantan Mentan RI Andi Amran Sulaiman ini, merasa lebih nyaman, tak ada yang dianak tirikan tak ada yang dianak emaskan. Kalau memang ada yang dianak emaskan, maka semua mesti jadi anak emas. Kalau ada yang jadi anak tiri, maka semua jadi anak tirilah.

Karena itulah, dalam urusan anak atau emas ataupun anak tiri, tak menjadi urusan yang rumit, maka yang terbaik adalah menjadi ayah yang netral-netral sajalah. Itulah cara bersikap seorang putra terbaik Sulsel, Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya