Matemija, Puluhan Hektar Lahan Sawah dan Kebun Warga Kebanjiran Dampak Pembangunan Proyek Bendung Gilireng

26 November 2021 14:33
Matemija, Puluhan Hektar Lahan Sawah dan Kebun Warga Kebanjiran Dampak Pembangunan Proyek Bendung Gilireng

BugisPos – Dampak dari proyek pekerjaan pembangunan proyek bendung gilireng, mengakibatkan puluhan hektar lahan sawah dan perkebunan warga di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo terendam banjir sehingga mengakibatkan Warga gagal panen.

Diketahui proyek yang menelan dana puluhan milyar tersebut, lantaran jaringan daerah irigasi (DI) belum terbangun, sehingga naik ke kebun warga akan berdampak buruk bagi lahan persawahan dan perkebunan di sekitarnya.

Terkait hal itu, aliansi mahasiswa dan masyarakat Desa Arajang mendatangi Kantor DPRD Wajo untuk mencari solusi. Kamis (25/11/2021)

Aliansi mahasiswa Satria Arianto, mengatakan bahwa puluhan hektar lahan sawah dan kebun masyarakat Desa Arajang Kecamatan Gilireng yang tergenang akibat dampak pembagunan proyek Bendung Gilireng, lahan tersebut tergenang dari bulan maret 2021 sampai saat ini.

Sehingga banyak kerusakan yang diakibatkan luapan dari air Bendung Gilireng yang tak kunjung surut, hingga masyarakat tidak dapat mengelola lahannya.

“Kami melihat kondisi persawahan dan perkebunan warga ini, yang tenggelam dampak dari aliran bendungan Gilireng,” ujar Satria.

Satria menyebut “sejak bulan Maret lalu terendam puluhan hektare sawah dan kebun warga akibat dari pembangunan Bendung Gilireng, sampai saat ini belum juga surut. dirinya tidak menduga kejadian banjir yang melanda sawah dan kebun masyarakat sampai separah ini”.

Sementara Ketua Aliansi Pemuda Cakkuridi Gilireng Baso Sirajuddin menyebutkan sudah dua kali waktu panen, masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas pertanian lantaran lahannya terendam air dari dampak pembangunan Bendung Gilireng.

“Kami menduga ada kesalahan perencanaan. Lahan kami tidak direncanakan tenggelam tapi tenggelam. Kami tidak bisa menunggu, karena tidak diukur dan tidak ada ganti rugi karena memang tidak direncanakan,” katanya.

Kata dia, Kami bersama warga menyatakan bahwa akan menutup aktivitas di Bendungan Paselloreng apabila tak ada solusi dari permasalahan warga tersebut., tegas Baso Sirajuddin.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Sulawesi selatan yang diwakil PPK Pengadaan tanah II Samuel Tanggulungan menjelaskan bahwa pembangunan daerah irigasi di Gilireng terkendala oleh refocusing anggaran di masa pandemi Covid-19.

BBWSPJ akan menyelesaikan seluruh jaringan irigasi DI Gilireng yang targetkan rampung pada 2025 mendatang.

“Pembangunan menyesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Anggaran direfocusing. Pelaksanaan pembangunannya, 2025 selesai seluruh pembangunan jaringan daerah irigasi Gilireng,” jelasnya.

Aspirasi masyarakat Desa Arajang ini akan ditindaklanjutinya dengan mengusulkan penambahan lahan untuk daerah irigasi. Tahun depan kita akan usulkan,

“Pengadaan tanahnya, 11,63 ha akan bertambah lokasinya. Tahun depan akan usulkan, untuk pengadaan tanahnya dibebaskan,” katanya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Ketua komisi II DPRD H. Sudirman Meru mengatakan akan melakukan respon dengan segera ada solusi dari pihak Balai “Merespon dengan baik aspirasi yang disampaikan langsung aliansi mahasiswa dan masyarakat, agar pihak BBWSPJ segera menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat tersebut.,” katanya.

Pada beberapa kesempatan tersebut H. Sudirman pun juga menyatakan ke pihak BBWSPJ, apa jaminan akan ditindaklanjuti. Karena ini persoalan penghidupan masyarakat dan perlu segera dicarikan solusinya,” harapnya.

Politisi PAN ini menuturkan, Maka dari itu pihak BBWSPJ secepatnya turun kelapangan. Permasalahan nya bisa dilihat langsung kondisi lahan masyarakat yang tergenang akibat dampak pembangunan Bendung Gilireng dan permasalahan ini pihak Balai bisa dicarikan solusi ke pusat.

276 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya