Annemi Ditayang, KoPi Makassar dan Satupena Sulawesi Selatan Bakal Gelar Sastra Sabtu Sore

11 March 2022 16:41
Annemi Ditayang, KoPi Makassar dan Satupena Sulawesi Selatan Bakal Gelar Sastra Sabtu Sore

BugisPos — Sastra Sabtu Sore biasa digelar Komunitas Puisi (KoPi) Makassar kembali bakal diadakan.

Kali ini, KoPi Makassar berkolaborasi dengan Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Sulawesi Selatan. Momen kolaborasi KoPi Makassar dan SATUPENA Sulsel sangat dinantikan oleh penggiat literasi.

Sastra Sabtu Sore akan mendiskusikan buku Antologi Puisi “Resolusi Dalam Puisi” di Figor Cafe Cabang BTP Tamalanrea, pada Sabtu, 19 Maret 2022.

“Diskusi dan peluncuran buku akan jadi agenda SATUPENA Sulawesi Selatan yang digelar reguler,” terang Rusdin Tompo, Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan kepada BugisPos, Jumat, (11/3/2022).

Buku-buku dan topik yang dibahas, jelas Rusdin Tompo, bukan hanya terkait karya sastra dan seni budaya, tapi juga tulisan-tulisan nonfiksi. Dari kegiatan ini, diharapkan akan memberi apresiasi dan memotivasi penulis untuk terus berkarya. Rusdin Tompo kebetulan merupakan penggiat sastra di KoPi Makassar.

SATUPENA Sulawesi Selatan akan menjembatani para penulis muda dan pemula agar bisa menerbitkan bukunya. Di SATUPENA Sulawesi Selatan, ada beberapa anggota yang bergerak di penerbitan dan menjadi pengurus IKAPI Sulawesi Selatan.

Hadir dalam obrolan tentang rencana kegiatan Sastra Sabtu Sore itu owner Figor Cafe yang juga seorang lawyer, Hardodi, SH, MH. Kandidat doktor di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, juga merupakan anggota SATUPENA Sulawesi Selatan.

“Mungkin nanti model pembiayaan kegiatan SATUPENA Sulawesi Sekatan menggunakan pendekatan donasi,” usul pendiri Hardodi (HD) Law Firm itu.

Selain Hardodi, juga hadir Dr Fadli Andi Natsif, dosen UIN Alauddin Makassar, yang telah menerbitkan beberapa buku tema hukum kejahatan hak asasi manusia dan hukum pidana internasional. Fadli Andi Natsif merupakan akademisi yang punya pengalaman menyusun legal draft.

Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan, mewacanakan perlunya Perda tentang Kota Literasi, salah satunya di Makassar. Menurutnya, Kota Literasi hanya bisa terwujud jika ada regulasi yang mengatur tentang hal itu. Apalagi, di grup SATUPENA Sulawesi Selatan, terdapat beberapa orang yang punya pengalaman melakukan advokasi kebijakan publik.

Dalam diskusi santai ala warung kopi itu, juga hadir Rahman Rumaday, founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) dan Syahrir Patakaki Daeng Nassa, penulis buku Sanja Makassar. Diskusi juga membincangkan rancangan kepengurusan dan bidang-bidang yang akan dibentuk SATUPENA Sulawesi Selatan.

Selain acara Sastra Sabtu Sore, pada Sabtu pekan depan itu, juga ada pertemuan tim formatur yang akan membentuk Dewan Pimpinan Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan.

Selanjutnya, pada Sabtu, 26 Maret 2022, akan dilaunching pengurus Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Sulawesi Selatan. Launching akan menandai kehadiran SATUPENA Sulawesi Selatan secara formal. (*)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya