Oleh : Usdar Nawawi

Manrasai, Bupati Barru Sindir Pejabat Malas Angkat Telepon

06 June 2022 19:29
Manrasai, Bupati Barru Sindir Pejabat Malas Angkat Telepon

BugisPos, Barru — Sedih sekali rasanya mendengar sindiran yang dilontarkan bupati Barru, Ir. H. Suardi, Saleh, M.Si, saat agenda pelantikan sejumlah pejabat Pemkab Barru pekan lalu.

Bupati mengungkapkan, ada beberapa pejabat eselon II bawahannya malas angkat telepon.

Bayangkan saja bila bupati yang telepon berkali-kali tapi tidak diangkat-angkat teleponnya. Ditunggu menelpon balik, juga tak tak ada kabar.

Ada juga nomornya tak ada yang aktif. Yang aktif cuma nomor telepon isterinya.

Bupati sungguh menyayangkan kondisi pejabat seperti ini. Mestinya alat komunikasi HP Android dapat menunjang tugas-tugas pemerintahan, tetapi ini malah menghambat.

Dapat dibayangkan seorang bupati menelpon berkali-kali ke kepala dinasnya, tetapi tak direspon. Padahal dia ditelepon soal tugas penting yang menjadi tanggungjawabnya.

Bagaimana bila wartawan menelpon untuk urusan konfirmasi berita, atau warga biasa yang menelpon karena butuh pelayanan, dapat dipastikan akan lebih parah. Telepon bupatinya saja tak direspon.

Ada memang fenomena yang terjadi di tengah masyarakat.

Saat dia tak punya jabatan apa-apa, sombere’nya luar biasa. Tak diminta no HP nya, malah dia yang maksa-maksa nomor kontaknya disave.

Tetapi giliran dia dapat jabatan, angkuhnya jadi luar biasa. Mungkin saja karena keangkuhannya itulah, sampai telepon bupati pun dicueki.

Sebetulnya kondisi seperti ini, bukan cuma di Barru. Di kabupaten lain juga banyak terjadi. Termasuk di Makassar.

Tetapi di Makassar, kalau Wali Kota yang telepon, tak ada yang berani cuek. Yang sering dicueki teleponnya adalah telepon Wartawan, apalagi kalau cuma telepon dari warga biasa, unumnya dicueki. Entah apa sebab-musababnya. Takut dimintai uang ya?

Kalau bupati Barru menelpon pejabatnya, apa Anda percaya kalau bupati lagi minta duit?

Saya sungguh tak percaya soal itu.

Bupati menelepon pejabatnya tentu karena urusan dinas, urusan pekerjaan untuk kesejahteraan rakyat Barru. Bukan urusan pribadi.

Saran Saya via tulisan ini, sebaiknya ada aturan khusus bagi pejabat di Barru, agar masing-masing punya nomor kontak khusus yang aktif 24 jam, yang dapat dihubungi oleh bupati, wabup, sekda, dan para asisten.

Jangan punya 3 nomor kontak, tapi tak satupun yang bisa dikontak.

Mengapa mesti demikian, sebab dalam 24 jam sangat potensi ada perkembanganbaru yang harus segera disampaikan kepada pejabat berwenang di bidangnya.

Apalagi pejabat eson II yang langsung berhubungan dengan bupati, tidak selayaknya mematikan telepon yang sewaktu-waktu mesti menerima instruksi dari bupati.

Yaa semoga ke depan bupati Barru sudah tak akan kecewa lantaran telepon anak buah tidak aktif.

Semoga Barru semakin maju dan membawa berkah bagi rakyatnya di bawah kepemimpinan bupati Suardi Saleh ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya