Oleh : Usdar Nawawi

Tangan Besi Jaksa Agung, Pakintaki!

30 July 2022 12:43
Tangan Besi Jaksa Agung, Pakintaki!

BugisPos, Makassar — Potensi penyalahgunaan jabatan dalam penanganan kasus atau perkara di kalangan aparat penegak hukum, memang tak bisa dinafikan.

Tentang jual beli pasal, nego-nego, atau trik-trik lainnya dilakukan demi kepentingan pribadi.

Semua itu telah menjadi rahasia umum. Atur-mengatur perkara seolah telah menjadi barang mainan yang biasa-biasa saja. Padahal di sisi penegakan hukum, permainan seperti itu sesungguhnya menjadi dosa hukum yang berat. Penegak hukum yang juga pelanggar hukum.

Maka itulah wajar-wajar saja bila kemudian KPK menangkap hakim dan pengacara yang ketahun bermain sogok dan suap dalam penanganan perkara.

Mencermati fenomena jelek seperti ini, sepertinya Jaksa Agung sadar bawa hal sejenis ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Jaksa Agung S Burhanuddin bertegas. Dirinya akan menggunakan tangan besi bila di jajaran kejaksaan ada yang bermain-main dalam menangani perkara.

Jaksa Agung mengancam akan memberhentikan Jaksa yang berani bermain-main dengan perkara yang mereka tangani. Sebelum Jaksa Agung diberhentikan maka dia dulu memberhentikan Jaksa nakal.

Sebelumnya, Jaksa Agung juga bikin surat edaran ke seluruh Kejaksaan di negeri ini, agar Jaksa tidak terlibat bermain proyek. Jaksa tidak boleh minta jatah proyek di Pemda.

Langkah Jaksa Agung ini tentu disebabkan karena banyak Jaksa di daerah mendapat jatah proyek dari Pemda.

Tentu saja Pemda legowo membagi proyek ke Jaksa, sebab norok Pemda juga takut diusut Jaksa. Mungkin ini bisa juga disebut kolaborasi petak umpet. Silahkan Jaksa sibuk kerja proyek, Pemda pun aman dengan proyel lainnya. Dan cara-cara memperkaya diri sendiri seperti itu, tentu menjadi perbuatan yang tak terpuji. Cara murahan yang mempermalukan negara. Apalagi bila proyek yang dikerjakan itu bermasalah pula.

Bahwa praktek penegakan hukum yang di balik itu juteru melahirkan pelanggaran hukum lainnya, tentu semakin memperumit masalah penegakan hukum itu sendiri.

Banyak sekali contoh soal yang tersaji di depan jidat masyarakat.

Permainan mereka demikian berani telanjang di mata publik.

Bayangkan saja bila aparat menangkap bandar narkoba, lalu dilepas pasca mego-nego. Betapa rusaknya ini negara.

Pejabat yang berani memark up anggaran, dengan niat mendapatkan keuntungan pribadi. Dan faktanya, sudah banyak yang ditangkap, tapi lebih banyak lagi yang belum ketahuan. Tentu saja tidak mudah mengetahuinya, sebab mereka jago cokko-cokkonya.

Bahwa Jaksa Agung telah membuka lebar ke publik soal sikapnya akan memecat Jaksa yang ketahuan mempermainkan perkara, tentunya patut kita apresiasi. Kita dukung sepenuhnya. Dan kita menantikan saja apa yang akan terjadi.

Masalahnya kemudian ialah, jangan sampai hal itu semua cuma berupa pernyataan vulgar saja, dan tak ada yang dipecat. Jangan sampai ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya