Oleh : Usdar Nawawi

Marocca’, Prahara Duren Tiga

19 August 2022 23:26
Marocca’, Prahara Duren Tiga

BugisPos, Makassar — Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Selasa 9 Agustus 2022, telah mengumumkan ke publik, bahwa tewasnya Brigadir J, bukan karena bakutembak, tetapi ditembak oleh Bharada E atas perintah Irjen Pol Ferdy Sambo.

Richar Eliezar atau Bharada E dibantu oleh Bripka Ricky Rizal atau RR dan Kuat.
Keempatnya terancam hukuman seumur hidup sebab melakukan pembunuhan berencana. Sang Jenderal menskenariokan pembunuhan ini, dan memerintahkan Brigadir E melakukan eksekusi.

Itu artinya, Kapolri telah melaksanakan perintah Presiden Jokowi dengan baik, agar kasus ini dapat diungkap ke publik seterang-terangnya. Dan tentunya sebagai fakta membantah hoax terbesar yang diciptakan oleh Ferdy Sambo bersama kelompok 31 yang mendukung langkah Sambo.

Pertanyaan yang muncul di kepala rakyat saat ini ialah, sebesar apakah kesalahan Brigadir J sehingga Sang Jenderal begitu nafsu membunuh anak buahnya sendiri ?
Apakah karena ada rahasia besar yang dimiliki Brigadir J, sehingga Ferdy Sambo merasa terancam dan ketakutan,lalu Jenderal asal Tana Toraja ini merasa terpaksa harus melenyapkan nyawa anggota pasukan pengawalnya sendiri?

Atau apakah benar adanya desas desus yang beredar di masyarakat, bahwa di antara Brigadir J dengan isteri Ferdy Sambo, yakni dengan cerita terlibat jalinan asmara ?

Entahlah. Semua informasi dan perkiraan, baru sebatas kira-kira semata.
Mungkin saja penyidik masih merahasiakan motif pembunuhan ini, dan membiarkannya nanti terungkap di pengadiian.

Di Komnas HAM Sambo mengaku marah besar setelah mendengar kabar, bahwa Brigadir J melalukan tindakan yang merusak harkat dan martabat keluarga Sambo.

Sesungguhnya tak jelas apa yang sebenarnya dimaksud merusak hatkat dan martabat keluarga itu.
Bahkan Menko Polhukam Mahfud MD menyebutnya sebagai hal yang hanya merupakan konsumsi orang dewasa.
Pernyataan Mahfud ini juga semakin membingungkan publik.

Seolah-olah Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap isteri Sambo, Putri Candrawathi.
Nah, bila Brigadir J melakukan pelecehan seksual itu, mengapa Brigadir J tak langsung ditangkap di Magelang saja. Mengapa masih dibiarkan mengawal isteri Sambo kembali ke Jakarta ?
Di balik pengakuan Sambo di hadapan Komnas HAM, arus info semakin kencang pula di medsos.
Kabarnya, Brigadir membocorkan fakta Polwan cantik sebagai orang ketiga yang hadir dalam perjalanan rumah tangga Sambo-Putri, yakni AKP Rita Yuliana.

Antara Sambo dan Rita, ada yang menyebutnya selingkuhan, ada juga yang bilang sudah nikah siri sejak 6 tahun. Namun semua itu belum jelas kebenarannya. Sambo tak mengungkapkan hal itu di depan Komnas HAM.

Namun apapun itu, emosi dan kemarahan Sambo sudah jadi bubur. Tak bisa lagi kembali jadi nasi.

Nasib Sambo akan ditentukan kelak di pengadilan, seberapa lama hukuman yang akan diterima Sambo bersama tiga tersangka lainnya **

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya