Oleh : Usdar Nawawi

Menulis di Atas Awan

02 September 2022 06:39
Menulis di Atas Awan 
Negeri di atas awan kebanggan kabupaten Toraja Utara

BugisPos, Toraja Utara — Menelusuri negeri di atas awan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, cukup menarik untuk ditulis. Di kawasan ini terdapat 28 gunung yang berderet dari timur ke barat. Dan begitu banyak puncak gunung yang dapat dilihat ke bawah dari puncak gunung lainnya yang lebih tinggi. Di antaranya seringkali terlihat awan putih yang menebal di puncak gunung yang letaknya lebih rendah itu. Dan orang seolah sepakat menyebutnya sebagai negeri di atas awan. Semacam kalimat promosi pariwisatalah. Kira-kira begitu.

Maklum saja di negeri kita ini lagi demam pariwisata. Katanya, negeri ini lagi sibuk membangun objek wisata demi mendatangkan devisa negara.

Cerita tentang negeri di atas awan, yang paling populer saat ini, tak lain adalah objek wisata To’ Tombi, letaknya di puncak gunung, kampung Laloi, Lembang (desa) Benteng Mamulla, Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Penataan To’ Tombi ini, yang populer dijuluki negeri di atas awan ini, kondisinya sebenarnya tak terlalu istimewa dibanding budaya Toraja lainnya. Namun promosinya luar biasa. Setiap wisatawan yang datang ke tempat ini, mau wisatawan lokal atau pun wisatawan manca negara, pada ramai memposting foto-foto mereka di medsos. Mereka senang berada di atas awan. Promosi yang murah meriah.

Di tempat ini, cuma ada kafe, tongkonan, toilet tradisional, dan beberapa spot untuk bersantai dan tempat foto-foto dengan latar gumpalan awan putih yang memikat. Ada juga beberapa villa untuk menginap, dan juga bisa nginap di tenda

Gunung seks Buttu Kabobong di Kabupaten Enrekang. Dilihat lebih tinggi dari sisi jalan dengan panoram awan putih yang memikat

Tongkonan. Bisa juga bawa tenda sendiri, tak dilarang bertendaria di tempat ini. Silahkan saja, asal bisa tahan hawa dingin. Wisatawan yang datang ke lokasi ini, umumnya mencari pemandangan awan di pagi hari.

To’ Tombi berada di ketinggian kira-kira 1300 mdpl (meter di atas permukaan laut). Bisa dijangkau dengan sepeda motor dan mobil. Kondisi jalan aspal yang tak terlalu lebar. Menanjak dan berliku. Jarak tempuh dari kota Makassar, sejauh 318 km. Sekitar 9 jam perjalanan.

Negeri di atas Awan Bukit Senanyan dan Puncak Lemo Nipi’ Polewali Mandar Sulawesi Barat

Bagi yang naik pesawat dari Bandara Sultan Hasanuddin, turun di Bandara Potingku. Menuju To Tombi Toraja, dengan perjalanan sekitar sampai 2 jam. Tiket masuk menuju To Tombi Toraja cukup murah, anda cuma sebesar Rp.15.000,- per orang. Tak perlu khawatir sebab tempat ini buka 24 jam tiap hari

Negeri di atas awan Kabupaten Luwu

Promosi wisata setempat berkata ; Janganlah datang untuk melihat awan, tetapi datanglah untuk mengagumi indahnya alam ciptaan Tuhan.

Negeri di atas awan Bulu Ceppi Kabupaten Soppeng

Negeri di atas awan, sebetulnya bukan cuma terdapat di Toraja Utara, tetapi juga terdapat di kabupaten Enrekang, tepatnya di daerah gunung seks Buttu Kabobong. Juga ada di Luwu, Soppeng, dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Hanya saja awan di pagi hari di atas Buttu Kabobong, tidak dipromosikan. Demikin juga negeri di atas awan di Luwu, Soppeng, Polewali Mandar, kurang mendapat atensi bagi pemerintah setempat untuk dijadikan objek wisata. Mungkin saja bagi Pemkab setempat, dinilai tak mendatangkan manfaat bagi perkembangan pariwisata mereka.

Namun demikian, itu artinya, Toraja Utara tak sendirian punya punya objek wisata negeri di atas awan. Hanya saja, baik Enrekang maupun Soppeng, Luwu dan Polewali Mandar, tak punya perhatian yang cukup untuk mengembangkannya sebagai objek wisata. Ya cuek-cuek sajalah, tak perlu pusing dengan negeri di atas awan itu.

Padahal gunung seks Buttu Kabobong di Kabupaten Enrekang ini, selalu menarik perhatian bagi banyak orang yang lewat di Buttu Kabobong untuk melirik dan ambil gambar di latar gunung seks itu.

Negeri di atas awan Bulu Ceppi Kabupaten Soppeng, juga tak kurang menariknya. Banyak wisatawan suka berkunjung ke tempat ini. Demikian juga negeri di atas awan Kabupaten Luwu. Negeri di atas awan bukit Senayan dan puncak Lemo Nipi Polewali Mandar Sulawesi Barat juga tak kurang menarik.

Orang Terhormat

Kembali ke Toraja, bahwa nama suku Toraja tersebut berasal dari kata To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang-orang besar, terhormat, bangsawan.

Wilayah tempat suku Toraja tinggal, yang sekarang terbagi menjadi Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, dahulu dikenal dengan sebutan Tondok Lilina Lapongan Bulan Tana Matariallo (Negeri yang bulat seperti bulan dan matahari).

Seperti suku Austronesia lainnya seperti Batak dan Minahasa yang mengenal sistem Marga atau Fam, ada banyak sekali Fam di Suku Toraja, salah satunya adalah Sambo.

Dalam Bahasa Toraja, Sambo berarti tutup, penutup atau menutup. Dalam konstruksi rumah adat suku Toraja yakni Tongkonan, ada komponen yang disebut Sambo Topong dan Sambo Rinding.

Jejak marga Sambo dapat ditemukan pada sebuah lumbung Tongkonan di Taniasa Kandeapi, Tikala, Kabupaten Toraja Utara. Lumbung Tongkonan itu berbeda karena memiliki 10 banga (tiang), biasanya lumbung tongkonan hanya memiliki 6-8 banga. Lumbung itu juga memiliki 3 longa (atap melengkung) padahal biasanya lumbung tongkonan memiliki 2 longa saja.

Lumbung Tongkonan itu dibangun oleh Mayjen Polisi Pieter Sambo, seorang polisi yang memiliki reputasi sebagai polisi jujur dan juga aktif dalam gerakan kepramukaan Indonesia. Pieter Sambo juga membantu revitalisasi dan penataan Tongkonan di Tana Toraja.

Di kemudian hari, keponakan Pieter Sambo, yakni Ferdy Sambo mengikuti jejak sang paman untuk menjadi polisi juga, yang di puncak kariernya di Polri sampai pangkat Irjen dengan jabatan Kadiv Propam Polri.

Namun pada pada 8 Juli 2022, karier Ferdy Sambo di kepolisian menjadi tamat. Bisa jadi itu karma. Dia dipecat dari institusi kepolisian, akibat membunuh ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang populer disebut Brigadir J, dengan tuduhan pelecehan seksual terhadap isteri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, meskipun dinilai tak memiliki bukti yang cukup.

28 Gunung

Bahwa munculnya negeri di atas awan, sebetulnya karena gunung yang ada kawasan ini, terdapat puncak gunung yang lebih rendah dan yang lebih tinggi. Dari puncak gunung yang lebih tinggi, orang bisa melihat awan tebal di atas puncak gunung yang lebih rendah.

Ke-28 gunung itu, yakni :

1. Puncak Rantemario, dapat melalui Tana Toraja, Enrekang, dan Luwu

2. Gunung Nenemori, satu kawasan dengan Latimojong. 3. Gunung Latimojong, dapat dijangkau melalui Desa Bungin, Enrekang.

4. Gunung Rantekambola, bisa dijangkau melalui Mingkendek, Tana Toraja ataupun Baraka, Enrekang. 5. 5. Gunung Simbolong, terletak di Desa Batu Kede, Enrekang..

6. Gunung Balease, sebuah besi tower dari KPA Batara Sawerigading menjadi penanda lokasi puncak tempat ini.

7. Gunung Tolangi, jalurnya pun kurang lebih sama dengan gunung Balease

8. Gunung Kambuno, di sini kamu akan mudah bertemu dengan hewan khas Sulawesi, yaitu anoa.

9. Gunung Lompobattang, di Kabupaten Bantaeng.

10. Gunung Kabentonu, di puncaknya terdapat sebuah prasasti yang dipasang oleh KPA Garis Palopo pada tahun 2012 silam.

11. Gunung Bawakaraeng, terletak di kabupaten Gowa

12. Gunung Sikolong, di perbatasan Kabupaten Luwu dan Tana Toraja.

13. Gunung Bulubaria, satu kawasan Pegunungan Lompobattang, Gowa.

14. Buntu Karua, di pedalaman Kabupaten Tana Toraja,

15. Gunung Singgang, di sekitarnya bisa melihat puncak dari Gunung Lompobattang.

16. Gunung Sinaji, terletak di Desa Uluway, Tana Toraja

17. Gunung Sesean, di Tana Toraja

18. Buntu Puang, di perbatasan Palopo, Luwu, dan Toraja Utara.

19. Gunung Tondongkarambu, di Kabupaten Pangkep.

20. Gunung Bulusaraung, di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep

21. Gunung Kandora, di Tana Toraja.

22. Gunung Buttu Kabobong, di wilayah Desa Bambapuang, Enrekang.

23. Gunung Bambapuang, terletak di Desa Bambapuang, Enrekang.

24. Gunung Singki, di Kabupaten Toraja Utara.

25. Gunung Bulu Dua, di Soppeng.

26. Gunung Coppo Tille, di Kabupaten Barru.

27. Gunung Bulu Sorongan, bisa dijangkau melalui Desa Parenreng, Pangkep.

28. Gunung Bulu Saukang, di Kabupaten Maros. **

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya