Matemija Empat Perusahaan Belum Menyelesaikan Penyetoran Pengembalian Kerugian Negara.

23 November 2022 11:15
Matemija Empat Perusahaan Belum Menyelesaikan Penyetoran Pengembalian Kerugian Negara.
Empat Perusahaan Belum Menyelesaikan Penyetoran Pengembalian Kerugian Negara.

Bugis Pos, Toraja Utara –Plt Inspektur Kabupaten Toraja Utara, Joni Kantong menjelaskan di ruang kerjanya Kantor Inspektorat ketika di konfirmasi terkait proyek pekerjaan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan pada Pekerjaan Tahun 2017, 2018 dan 2020.

Di katakannya bahwa ada 4 (Empat) Pekerjaan Fisik yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2017, 2018 dan 2020 yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.4.937.105.560,67 (empat milyar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta seratus lima ribu lima ratus enam puluh enam puluh tujuh rupiah).

“Untuk Pekerjaan Tahun 2017, 2018 dan 2020 yang menjadi temuan BPK dan sudah disidangkan oleh Sidang Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) pada Tahun 2021 sudah menjadi keputusan final dan semua rekanan (Kontraktor) harus mengembalikan dan menyetor ke Kas Daerah Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, jelas Joni Kantong.

Hasil Keputusan TPTGR pada Tahun 2021 menyerahkan kepada Inspektorat untuk ditindaklanjuti sebagaimana hasil putusan sidang TPTGR tahun 2021 lalu.

Joni Kantong sudah melakukan pemanggilan kepada rekanan untuk meyelesaikan secara bertahap sesuai dengan perjanjian dan putusan sidang TPTGR Tahun 2021. Salah satu perjanjian yakni dengan melakukan pengembalian dengan cara mencicil secara bertahap sesuai surat perjanjian yang di sepakati pada Tahun 2021 lalu ujarnya.

“Dan apabila Rekanan (Kontrakror) tidak melakukan pengembalian kerugian negara, maka kami serahkan ke aparat Hukum yakni Kejaksaan Negeri Makale untuk melakukan Pidananya, ungkap Plt. Kepala Inspektorat.

Ditambahkan bahwa rekanan (Kontraktor) yang baru mencicil atau tindak lanjut tahun 2021 sebesar Rp.214.000.000,- (dua ratus empat belas juta rupiah) untuk 1 (satu) rekanan, dan tindak lanjut tahun 2022 ada 2 (dua) rekanan yang baru mencicil masing masing sebesar Rp.50.000.000,- . Jadi jumlah tindak lanjut atau cicilan dari rekanan yang baru di bayar sebesar Rp.314.000.000,- (tiga ratus empat belas juta rupiah).

“Dari 4 (empat) rekanan (Kontraktor), ada 3 yang mencicil untuk pengembalian kerugian negara itupun baru Rp.314.000.000,- (tiga ratus empat belas juta rupiah), dan yang 1 rekanan belum pernah melakukan pembayaran cicilan pengembalian ke Kas Daerah. Jadi masih ada sisa sebesar Rp.4.623.105.560,67 (empat milyar enam ratus dua puluh tiga juta seratus lima ribu lima ratus enam puluh enam puluh tujuh rupiah).

Adapun 5 (lima) Pekerjaan Ruas Jalan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sudah di sidang oleh TPTGR yakni Peningkatan Jalan Tallunglipu-Deri Tahun Anggaran 2017, Peningkatan Jalan Barana’-Pangli Tahun Anggaran 2017, Peningkatan Jalan Tagari-Balusu Tahun Anggaran 2017, Peningkatan Jalan Minanga-Sarang sarang Tahun Anggaran 2018, Peningkatan Jalan Karasiak Ke’pe-Pangli-Barana Tahun Anggaran 2020 dan Bangunan Gedung Kantor Bupati di Panga’ Tahum Anggaran 2019.

Dijelaskan pula bahwa ada 1 (satu) rekanan yang menjaminkan bangunan Rukonya sebagai bentuk perjanjian jaminan kepada Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, ungkap Joni Kantong.

“Diketahui bahwa 4 (empat) rekanan (kontraktor) berdasarkan hasil Putusan TPTGR sudah jatuh tempo, itu berarti keempat rekanan (kontraktor) sudah sebenarnya di proses Pidana dan bangunan Gedung sudah harus di sita dan di lelang dan ini semua sudah jatuh tempo bahkan sudah melewati dan langkah selanjutnya kami akan berkordinasi dengan pihak kejaksaan tuturnya. (Rahmad).

Editor : Mahyul

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya