Ini mi Tanggapan Kadis Pendidikan terkait Maraknya Pembusuran di Kota Makassar

24 November 2022 21:20
Ini mi Tanggapan Kadis Pendidikan terkait Maraknya Pembusuran di Kota Makassar

BugisPos, Makassar — Akhir-akhir ini, marak terjadi aksi pembusuran di Makassar. Pelakunya pun rata-rata masih remaja atau duduk dibangku sekolah. Hal itulah menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim mengatakan, pihaknya selaku Kadis Pendidikan Kota Makassar menilai bahwa proses pendidikan itu yang harus diperbaiki.

Pertama kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar ini, seperti program Wali Kota dalam visi-misinya perkuatan keimanan umat, itu pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan.

Hal itu disampaikan Kadisdik Kota Makassar saat silaturahmi bersama Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto untuk menindak lanjuti Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, di Mapolrestabes Makassar, Kamis (24/11/22).

“Kami meminta semua sekolah menjadi kawasan santri. Jadi Kami fokus dulu akhlak untuk kita bangun dengan baik dan tentunya kolaborasi dengan orang tua sangat penting, ” ucap Muhyiddin Mustakim.

Muhyiddin menyebut, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan kepolisan, karena yang terjadi selama ini disalahkan pihak dinas pendidikan dan kepolisian. Seperti misalnya anak sekolah biasanya naik motor, padahal belum berhak mengendarai kendaraan.

“Itu yang disalahkan sering kepolisian dan dinas pendidikan. Nah Kami melihat dari sini sumbernya, kalau anak sudah mulai mengendarai motor padahal umurnya belum berhak. Itu biasanya menyebabkan egonya, tidak melihat resikonya, ” sebutnya.

Setelah kejadian kata Muhyiddin, baru pihak pendidikan dan kepolisian disalahkan. Padahal Muhyiddin mengaku sudah melakukan imbauan dan tentunya peran orang tua sangat penting.

“Dan itu yang saya selalu sampaikan “jagai anakta” bukan hanya sekedar slogan. Jagai dalam hal proses dimana kesehariannya kita harus sama sama mengawasi,” kata Muhyiddin.

“Jadi “jagai anakta” bukan hanya anak kandung, tapi semua sebagai warga masyarakat Indonesia sama sama menjaga. Kalau ada hal hal seperti ini kita jaga dan antisipasi,” sambungnya.

Diakuinya, kalau ini jalan dengan baik, dengan proses pendidikan yang baik dan ada proses pendidikan yang perlu diperbaiki. Jadi ada dua hal yang sangat penting, yaitu pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan.

“Oleh karena itu bagaimana saya selaku Kadis pendidikan menanamkan ini. Jadi kami sudah menyampaikan dan koordinasi dengan pihak provinsi, jangan melihat program “jagai anakta”, tapi harusnya menjadi bagian dari sosialisasi,” bebernya. (Jay)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya