Bejat Seorang Bapak di Enrekang Cabuli ki Anak Kandungnya Bertahun-Tahun

01 December 2022 23:17
Bejat Seorang Bapak di Enrekang Cabuli ki Anak Kandungnya Bertahun-Tahun
Bejat Seorang Bapak di Enrekang Cabuli Anak Kandungnya Bertahun-Tahun

BugisPos, Enrekang – Entah apa yang merasuki jiwanya, sehingga seorang ayah disalah satu Kecamatan di Kabupaten Enrekang tega menggauli anak gadisnya selama bertahun-tahun.

Iklan Camat Panakukang

Kasus ini baru sebulan terakhir diketahui publik setelah si pelaku tiba-tiba mengunggah foto bugil anak kandungnya yang diduga menjadi korban sifat bejatnya di akun Facebook miliknya.

Pelaku dengan inisial TH ini rupanya geram karena korban tak lagi mau pulang ke rumahnya. Mungkin karena sudah terlalu lama dijadikan peluas nafsu ayahnya sehingga korban enggan pulang kerumahnya dan memilih untuk tinggal dirumah kerabatnya.

Dari keterangan Kepala UPT PPA DP3A Kabupaten Enrekang, Husmini kasus ini setelah ketahuan oleh keluarganya, pelaku langsung diamankan Polisi.

Korban yang merupakan darah daging pelaku diancam, jika tak segera kembali kerumahnya maka fotonya yang sedang dalam kondisi tak berbusana akan disebar di Facebook dan ternyata ancaman ayah tak bermoral itu benar-benar dilakukan. Dengan tega dia memposting foto anak gadisnya yang sudah bertahun-tahun jadi santapan birahinya.

Dari penjelasan Kepala UPT PPA, kedua orang tua Mawar ( nama samaran korban) sudah lama pisah tempat tinggal, meski belum Sah bercerai. Selama berpisah tempat tinggal kedua anaknya tinggal bersama pelaku. Menurut Husmini Ibu korban mengalami gangguan kejiwaan.

Terpisah, Kepala DP3A Kabupaten Enrekang, Burhanuddin membenarkan adanya kasus tersebut. Namun dia mengatakan, pihaknya belum terlalu jauh mempelajari kasusnya.

Mawar merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Oleh ayah kandungnya, mawar di tiduri sejak kelas 3 SMP sampai kasus ini terungkap dan kini usia korban sudah 19 tahun.

Kepala Desa tempat tinggal pelaku menjelaskan, jika selama ini baik dirinya maupun masyarakat setempat tak ada yang curiga jika ternyata bertahun-tahun pelaku kadang tidur sekamar dengan anak gadisnya bak sepasang suami istri.

” Kita tidak pernah membayangkan sejauh itu, karena selama ini yang ada dalam pikiran kita korban tinggal bersama ayahnya. Kita juga tidak mungkin terlalu jauh mencari tahu apa yang mereka lakukan, karena kita percaya seorang ayah itu tugasnya melindungi anaknya apalagi ini anak gadis. Tapi ternyata diluar dugaan, pelaku tega berbuat tidak senonoh terhadap anaknya sendiri”. Kata Kades, Abdul Rahman.

Abdul Rahman mengatakan, awalnya sipelaku dan korban sama-sama tidak mengakui jika selama ini melakukan hubungan layaknya suami istri.

” Tapi lama-kelamaan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya, “Ujar Abdul Rahman.

Dihadapan Kepala UPT PPA pelaku juga sempat mengaku khilaf saat menggauli anaknya. Jika demikian setiap menggauli anak kandungnya pelaku ini khilaf sehingga bertahun-tahun perbuatan haram ini dilakukan TH.

Abdul Rahman mengatakan, dengan adanya kasus ini, dia meminta agar Dinas P3A dan Dinas terkait lain lebih proaktif melakukan edukasi dan sosialisasi.

Dia sangat berharap kejadian serupa bisa dicegah dengan cara bersama-sama melakukan sosialisasi. Banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Enrekang menunjukkan jika kasus ini membutuhkan perhatian khusus Pemerintah Daerah.

Terlebih jiga disandingkan dengan Enrekang Maju, Aman, Sejahtera, Religius berkelanjutan seharusnya kasus asusila di Enrekang tidak semakin meningkat.

Tapi fakta yang terjadi justru sangat mencengangkan, disusul dengan kasus perkawinan anak dibawah umur di Kabupaten Enrekang hingga November 2022 sudah mencapai 88 kasus. (syafar)

Editor : Mahyul

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya