Remaja di Makassar Culik dan Bunuh Anak Dibawah Umur, Terobsesi ki Bede Website Penjualan Organ

10 January 2023 21:40
Remaja di Makassar Culik dan Bunuh Anak Dibawah Umur, Terobsesi ki Bede Website Penjualan Organ

BugisPos, Makassar – Diduga karena terobsesi dengan website penjualan organ tubuh (Organ Sell), seorang pelajar berinisial A alias R (17 tahun) beralamat di Jalan Batua Raya 14 Kecamatan Panakkukang bersama rekannya, AMF alias F (14 tahun) beralamat di Kompleks Kodam Lama Jl. Ujung Bori lorong 7 melakukan penculikan dan pembunuhan anak dibawah umur bernama Muh. Fadly Sadewa (11 tahun).

Iklan Camat Panakukang

Hal ini disampaikan berdasarkan rilis pers dari Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang pada Selasa (10/1/2023).

Berdasarkan laporan dari Polsek Panakkukang, ini berawal ketika Karmin (38) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian beralamat di Jalan Batua Raya 7 lorong 1 membuat laporan kehilangan anak pada Senin (9/1/2023).

Mendapatkan laporan tersebut, personil Polsek Panakkukang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Afhi Abrianto S.Tr.K., M.H didampingi Panit I Reskrim Ipda Ahmad Samsuri Hajar, SH dan Panit II Reskrim Iptu Fahrul, SH., MH melakukan pengungkapan kasus tindak pidana penculikan anak di bawah umur yang di sertai dengan pembunuhan berencana.

Kronologis Kejadian

Berawal pada saat orang yua korban melaporkan kehilangan anak di Mako Polsek Panakukkang, karena sudah seharian tidak pulang ke rumahnya.

Berdasarkan laporan kehilangan anak tersebut, anggota resmob Polsek Panakkukang melakukan serangkaian penyelidikan guna pengungkapan.

Penyidikan mulai dengan melakukan penyisiran CCTV dan mencari saksi-saksi.

Dari CCTV di depan Indomaret Jln. Batua Raya terungkap korban Muh. Fadli Sadewa alias Dewa dijemput oleh pelaku A menggunakan motor ( Terekam cctv ) pada hari Minggu tanggal 8 Januari sekitar pukul 17.00 wita.

Berangkat dari rekaman CCTV itulah, anggota Resmob Polsek Panakkukang melakukan penyelidikan keberadaan pelaku A dan berhasil diamankan di Jln Batua Raya 7 dan kemudian dilakukan pengembangan ke Jalan Ujung Bori tepatnya di kompleks Kodam Lama Lr.7 dan berhasil mengamankan pelaku lainnya.

Selanjutnya anggota Polsek melakukan pengembangan pencarian mayat korban di Jalan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-Nipa Kec. Moncongloe Kab. Maros.

Dari pencarian tersebut, kemudian mayat korban ditemukan di bawah jembatan dalam keadaan meninggal dunia terikat tali rafia warna hijau pada kakinya, korban juga terbungkus kantong plastik warna hitam.

Dari hasil interogasi, kemudian pelaku utama A mengakui telah melakukan penculikan anak di bawah umur yang di sertai pembunuhan berencana dengan cara membujuk korban yang berada di Indomaret Jalan Batua Raya untuk membersihkan rumah dengan menjanjikan upah uang sebesar 50 ribu.

Setelah berhasil membujuk korban, selanjutnya pelaku A menuju rumah rekannya yaitu F untuk membantu membersihkan rumahnya.

Kemudian mereka bertiga menuju rumah pelaku A di Jalan Batua Raya 14 untuk di eksekusi dengan cara meminjamkan laptop serta memberikan headset kepada korban.

Selanjutnya pelaku A kemudian mencekik korban dari belakang serta membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak 3 hingga 5 kali.

Setelah korban tak sadarkan diri, lalu pelaku mengikat kaki korban dan memasukan ke dalam kantong plastik warna hitam lalu dibuang di bawah jembatan di Jalan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa Kec. Moncongloe Kab. Maros.

Dari pengembangan interogasi Pelaku A mengakui melakukan perbuatan penculikan anak di bawah umur disertai pembunuhan berencana di karenakan terobsesi di Google searching dengan website penjualan organ tubuh manusia (Organ Sell) yang dimana website tersebut bertransaksi jual beli organ sell tubuh manusia dengan nilai jutaan dollar.

Pelaku mengakui tega membunuh korbannya karena tergiur oleh harga jual dari harga penjualan organ manusia yang nilainya jutaan dollar.

Selanjutnya para pelaku beserta barang bukti diamankan di Mako Polrestabes Makassar untuk proses lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang disita adalah :

– 1 unit handphone merk Vivo Y 15s warna biru ( hp milk pelaku)
– 1 unit handphone merk Realme 9a warna biru ( hp milk pelaku).

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya