Ini mi “Pappasenna” Dr Hasrullah Kepada Prof Zudan

17 May 2024 23:05
Ini mi “Pappasenna” Dr Hasrullah Kepada Prof Zudan
Dr Hasrullah

BugisPos, Makassar — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Prof Zudan Arif Fakhrulloh sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan menggantikan Bahtiar Baharuddin, Jumat (17/5/2024).

Prof Zudan juga baru saja menyelesaikan jabatannya sebagai Pj Gubernur Sulbar 12 Mei 2024 lalu. Bersamaan dengan Pj Gubernur Gorontalo, Banten, dan Maluku Utara.

Lalu Bahtiar Baharuddin yang saat ini juga menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri dilantik sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat.

Bahtiar Baharuddin mulai menjabat Pj Gubernur Sulsel setelah dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada Selasa, 5 September 2023 lalu.

Dari kelima penjabat gubernur yang dilantik, keempatnya menyelesaikan masa tugas mereka selama 1 tahun, sedangkan Bahtiar Baharuddin sejak dilantik pada September tahun lalu, baru menjabat selama 8 bulan.

Menanggapi pergeseran penjabat Gubernur Sulsel yang saat ini dijabat oleh Prof Zudan. Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah, MA angkat bicara dan memberikan sejumlah pesan (pappaseng) kepada penjabat Gubernur Sulsel dalam menjalankan pemerintahan ke depan.

Dihubungi via telepon pada Jumat (17/5/2024) dosen Ilmu Komunikasi Unhas itu memberikan sejumlah catatan bagi Prof Zudan.

Hasrullah menyikapi dinamika pergeseran penjabat gubernur dari berbagai aspek dan juga menyinggung terkait rumor yang beredar di masyarakat.

“Pergeseran Ini tidak boleh ada yang tahan, tapi rumor politik itu muncul, kenapa harus berakhir secepat itu, padahal umur SK nya (Bahtiar Baharuddin-red) berakhir kapan itu, coba di cek!, ungkapnya.

Hasrullah juga menyikapi bahwa pergeseran yang terkesan mendadak ini cenderung bermuatan politis. Ia juga menyoroti pengganti Bahtiar Baharuddin harus lebih baik lagi.

“Pengganti Bahtiar harus lebih baik. Dari teori ekspektasi, di mana teori yang mengemukakan bahwa orang akan cenderung memilih tindakan yang diharapkan akan menghasilkan hasil yang diinginkan, dan mereka akan memilih tindakan lain jika mereka percaya bahwa tindakan itu akan membawa hasil yang lebih baik atau lebih memuaskan. Maka makin tinggi harapan kita berbanding terbalik dengan keinginan kita,” ujarnya.

“Namun yang lebih penting, penjabat gubernur baru, harus jauh dari ekor-ekor politik, dia harus on the track dalam menjalankan pemerintahan dengan baik, harus bersih dan tidak pandang bulu serta yang terpenting adalah mengutamakan kepentingan masyarakat Sulsel,” paparnya.

Apalagi, lanjutnya, kontestasi politik tersisa lima bulan. Sehingga penjabat baru, tegasnya, harus on the track sebagai pembina politik dan sebagai pembina pemerintahan, dia harus betul-betul netral dalam menghadapi kontestasi politik akan datang.

“Saya berharap penjabat baru bekerja lebih baik, jika bisa lebih baik dari Bahtiar. Karena selama ini, kita mendapatkan pemimpin yang tidak menyenangkan dan tidak membawa kegembiraan kepada masyarakat kita,” singgung Hasrullah.

Ia juga menegaskan agar pengelolaan Pemerintahan Sulsel tidak boleh dikelola dengan manejemen keluarga dan harus betul-betul profesional.

“Jangan diganggu orang, sementara menjalankan fungsi pemerintahan, fungsi anggaran, fungsi perencanaan dan memberi inspirasi kepada masyarakat,” kata Hasrullah.

“Walaupun prof Zudan banyak yang protes di Sulbar, tapi namanya pemimpin pasti ada yang protes. Namun saya harap Prof Zudan harus bekerja sama dengan siapa pun, bekerja sama dengan Forkompinda, bekerja sama dengan DPR, bekerja sama dengan kampus-kampus terbaik, sehingga terjadi kekompakan dalam menjalankan pemerintahan di Sulsel,” ulasnya.

“Sehingga dia betul-betul membawa pemerintahan hingga Pilkada atau Pilgub dan menghasilkan orang terbaik. Prof Zudan harus menyampaikan kepada rakyat bahwa akan membawa pemerintahan di Sulsel hingga terpilih gubernur yang terbaik,” kata Hasrullah.

Ia juga memberikan contoh Pemerintah Provinsi Sulsel yang dikelola secara profesional pada era Gubernur Ahmad Amiruddin.

“Pak Amiruddin itu betul-betul profesional, tidak memanggil keluarganya, tidak membawa kroni-kroninya, dia betul-betul memilih orang-orang yang profesional tidak seperti yang ada di depan mata kita saat ini,” sentil Hasrullah kemudian.

“Tidak boleh negara ini dikelola oleh keluarga. Tugasnya pak Zudan, inikan bukan jabatan politik, dia kan ditunjuk jadi harus melaksanakan dan membawa Sulsel mendapatkan pemimpin yang baik,” tegasnya.

Selain memberikan pesan kepada Prof Zudan, Dr Hasrullah juga mengungkit sisi pemerintah Bahtiar Baharuddin yang dianggapnya sudah on the track.

“Saya pikir pak Bahtiar bukan orang sembarang, dia saat ini masih Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri. Dia menjadi PJ Gubernur di berbagai tempat dan semuanya sukses. Terakhir pada pengelolaan bencana alam yang ada di Luwu. Bahtiar menunjukkan kekompakan yang luar biasa utamanya Forkompinda baik itu Polda, Kodam, Lantamal serta masyarakat dan dia turun ke bawah langsung ke masyarakat terdampak bencana, tidak naik helikopter,” terangnya.

Hasrullah juga menggarisbawahi jika ingin menjadi pemimpin yang baik dalam menangani bencana, harus punya empati, yang cepat turun tanggap bencana.

“Ini bukan kata saya, tapi kata Mensos ibu Risma, bahwa pemimpin yang baik dalam menangani bencana harus bekerja secara empatif, koordinatif dan berada pada saat yang tepat.

“Kalau mau lihat kinerja orang, beri dia tempat, beri dia waktu dan beri dia kesempatan,” tegas Hasrullah

Hasrullah juga memberikan masukan terkait suksesi gubernur Sulsel ke depan, agar jangan mau dipimpin oleh gubernur anak-anak.

“Yang bilang itu bukan saya tapi Pak JK.. pada Pilgub lalu,” singkatnya

Hasrullah juga menyinggung sedikit terkait dinamika di akhir jabatan Bahtiar Baharuddin yang menurutnya ada beberapa orang yang merasa dirinya yg tersaingi karena kepemimpinannya.

“Pj Bahtiar itu orangnya terbuka, memiliki prinsip dan tegas, sehingga ada orang yang bereaksi,” ungkap Hasrullah

“Namun yang penting agar kepemimpinan Prof Zudan ini harus mendapatkan orang-orang terbaik untuk memimpin Sulsel. Untuk itu kami menghimbau tokoh-tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan termasuk mahasiswa dan wartawan agar pilih pemimpin yang punya gagasan bagus, apalagi Sulsel adalah icon kawasan Indonesia Timur, jadi yang dipilih yang punya gagasan bagus dan orang yang paham pemerintahan,” tutupnya.

120 Views

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya