Advertorial

Sinergi Pemkab Maros dan Sektor Swasta: Penanaman Pohon di Bandara Sultan Hasanuddin Sebagai Langkah Menuju Pembangunan Berkelanjutan

128
×

Sinergi Pemkab Maros dan Sektor Swasta: Penanaman Pohon di Bandara Sultan Hasanuddin Sebagai Langkah Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Penanaman

BugisPos | Maros  —  Kegiatan penanaman 30.000 bibit pohon pelindung di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Injourney Airports, tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Angkasa Pura. Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan wujud sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Maros dan sektor swasta dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui gerakan ini, diharapkan kawasan bandara tidak hanya berperan sebagai pusat transportasi udara yang efisien, tetapi juga menjadi ruang hijau yang memberikan kesejukan dan manfaat ekologis bagi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta merupakan elemen kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk menyusun kebijakan serta menyediakan ruang bagi inisiatif yang menguntungkan masyarakat, sedangkan sektor swasta memiliki sumber daya, keahlian, dan fleksibilitas untuk melaksanakan program secara efektif. Dalam kasus penanaman pohon ini, Pemerintah Kabupaten Maros melalui program “Satu Juta Pohon” memberikan arah dan dukungan, sedangkan PT Angkasa Pura menyediakan lokasi serta sumber daya untuk menanam bibit pohon. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kedua pihak dapat saling melengkapi: pemerintah menciptakan kebijakan yang mendukung perlindungan lingkungan, dan sektor swasta menerapkannya dalam aktivitas operasionalnya sebagai bentuk CSR.

Dari sisi dampak ekologis, penanaman pohon di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin membawa manfaat yang signifikan. Pohon pelindung dapat meningkatkan kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen, mengurangi polusi udara yang seringkali terkait dengan aktivitas transportasi udara. Selain itu, pohon juga dapat mengurangi suhu lingkungan melalui efek penyejukan alami, menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi penumpang, pekerja bandara, dan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan bandara sebagai ruang hijau, kegiatan ini mengubah fungsi bandara dari hanya fasilitas transportasi menjadi tempat yang berkontribusi pada kelestarian ekosistem lokal.

Selain itu, sinergi ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Maros, terutama dalam aspek perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan penghijauan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini juga dapat menjadi contoh bagi inisiatif lain di daerah lain, menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dicapai melalui kerja sama yang sinergis.