BugisPos | Maros –– Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Maros menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) Jumat (24/10/2025) dengan tema “Membangun Sinergi dan Integritas melalui Aktivasi Anggota untuk Kesehatan Lingkungan yang Lebih Baik”. Kegiatan berlangsung di Ballroom Warkop Al Fayyadh Maros dan dihadiri oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) se-Kabupaten, yang berasal dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, RSUD dr. La Palaloi, serta RSAU dr. Dody Sardjoto.
Musyawarah dibuka dengan laporan Ketua Panitia Andi Masnah Azis, SKM, yang menyatakan bahwa HAKLI merupakan “rumah besar bagi seluruh sanitarian” dan berharap momen ini melahirkan pemimpin baru serta ide-ide segar untuk kemajuan profesi. Ketua HAKLI Maros periode 2020–2025, Imran Haris, SKM., MH.Kes, dalam sambutannya mengakui bahwa masih banyak kegiatan yang belum maksimal dilaksanakan dan berharap pengurus baru dapat melanjutkan tongkat estafet dengan semangat dan kolaborasi yang lebih kuat.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr. H. Muhammad Yunus, S.Ked., M.Kes, turut hadir dan menekankan pentingnya peran organisasi profesi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. “Sanitarian kini menjadi profesi yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran teman-teman TSL untuk mendampingi SPPG dalam memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sangat krusial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HAKLI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Syamsuddin S., SKM., M.Kes, yang juga Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar, membuka kegiatan secara resmi. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan tenaga sanitarian menghadapi re-sertifikasi untuk memperoleh SIP, serta menjalin kemitraan erat dengan SPPG guna mencegah risiko kesehatan lingkungan.
Suasana musyawarah berlangsung dinamis hingga sore hari. Setelah dua putaran pemilihan, peserta secara demokratis menetapkan Budiyanto, SKM sebagai Ketua HAKLI Maros periode selanjutnya, didampingi Hj. Nurhawa, SKM., M.Kes sebagai Sekretaris.
Muskab HAKLI Maros 2025 diakhiri dengan harapan bahwa kepengurusan baru mampu membawa organisasi menjadi wadah profesional yang produktif, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi serta kesejahteraan anggota.












