Pos Sulbar

Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, BPBD Sulbar Tingkatkan ki Kesiapsiagaan Berdasarkan Peringatan BMKG

93
×

Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, BPBD Sulbar Tingkatkan ki Kesiapsiagaan Berdasarkan Peringatan BMKG

Sebarkan artikel ini

Bugispos.com, Sulbar – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait Prospek Cuaca Indonesia Sepekan ke Depan Periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Laporan tersebut mengindikasikan adanya potensi cuaca ekstrem yang masih signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Barat.

Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa informasi BMKG tersebut menjadi dasar penting bagi BPBD dalam memperkuat langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya kewaspadaan dini dan perlindungan keselamatan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Berdasarkan laporan BMKG, penguatan Monsun Asia, aktifnya Cross Equatorial Northerly Surge (CENS), serta keberadaan ITCZ berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang. Kondisi ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan yang lebih matang,” kata Yasir Fattah, Rabu 28 Januari 2026.

BMKG mencatat dalam beberapa hari terakhir telah terjadi hujan lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Dinamika atmosfer tersebut diprediksi masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan, didukung oleh kondisi La Niña lemah, kelembapan udara yang tinggi, serta atmosfer yang labil.

Untuk wilayah Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat meningkatkan risiko banjir, genangan, tanah longsor, dan angin kencang.

Yasir Fattah menegaskan, Pusdalops BPBD Sulbar terus melakukan pemantauan intensif, koordinasi dengan BMKG, serta menyampaikan informasi peringatan dini kepada BPBD kabupaten dan masyarakat.

“BPBD Sulawesi Barat juga mengimbau pemerintah kabupaten, aparat desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran drainase, menghindari aktivitas di wilayah rawan longsor dan banjir, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat,” tutup Yasir Fattah. (*)