Bulukumba

Lapas Bulukumba Bersama BAZNAS Dorong ki Kemandirian Ekonomi WBP Melalui Pelatihan Ayam Crispy

106
×

Lapas Bulukumba Bersama BAZNAS Dorong ki Kemandirian Ekonomi WBP Melalui Pelatihan Ayam Crispy

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Bulukumba, – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan Pelatihan Kemandirian Bidang Tata Boga,  Pembuatan Ayam Goreng Crispy.

Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh ini diikuti oleh 16 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 5 orang anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Aula Lapas Bulukumba, Rabu (11/02).

Plt. Kepala Lapas Bulukumba, Ashari membuka acara tersebut dan dihadiri  Wakil Ketua BAZNAS Bulukumba Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Muhammad Yusuf Sandhy. Lc.

Wakil Ketua BAZNAS, H. Muhammad Yusuf Shandy menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan masyarakat di sektor ekonomi produktif.

“Salah satu peruntukan dana umat adalah untuk pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi. Kami tidak hanya berhenti pada bantuan pelatihan ini saja; warga binaan yang nantinya telah bebas dan kembali ke masyarakat juga dapat kami berikan bantuan modal usaha dari BAZNAS, agar mereka benar-benar mandiri secara finansial,” tegas Yusuf Sandhy

Senada disampaikan Plt. Kalapas Bulukumba, Ashari, bahwa pelatihan ini adalah implementasi dari fungsi utama pemasyarakatan dalam menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tugas dan fungsi Lapas, salah satunya yakni pembinaan kemandirian. Kami ingin memberikan keterampilan yang aplikatif bagi warga binaan sebagai bekal hidup,” jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa tujuannya jelas, agar saat mereka bebas nanti, mereka memiliki keahlian untuk bekerja atau berwirausaha sehingga tidak lagi kembali mengulangi tindak pidana.

Usai pembukaan, pelatihan memasuki sesi materi wirausaha yang dibawakan langsung oleh Syukriadi Bahar, Owner dari “Geprek Yuks”. Dalam paparannya, instruktur memberikan wawasan mengenai peluang bisnis ayam goreng crispy serta strategi pengelolaannya secara komersial.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik di mana 21 peserta terjun langsung mengolah ayam, mulai dari teknik marinasi bumbu, hingga proses penggorengan agar menghasilkan ayam yang renyah dan berkualitas.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti instruksi dan berhasil memproduksi ayam crispy dengan standar yang baik.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan prosesi pemberian sertifikat kepada seluruh peserta. Sertifikat ini berfungsi sebagai tanda bukti keahlian yang telah mereka raih, yang diharapkan dapat menjadi portofolio berharga bagi warga binaan maupun anggota Dharma Wanita dalam mengembangkan potensi ekonomi di masa depan.-(*)

Editor Suaedy