Bugispos.com, Sulbar – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Coaching Clinic Inovasi Daerah. Langkah ini merupakan bentuk pendampingan bagi perangkat daerah dalam pelaporan Indeks Inovasi Daerah ke Kemendagri guna menyongsong ajang Innovative Government Award (IGA) 2026.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Mateng, Nasyrah Aziz, mengungkapkan ambisinya untuk membawa Mateng naik kelas.
“Kami berharap tahun ini Mamuju Tengah bisa mencapai angka indeks 65,00 sehingga masuk dalam kategori daerah ‘Sangat Inovatif’,” ujar Nasyrah dengan nada optimis.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, angka indeks inovatif Mamuju Tengah berada di angka 63,82. Capaian tersebut menempatkan Mateng di urutan ke-76 kategori daerah “Inovatif” dari 415 kabupaten/kota se-Indonesia.
Untuk mendongkrak peringkat tersebut di tahun 2026, Pemkab Mateng siap melaporan 212 Inovasi ke Kemendagri.
“Insyaallah, kami optimis ranking Mateng akan naik,” tambahnya. Sebanyak 212 inovasi tersebut merupakan kolaborasi dari berbagai sektor, mulai dari perangkat daerah, hasil Gelora Award, karya peserta Latsar CPNS, hingga inovasi dari sekolah dan desa.
Agar kualitas pelaporan terjaga, Bapperida menyelenggarakan coaching clinic lebih awal di awal tahun. Dalam pelaksanaannya, Bapperida menerjunkan empat orang pendamping khusus yang bertugas mengawal sekolah, desa, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga peserta Latsar CPNS.
“Itulah alasan mengapa coaching clinic ini diadakan sejak awal tahun, agar persiapannya lebih matang,” pungkas Nasyrah.(*)












