Bulukumba

Hebat ki Tauwwa Bulukumba Mendunia, 11 Inovasi Unggulan Resmi Didaftarkan pada Ajang Internasional Guangzhou Award 2026

826
×

Hebat ki Tauwwa Bulukumba Mendunia, 11 Inovasi Unggulan Resmi Didaftarkan pada Ajang Internasional Guangzhou Award 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf

BugisPos Bulukumba, – Pemerintah Kabupaten Bulukumba mencatatkan sejarah baru dalam kancah inovasi global dengan secara resmi mendaftarkan 11 inisiatif pelayanan publik unggulan pada ajang The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation.

Langkah ambisius ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengakselerasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ajang Guangzhou Award merupakan kompetisi inovasi perkotaan paling bergengsi di dunia yang diselenggarakan oleh Kota Guangzhou bersama organisasi dunia UCLG dan Metropolis.

Keikutsertaan Bulukumba kali ini membawa misi besar untuk menunjukkan bahwa inovasi dari daerah mampu bersaing dan menjadi rujukan pembelajaran bagi kota-kota lain di seluruh dunia.

Dalam struktur kepanitiaan inovasi daerah ini, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, bertindak langsung sebagai Pengarah Inovasi Daerah.

Bupati Andi Utta sapaan akrabnya menekankan bahwa inovasi bukan sekadar memenangkan penghargaan, melainkan upaya nyata dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, murah, dan transparan bagi warga.

Guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar internasional, Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Utama program.

Sementara itu, Kepala Bapperida Bulukumba Andi Irma Damayanti bertindak sebagai Koordinator Lapangan yang menyinkronkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap inovasi didukung oleh data yang akurat dan implementasi yang berdampak luas.

Berikut adalah daftar lengkap 11 inovasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang didaftarkan pada ajang The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026:

POLWAN (Poli Pelayanan Malam Hari) – Kantor Kecamatan Herlang: Inovasi jemput bola pelayanan administrasi kependudukan pada malam hari untuk mengakomodasi jadwal kerja petani dan nelayan.

EMMA17 (E-Magazine SMPN 17) – SMPN 17 Bulukumba: Platform literasi digital berbasis majalah elektronik untuk mengembangkan kreativitas siswa.

INFO PAKDE (Informasi Pelayanan Publik dan Keluhan Desa) – Dinas Kominfo: Sistem integrasi informasi dan kanal pengaduan masyarakat berbasis digital di tingkat desa.

PASAR NONA (Pasar Nyaman, Operasional Nyata) – Dinas Perdagangan: Transformasi tata kelola pasar tradisional menjadi lebih higienis, nyaman, dan transparan.

MAPATO (Manajemen Pajak Otomatis) – Bapperida: Digitalisasi dan otomatisasi sistem perpajakan daerah untuk meningkatkan efisiensi pendapatan.

Bulukumba VR Tourism – Dinas Pariwisata: Pemanfaatan teknologi Virtual Reality untuk mempromosikan destinasi wisata Bulukumba ke kancah internasional.

SIPAKATAU (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Kesejahteraan Sosial) – Dinas Sosial: Integrasi data bantuan sosial untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran bagi warga prasejahtera.

iCafe (Innovation Cafe) – Bapperida: Ruang kolaborasi dan inkubasi ide kreatif bagi aparatur sipil negara dan masyarakat untuk menciptakan solusi tata kelola daerah.

GERAK PENTASKU (Gerakan Perbaikan Sanitasi Kumuh) – Dinas Perkimtan: Inovasi perbaikan infrastruktur sanitasi di kawasan padat penduduk untuk meningkatkan derajat kesehatan lingkungan.

NAGA RUNTING (Navigasi Keluarga Nelayan Terintegrasi) – Dinas Perikanan: Program pemberdayaan dan perlindungan bagi keluarga nelayan melalui integrasi data dan bantuan teknis.

The GEMOIH Initiative – Inisiatif pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada ketahanan masyarakat dan lingkungan.TP PKK

Seluruh inovasi ini berada di bawah arahan Bupati Bulukumba (Pengarah), Sekda Bulukumba (Penanggung Jawab), dan Kepala Bapenda (Koordinator).

Sekretaris Daerah, Muh. Ali Saleng, menyatakan bahwa syarat untuk lolos dalam ajang ini sangat ketat, meliputi aspek kebaruan (innovation), efektivitas, kemudahan untuk direplikasi (transferability), serta keberlanjutan.

“Kita tidak hanya menjual kesuksesan, tapi juga menceritakan perjalanan bagaimana inovasi ini mampu menekan angka ketimpangan (Rasio Gini) dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bulukumba,” ujarnya.

Manfaat keikutsertaan ini sangat besar bagi daerah, mulai dari rekognisi dunia internasional, akses ke jaringan pendanaan dan kerja sama global, hingga peningkatan kapasitas aparatur sipil negara dalam mengelola tata kelola pemerintahan yang cerdas (smart governance).

Dengan dukungan penuh dari pimpinan daerah dan kerja keras kolektif seluruh OPD, Kabupaten Bulukumba optimis dapat melaju ke tahap finalis dan membawa nama harum Indonesia di panggung dunia.-(*)

Editor Suaedy