Makassar | BugisPos – Momen istimewa terjadi dalam dunia akademisi Makassar, ketika dua saudari, Fyan Andinasari Kuen dan Mitha Mayestika Kuen, meraih gelar doktor Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) secara bersamaan. Sidang promosi doktoral terbuka digelar di Ballroom Hotel Unhas pada Jumat (6/3/2026).
Bukan hanya pencapaian gelar yang sama hari yang menjadi sorotan, melainkan kontribusi akademik berupa dua model baru dalam kajian ilmu komunikasi yang fokus pada transformasi praktik jurnalistik di era digital dan big data.
Tim Penguji dan Hadirin
Sidang dihadiri oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si.; Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc.; Prof. Dr. H. Muh. Akbar, M.Si.; Prof. Dr. Judhariksawan, S.H., M.H.; Dr. H. M. Iqbal Sultan, M.Si.; Dr. H. Muhammad Farid, M.Si.; Dr. Alem Febri Sonni, S.Sos., M.Si.; serta Dr. Muliadi Mau, S.Sos., M.Si.. Penguji eksternal dari Universitas Udayana, Bali, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si., juga turut menghadiri. Acara ini juga disaksikan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan perwakilan media pers.
Model Digital Journalism Ethos dari Fyan Andinasari Kuen
Fyan mengangkat judul disertasi “Migrasi Jurnalis dari Media Konvensional ke New Media”. Penelitiannya menghasilkan Digital Journalism Ethos Model, yang menjelaskan perubahan nilai, etika, dan praktik profesional jurnalis saat beralih ke platform digital. Kajian dilakukan terhadap sejumlah jurnalis yang telah bermigrasi, antara lain Aiman Witjaksono, Prabu Revolusi, Siti Zulaikha (LKBN ANTARA), dan Wakil Pemimpin Redaksi FNN Sri Widodo Soetardjowijono.
Model Gatekeeping–Verification Hibrida dari Mitha Mayestika Kuen
Sementara Mitha menyajikan disertasi berjudul “Analisis Pemanfaatan Gatekeeper dan Fact Checker pada Kantor Berita ANTARA dalam Memvalidasi Fakta Berita di Era Big Data”. Ia merumuskan Model Gatekeeping–Verification Hibrida Berbasis Kinerja Jurnalis, yang menyoroti peran gatekeeper dan fact checker dalam memvalidasi fakta berita di tengah arus informasi digital dan perkembangan big data. Penelitian dilakukan di Kantor Berita ANTARA Jakarta.
Kedua model yang lahir dari penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya pengembangan teori komunikasi dan jurnalistik, serta memberikan kontribusi pada pemahaman transformasi media dan penguatan mekanisme verifikasi informasi di era digital.












